Friday, April 21, 2017

Ikut Lomba Masak di Hari Kartini, Dor.... Pemenangnya?

Met malem penduduk bumi yang bercelana kolor. Apa kabarnya nih? Sudah pipis?

Sebelumnya saya ucapkan selamat Hari Kartini buat para perempuan-perempuan nusantara dimanapun kalian berada. Semoga segala perjuangan Raden Ajeng Kartini menjadi inspirasi buat Anda semua.

Seperti biasa, setiap tanggal 21 April, kita sebagai bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini. Sudahlah, saya tidak akan membahas perihal perjuangan RA Kartini. Sudah banyak yang posting lho. He he he.

Tapi postingan ini masih ada hubungannya lho dengan hari Kartini. So, cekidot!

Ceritanya nih, kemarin pas hari Kamis saya ndak masuk kerja. Bukan karena apa-apa, memang pengen ndak masuk saja. Halah.... Kmvrt!

Yah, namanya juga ndak masuk kerja, akibatnya saya ndak tahu acara Jum'at tadi. Yang saya tahu, Jum;at tadi adalah Hari Kartini. Wes, gitu tok!

Apalagi WA, FB, BB, dan twitter tidak saya buka, alias gulung tikar.... Alhasil, lelaki yang di atas motor ini tidak tahu apa-apa perihal perayaan Hari Kartini di tempat kerjanya...
Ini dia lelaki tamvan ituh!


"Nyesek banget yah lihat mukanya? Mbuehehhee...."

Barusan sampai di tempat kerja, langsung ada yang ngomel kayak jerapah Arab...
"Ngapain masuk ndel! Pulang saja sana!"

Ah, suara yang uasyuuu pisan... Ndak tahu apa kalau saya memang kepengin balik ke rumah lagi. Mending nganu-nganuan sama si anu dari pada udah berangkat kerja, eh malah dikasih tahu kalau hari ini ada perayaan hari Kartini berupa lomba memasak bagi para bapak-bapak... Kamvrt pisan yakin!

Aseli tadi saya pengen balik kanan maju selokan. Lah apaan kiyeh, kerjaan lagi menumpuk, tugas kuliah juga berjubel, belum lagi kepengin beol, ah.... Malah disuruh ikut lomba masak. Nggatelinya lagi, saya ndak tahu kelompok saya siapa sajah.... Kamvret!

Tapi sebagai lelaki yang ganteng dan suka ngibulin menolong teman, dengan sisa-sisa semangat pilkada (huekkkk) saya bertekad untuk ikut lomba memasak tersebut. Toh, hobi saya adalah memasak dan menyeterika cawet. Wkwkwkwk....

Setelah ck dan ricek, ternyata saya satu kelompok dengan wa Sadit, Husen, dan Kaki Gatot. 

Wa Sadit adalah petugas jaga malam. Husen guru nadak jelas Agama, dan kaki Gatot adalah guru BK yang ke beka-bekaan.. Halah!

Tidak saya tunjukan muka mereka satu persatu. Disamping muka-muka mereka yang boros, kuota juga tinggal sedikit. Ihir...

Bukan kita-kita namanya kalau tidak ada keseruan. Di setiap kegiatan di tempat kerja, pastilah ada hal-hal heboh suasana gembira (emang lagu dangdut remix tahun 2000-an).

Pada acara masak kali inipun terjadi kehebohan yang luar bi(n)asa. Ada yang kesurupan mas? TIDAK! 

Justeru para setan yang kesurupan karena dimasuki mereka... Wkwkwkwk...

Walaupun lomba masak, tapi keseruan dan kehebohannya seperti piala dunia yang tertunda selamanya.

Mari kita lihat penampakannya!


Gambar di atas memperlihatkan seorang lelaki muda yang juga tercatat sebagai peserta lomba masak yang sedang bersiap-siap untuk salto ke wajan masak... Kelihatannya dia waras :P


Tapi apa yang terjadi saudara-saudara... Setelah api berhasil dinyalakan dengan menggunakan tenaga kentut, itu lelaki malah ndak jadi salto je... Malahan dia membakar tikus sebagai salah satu hidangan tambahan... Ckckckck.....  Kelihatannya yang nulis lumayan waras!


Kelihatannya bapak yang satu ini sedang memasak... Padahal, dia lagi bikin nasi goreng!


Peserta yang satu ini sungguh luar biasa.... Lelaki yang berprofesi sebagai tukang urut pohon jambu itu memasak menggunakan cawet tangan kosong.... Ruarr biasa...


Kalau lelaki yang satu ini malah lagi main hape..... Argh, payah!


Kalau yang satu itu, yang mulutnya mangap-mangap adalah chef enternasional... Dia sudah bekerja sebagai tukang tambal cawet selama 7 bulan di negara Ma roko(k)  .... Ini pasti pemenangnya...

Yah, namanya juga lomba.... Ndak Afdhol kan kalau ndak ada juri....
Dan inilah jurinya...


Sebenarnya jurinya banyak....
Namun karena wanita berkebayak kuning itu berhasil mengalihkan wajahku dari hutang-hutangku, terpaksalah ia yang harus masuk blog ini... Wkwkwkwkwkk...
Sekedar mengingatkan, wanita itu pernah muncul di postingan sebelumnya.... ini dia penampakannya!





Akhirnya, perlombaan masak-memasak dengan menu utama masakan western (nasi goyeng) selesai sudah. 

Dan pemenangnya adalah........................ TIDAK TAHU!
Belum diumumkan di majalah pria dewasa...

Nah, sekian dulu postingan dari saya, setelah kalimat ini selesai, akan saya posting hasil jepretan lomba lainnya yang diikuti oleh anak-anak peserta didik.

Lomba apakah itu? KAKANG MBEKAYU BANYUMASAN!

Cekidot!
siapa tahu ada wajah mantanmu disitu... Wkwkwkwkk...

























Sekian postingan mengenai perayaan hari Kartini di tahun ini. Semoga semangat Kartini senantiasa tumbuh pada generasi-generasi muda bangsa ini.

Selamat Hari Kartini!
















Thursday, April 20, 2017

Setelah Pilkada Berakhir

Hingar bingar pilkada Jakarta selesai sudah. Memang sih belum sepenuhnya selesai, masih ada tahapan penghitungan suara real dari KPU yang konon akan rampung pada awal bulan depan.

Sebagai golongan putih alias golput, hampir setiap hari, baik menjelang coblosan maupun sesudah coblosan saya pantau terus lini masa berbagai media sosial dan networking yang saya punya.

Tunggu dulu mas, tadi sampeyan kok bilang golput? Emangnya ndak nyoblos?

Ya ndak lah! Saya kan bukan warge Jakarte bang! Masa nyoblos? Palingan ya nyoblos nganu.... Ihir.... *Sudahlah, jangan dibahas... Saya sudah pipis ;)

Inilah pilkada yang kata sebagian orang pinter adalah pilkada yang berasa pilpres.

Jujur saya ndak tahu kenapa mereka berkata seperti itu. 

Mungkin karena Jakarta adalah ibu kota kali ye? Atau mungkin karena di pilkada Jakarta, semua tokoh nasional, termasuk tokoh besi dan bangunan (wwkwkwkwk) turut serta dalam perhelatan akbar ini? 

Entahlah... Yang pasti, setelah pilkada ini, Jakarta akan memiliki Gubernur baru dengan wajah baru. Anis Baswedan. Make Insya Allah ah.... kan perhitungan resminya belum selesai ;)

Tapi berdasarkan pengalaman dan pengamatan, hasil quick qount pilkada hampir selalu tepat.

Kenapa hampir? Karena pas pilpres kemarin hasilnya pada beda-beda mengikuti arah kentut kemana tentunya. Wkwkwkwk...

So, bisa dipastikan kalau gubernur baru yang akan menjabat selama lima tahun ke depan (kalau ndak nyapres) adalah Pak Anis Baswedan, mantan menteri di era pak Jokowi dulu.

Namun, masih ada hal yang menurut saya harus segera diselesaikan oleh semua pihak, khususnya adalah pemimpin baru Jakarta nanti. Apa itu? Masalah disintegrasi sosial!

Seperti yang telah sama-sama kita ketahui, pilkada Jakarta kemarin sarat dengan isu-isu SARA.

Jujur, sebagai pribadi manusia Indonesia saya sangat menyayangkan isu-isu negatif tersebut. Memang benar, salah satu senjata yang dianggap ampuh untuk menumbangkan lawan di pilkada Jakarta lalu adalah isu sara. Tapi apakah mereka, para dedengkot yang menggunakan isu ini tidak berpikir kalau isu sensitif macam sara ini bisa menjadi bom waktu yang mengerikan.

Isu-isu sara adalah isu yang paling sensitif. Ini masalah hati. Sulit memang untuk mengobati hati-hati yang terlukai. 

Dan inilah salah satu tantangan bagi gubernur baru Jakarta. Mengobati luka-luka hati tersebut. 

Pemimpin baru Jakarta dituntut untuk mampu merangkul semua elemen warga Jakarta. Karena , bagaimanapun juga, Jakarta tidak akan menjadi kota yang diimpi-impikan jika semua pihak tidak mau bergandeng tangan.

Dan adalah sia-sia kalau tugas berat tersebut hanya diserahkan kepada sang Gubernur baru semata. Diperlukan kerja sama semua elemen yang ada di Jakarta untuk bersedia dan suka rela turut serta mengobati hati-hati yang luka.

Hati-hati yang luka yang saya maksudkan bukan hanya hati-hatinya orang yang kalah pilkada saja. Tapi semua pihak, baik yang kalah maupun yang menang pasti merasakan sakit akibat pilkada kemarin.

Fitnah, hujatan, makian, bahkan terang-terangan bermusuhan baik itu di media sosial maupun dalam dunia nyata pastilah sama-sama mereka rasakan.

Itulah sebabnya mengapa persoalan-persoalan macam dendam dan kebencian harus segera diselesaikan. Jika tidak, maka semua warga Jakarta, baik yang menang maupun yang kalah akan sama-sama menanggung kerugian. Tidak kunjung membangun Jakarta, tapi hanya gontok-gontokan saling bermusuhan.

Sudahi semua itu!

Khusus bagi elit-elit politik, cobalah menjadi negarawan. Jangan hanya menjadi politikus.

Karena rakyat macam kami sudah terlanjur bosan dengan gaya-gaya kalian yang kadang bisa bikin keki. Wkwkwkwkwk...

Semoga Jakarta menjadi ibu kota yang memanusiakan manusia. Dan itulah pemimpin yang dibutuhkan Jakarta saat ini, memanusiakan manusia. 

Salam damai buat saudara-saudaraku semua yang ada di Jakarta.

Selamat menyongsong perubahan. Semoga janji-janji pemimpin yang baru segera direalisasikan.

Buat pak Ahok, salut atas jiwa besar Bapak yang dengan legowo sudah menyatakan selamat kepada pak Anis.

SAVE INDONESIA!







Wednesday, April 12, 2017

Wow, masih ada Bufon di Champions League!

Met sore prends... Ini mungkin postingan yang tidak biasa. Kenapa tidak biasa? Karena postingan kali ini berkisah, ceileh berkisah.... yups, berkisah tentang dunia sepak bola. Nah, jarang banget. Biasanya kan saya bahas mantan. Halah... Mup on mas! Mup on!

Halah..Mup on mah gampang... Yaang sulit itu, cari penggantinya! Ya nggak mblowww? *sembari ngangkat celana dalem bergambar Doraemon milik elu! Wkwkwkwk....


Ceritanya, tadi pagi (pagi-pagi bingit) saya terjaga dari mimpi basah bagus. Eh, bohong. Saya terjaga karena begitu bangun tidur, ndak tahu kenapa mata ini sulit saya pejamkan. Akhirnya, klik, saya pencet itu tombol granat televisi milik isteri saya. Wow... ternyata ada champions league brow... Dan nggak nanggung-nanggung, yang maen Juventus vs Barcelona... Wow... Mantabz bibir men!


Entah sudah berapa bulan saya ndak menikmatin yang namanya muke-muke pemain bola. Baik itu yang cantik maupun yang tampan. Apalagi yang ketampan tampanan macam Niki Setiawan. Wkwkwkwkk....  (Kemana ajah nih bocah...Ndak pernah nongol di rumah gue). Kamvrt!

Singkat kata singkat cinta, duduk manislah saya di depan tivi sembari nikmatin kopi ESPRESSO. (Moga-moga dapat project review dari pabriknya.... Mbuehehehehee........)

Ada yang bikin saya kaget, ada Bufon disitu? 

Kalian tahu siapa Bufon? Ya, dia adalah sepupu saya salah satu penjaga gawang kaporit favorit saya.

Lalu kenapa kaget? Biasa saja mas!

Ya kagetlah... Entah sudah berapa tahun saya ndak nonton yang namanya liga Itali. Dan jujur saja ini (mungkin malu-maluin) saya baru tahu kalau ternyata oom Bufon masih setia menjadi penjaga gawang.

Asal lu tahu ajah ya men, semenjak saya SMA, Om Bufon sudah menjadi keeper. Artinya apa? Sudah lebih dari 15 tahunan (mungkin hampir 20) Beliau sudah tampil di liga Itali. Huft, ketahuan dech gue tuanya... Wkwkwkkwkwkwkwk.....

SUMBER : BROWSING MENGGUNAKAN GOOGLE CHROME


Itulah kenapa saya kaget! Ternyata, di usia yang tidak muda lagi, Om Bufon masih berlaga di dunia persepakbolaan eropah sanah... Warbiasah.... Padahal gue ajah nih, udah mengap-mengap kalau main putsal ;)

Lalu bagaimana performanya? Ternyata masih jos!

Dengan kepala dan gigi saya, saya lihat tuh om Bufon berhasil menghalau bola dengan sempurna...

Head to head dengan kang Iniesta, bola yang ditendang kang Iniesta beliau tampik dengan tangannya. Wow!

Suarez juga sama...

Beberapa tendangan, sundulan yang mengarah ke gawangnya berhasil dia halau. Warbiasah saudarah-saudarah... Hasil terakhir 3-0 untuk Juventus. 

Jujur saja saya rada kecewa juga. Karena tak satu golpun tercetak dari kaki sang Messiah... Arghhh...

Sudahlah, mup on ya Mes! :)

Mengingat waktu sudah sore dan saya harus pulang, saya cukupkan dulu postingan kali ini. Oh ya hampir lupa. Setelah peluit wasit berbunyi sebagai tanda selesainya pertandingan, terlihat juga salah satu mantan pemain Juve yang dulu menjadi salah satu pemain favorit saya di liga Eropa. Siapa dia? Pavel Nedved! Arghhh... Pagi yang indah. Karena saya bisa mengenang beberapa pertandingan hebat di liga Italy semasa sayah masih unyu-unyu di musim dahulu... Wkwkwkwkwkk...

SUMBER : BROWSING MENGGUNAKAN GOOGLE CHROME


Forza Nyonya Tua!

Halah.. apa kuwe artine? 
:)



Tuesday, April 11, 2017

KONTAK WA SEBANYAK 150.000 UNTUK ANDA, MAU?

Entahlah... pada awalnya saya tidak begitu suka dengan aplikasi yg satu itu. Sama halnya dg BB,IG,Telegram dan aplikasi lainnya.Sudah ada FB, SMS juga bisa, kenapa harus makai WA?Itulah kenapa pada awalnya saya begitu tidak suka dengan beragam tetek bengek aplikasi itu.

Ternyata, sahabat-sahabat saya sudah "terlalu" banyak yg menggunakan aplikasi WA tersebut. Akhirnya dengan segala keterpaksaan, saya gunakanlah aplikasi tersebut....Terpaksa? Iya terpaksa, karena sahabat-sahabat saya-lah itu yang memaksa saya untuk akhirnya menggunakan aplikasi WA messenger.
Mungkin saya katrok, setelah beberapa minggu berlalu, saya dimasukan ke berbagai grup yg saya sendiri juga bingung itu grup apa... hehehe...ASELI, waktu itu saya baru "ngeh", ternyata WA bisa digunakan untuk membuat grup, banyak lagi!
Dan sebagai orang yang bergelut di bidang penjualan online, secepat kilat saya berpikir, "Kenapa saya tidak jualan saja melalui aplikasi WA ini?"Sepertinya mudah?

Lantas, dibuatlah grup jualan untuk produk-produk yang saya pasarkan....

Kenyataannya? Tentu saja tak seindah yang saya pikirkan....Banyak dari mereka yang keluar dari grup jualan. Jualanpun tak "seramai" yang saya bayangkan.
Nah, ada yang salah nih? pikir saya....Betul juga sih, ada yang salah, lebih tepatnya, ada yang harus dibenahi.Saya jadi ingat kalimat dari coach bisnis saya, jika belum punya kontak hingga ribuan, baik itu e-mail, BB, maupun sosial media yang lainnya, jangan bermimpi bisa sukses berjualan melalui media tersebut. Upz!
Untuk mempunyai ratusan bahkan ribuan kontak WhatsApp membutuhkan waktu yang lama.
Terlebih untuk orang yang baru terjun dalam dunia per-WA-an seperti saya yang belum mempunyai nama. Hehehehe... SULIT SEKALI MAS BROH!!!
Setelah oprak aprek, berselancar di GOOGLE, akhirnya saya nemuin produk ini, WhatsApp Marketing....Salah satu alasan kenapa produk ini saya rekomendasikan buat teman-teman adalah, BEGITU DAFTAR, KITA LANGSUNG MENDAPATKAN 150.000 KONTAK, LANGSUNG!
Wah... Mantabs jiwa....150.000 kontak? kapan lagi kita memiliki kontak sebanyak itu hanya dalam waktu yang begitu singkat?
Bukan itu saja, kita juga akan dikasih tahu tips mendapatkan kontak hingga 25.000 kontak hanya dalam 2 menit.Ingat-ingat ini, jika kita bisa memanage dengan baik kontak sebanyak itu, mengambil istilah salah satu mastah marketer di negara ini, "ITULAH MESIN ATM KITA." Lain kali kita bahas istilah tentang ini.
Selain itu, kita juga dapat 3 bonus sekaligus berupa e-book dan software senilai jutaan rupiah yang tentu saja berguna untuk meningkatkan penjualan kita.
Apa saja bonusnya?
1. LINE MARKETING
2. GEOGLE KEYWORD SUGESTION
3. SOFTWARE SMS MASSAL
4. WHATSAPP CLONE
SUMBER

Salam sukses!
Tanpa berpanjang kata, silahkan teman-teman kunjungi link ini http://bit.ly/WA_Marketting untuk mendapatkan produk keren tersebut.

Wednesday, April 5, 2017

DAMPAK NEGATIF MEMILIKI KARTU KREDIT

Selamat siang kakak.... Order yuuk! *Halah.

Nah, kalimat pembuka di atas sebenarnya ada hubunganya dengan obrolan ngalor ngidul kali ini. Yah walaupun mereka beda jenis, tapi hubungannya cukup manis. *Kamvrt banget yah kalimatnya?

Begini story-nya...

Saya punya teman tapi mesra wanita yang kebetulan dia sudah memiliki anak cewek yang baru saja menyelesaikan kuliahnya di salah satu kota ternama di negeri ini. 

Hebatnya si anak, dia tidak mau bekerja sebagai karyawan atau apalah itu. Anak cewek teman saya itu lebih suka jualan online ketimbang Nggodain saya bekerja pada orang lain maupun instansi pemerintah.

Namanya juga newbie dan belum punya produk, maka salah satu trik yang dia gunakan adalah menjadi reseller dan dropshipper. Strategi yang bagus tentunya :)

Sebagai anak yang sebenarnya manja, maka dia pun minta modal sama ibunya. Wajarlah. Wong saya saja dulu pinjem duit ke ibu saya buat mendirikan CV yang bergerak di dunia jual beli komputer.

Sebagai ibu yang bijak, akhirnya teman saya itu bersedia. Nah, ceritanya dimulai dari sini. *Emangnya dari tadi ngapain?

Si anak tadi berbelanja pada salah satu toko online dimana pembayaran produk-produknya harus melalui kartu kredit.

Akhirnya dengan susah payah sang ibu membuat kartu kredit untuk keperluan pembelian produk-produk reseller yang dijual oleh anaknya tadi.

Tak semudah yang dibayangkan... Setelah membuat kartu kredit, ternyata kartu kredit tersebut susah digunakan. 

Singkat cerita, setelah kartu kredit tersebut dapat digunakan, hampir tiap hari sang ibu ditelpon oleh orang-orang yang tidak ia kenal.

Dari asuransi lah, dari perusahaan inilah, dari itulah... Pokoknya riweh dan mengganggu aktivitas. Begitu kata ibunya ke saya.

"Kok mereka bisa tahu nomor telepon saya yah mas?"

Begitu suatu hari ibunya bertanya ke saya.

"Mungkin data-data njenengan dijual." Jawabku sambil garuk-garuk upil... Wkwkwkwkk.... Dia pun tertawa penuh manja.

Saya saja bingung. Begitu sebenarnya jawaban saya yang sesungguhnya. Kenapa bingun? Ya karena saya sendiri pernah mengalaminya. Bahkan bisa dibilang lebih "aneh" lagi.

Kalau teman saya, ibu tadi, sudah bikin dan menggunakan kartu kreditnya, kalau saya baru didata nama dan nomor teleponya, ujug-ujug sudah ada suara wanita yang terdengar merdu sembari menawari pembalut produk jasa. Mending ketemu langsung, lah ini, cuman modal suara doang! Bagaimana saya bisa menikmatinya langsung percaya?

Yang bikin hati ini nyesek kayak habis diputusin adalah jam menelepon si wanita itu. Hampir disetiap jam kerja saya, dia pasti menelepon. Mbok sekali-kali wengi biar saya bisa uhuk ihik.  Kamvrt sekali saudara-saudara!

Saya siih tidak menyalahkan, namanya juga usaha. Tapi seharusnya dia juga tahu dirilah sedikit.... itu kan jam sibuk, ya bakalan bagus juga lho buat calon konsumen.

Nah, akhir cerita, sekarang teman saya dan anaknya sudah tidak menggunakan lagi kartu kreditnya. Tapi yang nelpon kok ya masih ada yah? Mbuehehe.

Sebagai salah satu marketer newbie, jujur saya kurang suka dengan model-model pemasaran kek gitu (telpontelpon di jam sibuk). Aseli... Nganggu banged!

Dan heranya saya, kok ya data-data saya bisa sampai ke mereka? Apakah pikiran buruk saya benar-benar terjadi?

DATA SAYA DIJUAL!

Entahlah... Yang jelas, dengan kejadian seperti itu, saat saya mulai berhati-hati dengan yang namanya kartu kredit dan permintaan data-data apalah itu. Kalau data buat kawin lagi kamu yang mau membeli buku saya ini , tentunya saya bagikan. *Pret!

Teruntuk jomblo, "Siapkan bekal... Karena PURA PURA BAHAGIA -pun butuh tenaga".

Ihik...






Monday, April 3, 2017

BROSUR, ALAT MARKETING YANG TERBUKTI MASIH AMPUH

BROSUR, ALAT MARKETING YANG TERBUKTI MASIH AMPUH-Assalaamu 'alaikum dan salam sejahtera untuk teman entrepreneur semuanya.

Pada malam hari ini saya akan melanjutkan postingan saya yang terdahulu perihal pemasaran melalui brosur. Bagi yang sudah lupa, silahkan baca kembali postingan saya terdahulu, Jurus-jurus jitu memasarkan jualan kita. 

Namun pertanyaanya, apakah metode pemasaran melalui brosur masih relevan di tengah kemajuan teknologi saat ini?

Kalau saya sih yes. Ndak tahu kalau mas Anank... Muehehe...

Kenapa saya yes? Buktinya ada tuh yang beli smartphone gegara brosur yang ia temukan di sembarang tempat. Jangan-jangan mantan kamu juga iya! Hayo ngaku? 

Nah, saya sendiri ketika hendak membeli sepeda motor, harus blingsatan kesana kemari untuk mengetahui harga dan cicilannya berapa melalui brosur yang pernah diberikan ke saya. Langsung dari salesnya  ;)

Iklan sedot WC juga masih banyak bertebaran tuh di tiang-tiang listrik dan telepon. Pertanda apakah itu?

Okey, sebelum kita bahas lebih lanjut, ada baiknya kalian baca ulang postingan yang dulu itu. 


BROSUR, ALAT MARKETING YANG TERBUKTI MASIH AMPUH.
Pada bagian akhir postingan saya tulis, bahwa untuk menerapkan metode marketing menggunakan brosur ini diperlukan beberapa tenaga ahli seperti designer brosur, ahli copywriting, surveyor, dan tentunya para tenaga marketing di lapangan yang tak kenal lelah.

1. Designer brosur
Biarpun ini adalah cara yang konservatif, bahkan sangat konservatif, bukan berarti kita melupakan sisi keindahan dari brosur marketing yang kita sebar itu. Saat ini, sudah banyak sekali ahli-ahli design grafis yang biasa mendukung pemasaran melalui brosur ini. Dari tangan merekalah kita bisa mendapatkan design yang sempurna, kekinian, dan eyes catching tentunya ;)

Jangan pernah ragu untuk menyewa mereka. Ingat, salah satu cost terbesar baggi usaha yang sedang kita jalankan adalah cost iklan. Bayar mereka biar iklan di brosur kita kelihatan okey.

2. Copywriter
Jangan sepelekan kata-kata yang ada pada iklan. INGAT, 3 DETIK PERTAMA ADALAH SAAT-SAAT PENENTUAN DIMANA IKLAN ANDA AKAN DILIHAT ATAU TIDAK!

Selain gambar yang oke punya, kalimat yang digunakan juga harus "menggigit."

Jika teman-teman sudah lihai untuk membuat copywriting, buatlah sendiri. Tapi jika teman-teman belum bisa, NDAK USAH TAKUT. Saya punya solusinya.

Beli saja Buku Easy Copywriting.  Beres!

Belinya dimana mas? DISINI SAJA! 

3. Surveyor 
Ini Juga tak kalah penting, surveyor alias tukang survey. Kebetulan sekali saya pernah bekerja sebagai surveyor.

Mereka ini ibarat tentara infantri, babat alas untuk produk yang akan kita jual. Jangan sembarang sebar atau tempel sebelum "infantri" ini memberikan informasi yang tepat untuk tempat-tempat yang biasa dikunjungi/rame yang bakalan menjadi tempat kita untuk membagi-bagikan brosur jualan kita. Ingat, jangan sembarangan!

4. Tenaga Marketing di Lapangan
Merekalah salah satu ujung tombak dari metode marketing menggunakan brosur. Tanpa mereka, apalah arti cintamu produkmu.

Jangan lupa, selain memberikan kesejahteraan kepada mereka, kita juga harus memberikan pelatihan demi pelatihan marketing agar brosur yang dibagi tidak sia-sia.

BROSUR, ALAT MARKETING YANG TERBUKTI MASIH AMPUH

Kesimpulan.
Model marketing dengan membagi-bagikan/menempelkan brosur terbukti masih ampuh.

Ingat, tidak semua orang menggunakan sosial media maupun membaca, mendengar, dan menonton media massa. 

Masih banyak orang yang ngarah kepenak (nyari mudahnya) ketika mereka akan mmebeli sesuatu. Mereka ibarat pencari ikan yang tidak suka dikasih kail maupun jaring. Mereka lebih suka langsung dikasih ikan dari si empunya.

Saya pikir bukan hanya di kampung-kampung saja model manusia beginian masih ada. Di kota-pun masih saya temui banyak orang yang seperti itu. 

Ingat juga bahwa semaju-majunya teknologi, tidak semua orang bisa mengaksesnya.

Bagaimana? Apakah kalian tertarik untuk melakukan pemasaran dengan model seperti ini?

Berikut beberapa contoh usaha penjualan, baik barang/jasa yang menurut saya masih bisa menggunakan metode penyebaran brosur secara manual.

1. Penjualan sepeda motor/mobil
2. Jasa penterjemah (saya pernah bagi-bagi brosur tersebut ke kampus-kampus ternama di Purwokerto dulu)
3. Jasa rental komputer
4. Laundry
5. Kursus komputer
6. Pijat... ehem!
7. Jasa copywriter

Masih ada yang lain ndak yah?

Hehehe....

Sekian postingan yang berjudul BROSUR, ALAT MARKETING YANG TERBUKTI MASIH AMPUH. Semoga bermanfaat.

Salam sukses!
Wassalaam.










Friday, March 31, 2017

Keep write, keep "jones"

Selamat malam kisanak dan nyisanak semua!

Sudahkah kalian menunaikan kewajiban kalian di malam Jum'at ini. Nganu... Ah, sudahlah. Marilah kita habiskan malam Jum'at ini dengan berdendang menyanyikan lagu riang. 

Lupakan hutang, lupakan mantan, lupakan gebetan. Jreeeeng!
*halah!

Keep write, keep "jones", itulah judul postingan saya di malam yang cukup panas ini. Judul di atas masih berhubungan dengan dunia hitam blogging. 

Yupz, beberapa hari yang lalu, saya melihat postingan facebook teman saya yang begitu wow. 

Bagaimana tidak wow, dalam postingan tersebut, dia mengunggah foto dirinya yang berhasil menjadi salah satu juara lomba blogging yang diadakan oleh salah sau perusahaan ternama di negeri ini.

"Tidak dinyana, ternyata saya menjadi salah satu pemenangnya." Begitu gumamnya.

"Tulisanku terlampau sederhana, bahkan sangat sederhana, tapi entah kenapa juri memilih saya menjadi salah satu juaranya." Selorohnya lagi.

Jujur, saya ndak tahu, dia itu sedang sombong atau kesurupan setan bahenol. Yang jelas, dari mukanya sangat kelihatan kalau dia merasa bangga dengan pencapaiannya. Plok plok plok... Yuk ber tepuk sebelah tangan ;)

Sebagai kekasih  yang tak dianggap  teman, saya merasa salut atas pencapaiannya. Sungguh, tulisannya memang sederhana, tapi mengena. (Demi menjaga kemaslahatan janda-janda tua, link ke blognya tidak saya tampilkan).

Namun berdasarkan pengalaman, pengamatan dan kekuperan saya, tulisan-tulisan yang sederhana, tidak muluk-muluk, alurnya gampang dicerna dan enak dibaca, justru sering menjadi jomblo pemenang pada kontes-kontes blog seperti itu. 

Berbeda dengan tulisan-tulisan dengan judul dan gaya bahasa yang wah, ternyata jarang yang menjadi juara. Ini sih berdasarkan pengamatan saya. Kalau sampeyan tidak setuju ya ndak papa. Emang gue buntingin pikirin! Mbuehehehe....

Nah, kalau sudah tahu seperti itu, kenapa mas Darsono tidak ikut kontes-kontes seperti itu dengan tipikal tulisan yang sudah diketahui kuncinya oleh sampeyan mas?

Bukannya tidak pernah ikut, saya pernah ikut beberapa kali, dan hasilnya? NOL BESAR alias tidak pernah juara. Saya pun bingung, kenapa saya bertambah ganteng? Ebuseh!

Seingat saya, tidak lebih dari lima kali saya ikut kontes seperti itu. 

Dari sekian kontes yang ada, ada salah satu kontes yang sempat bikin geger dunia perbloggeran Indonesia. 

Ah, sudahlah... Lupakan saja. Toh penikmat produknya masih banyak. Tapi saya yakin, kalau perusahaan itu bikin kontes lagi, blogger-blogger ganteng dan cantik yang terkenal semisal saya (huek) kagak bakalan ikut lagi.

Kapok mas? Tidak juga!

Hanya saja, setelah melakukan perjalanan ke arah barat mencari janda seksi, saya temukan salah satu hal yang ternyata bukan menjadi sifat dasar saya sebagai seorang blogger. 

Apa itu? 

Diatur-atur!  Hahahaha...

Lelaki gagah dan wah (hoax banged yah) kayak saya ini memang cocoknya kerja di air menjadi blogger yang mandiri, atau lebih tepatnya idealis. Wkwkwkwk. Guayamu le....

Mandiri dalam artian ketika saya menulis di blog, yang saya tulis ya yang sesuai dengan isi hati saya. Tak ada aturan ini dan itu. Tak peduli dibayar segini dan segitu. Toh jomblo rezeki ada yang mengatur. 

Hasilnya? Ya tentu saja kepuasan! 

Eit, tapi tunggu dulu... 

Bukan berarti tidak ada perusahaan atau sponsor yang mau bekerja sama dengan orang yang sering kalah kontes blog seperti saya lho.

Dari tulisan-tulisan saya yang sekenanya bahkan ngawur kek gini, ternyata masih saja ada beberapa sponsor yang mau bekerja sama dengan saya. Hadeuh.... Ini yang kadang bikin jiwa ideal saya tersipu-sipu mau. Uhuk!

Yupz, mulai dari ritel-ritel berukuran mini, sampai ritel kelas kakap pernah bekerja sama dengan saya. 

Kerja sama tersebut berupa postingan artikel yang dimuat pada blog-blog saya lalu diblazt di sosial media milik saya.  (buzzer mah menurut saya ini).

Nah lho, berarti sampeyan tidak mandiri dong mas?

Nah, ini yang bikin saya bingung. Apakah saya benar-benar mandiri atau hanya sekedar jaga image saja karena tidak pernah menang kontes blog. Hahahaha....

Menurut saya, mereka, para sponsor yang pernah bekerja sama dengan saya sudah paham betul tentang gaya kepenulisan saya. Ndilalah kontrak kerja tersebut ternyata membebaskan saya untuk menulis dengan gaya bahasa saya sendiri. 

Mereka tidak membatasi, bahkan kalau ada kalimat atau kata-kata kotor, mereka juga tidak begitu mempedulikan. Lha wong mereka memang sudah paham betul tipikal saya bagaimana. Hehehe... 

Yang penting, tujuan dari penulisan artikel tersebut tercapai. 

Dasar pencapaian tersebut kebanyakan diukur melalui jumlah pembacanya maupun tercapai dalam artian mampu memberikan pengaruh/influence kepada para pembaca artikel tersebut. Nah lho :)

Wah, itu tidak mandiri dong mas? Kan dituntut mempengaruhi?

Waduh, bisa jadi. Tapi yang jelas (sombong nih), tulisan-tulisan saya pasti berpengaruh pada pembacanya, minimal pada mantan-mantan saya. Mbuehehe....

Sebagai catatan : Perusahaan bonafide semacam mereka pasti sudah memiliki tenaga ahli yang ditugaskan untuk memilih blogger-blogger keparat macam saya. Itu logika saya!

Jadi buat sampeyan-sampeyan yang ndak pernah menang kontes blog, jangan khawatir. Teruslah menulis. Jangan peduli dengan ocehan orang apalagi ocehan setan.

Ingat, blog kalian tidak akan "hidup" jika kalian  menulis hal-hal yang tidak sesuai dengan passion yang kalian miliki. 

So, keep write, keep "jones"... Wkwkwkwkwk....


PS.
Jones = jomblo ngenes

Mereka yang punya pacar, belum tentu sebahagia yang kalian bayangkan. Mereka yang masih jones, belum tentu se"ngenes" yang kalian pikirkan. Woles ajah bray/sist....

BE YOUR SELF!

















Sering Dibaca