Saturday, March 25, 2017

Berbahagialah Menjadi Manusia Nusantara

Assalaamu 'alaikum sedulur -sedulurku yang terkasih. Saya harap sampeyan semua dalam keadaan sehat wal afiat. Bagi yang sedang sakit, saya do'akan semoga lekas diangkat penyakitnya dan gugurlah dosa-dosa sampeyan semua. Amiin.

Tak lupa juga saya berdo'a, semoga karir dan pekerjaan sampeyan semua gilang gemilang bak bintang di pojok sekolah TK sana. Halah, itu mah lukisan dinding-nya bakul jajanan di TK situ :)

Disertai rintik hujan dan nafsu bercinta  makan yang lagi berkurang, saya posting sebuah tulisan yang bersumber dari pengalaman saya ketika saya masih muda ketika itu. Yupz, pengetahuan ini saya dapat ketika saya berusia 19 tahun. Maaf saya ndak mengupload foto saya ketika masih imut-imut tersebut. Lagi ndak ada tikus maupun binatang buas semacamnya yang lagi nongkrong di celana kamu. Itulah alasan saya. Titik!

Flashback ke zaman muda waktu itu.... Pada waktu itu saya sedang menimba ilmu pelet administrasi pada salah satu lembaga pendidikan yang ternama di Purwokerto.

Salah satu intruktur kami bercerita panjang lebar tentang pengalamannya ketika kuliah di negeri Ratu Elizabeth. 

Ketika Beliau kuliah disana, pada suatu waktu ada kesempatan untuk berkeliling ke beberapa negara yang ada di sekitar Inggris. Namun bukan itu yang menjadi kisah utama postingan ini.

Beliau adalah "penggila" buku. Ketika itu, Beliau menemukan sebuah buku yang berasal dari negeri Belanda.

Buku yang menohok jiwa Beliau sebagai orang Jawa asli (sepengetahuan saya, Beliau adalah priyayi yang sangat menjunjung tinggi adat istiadat Jawa) adalah isi buku dari Belanda tersebut.

Apakah isinya? Ternyata nama-nama warna.

Halah, nama warna kok menohok jiwa, emangnya broadcast-nya mas Darsono yang lagi jualan buku? Halah!

Yupz, bagaimana tidak tertohok, ternyata nama-nama warna yang ada di buku tersebut adalah nama-nama warna yang diciptakan oleh masyarakat jawa.

Tertohoknya lagi, sebagai orang Jawa justru Beliau baru tahu nama-nama warna tersebut di negeri orang, bukan di tanahnya sendiri!

Salah satu nama yang ada di buku tersebut adalah banteng ketaton.

Sepengetahuan kami, banteng ketaton adalah banteng yang terluka. Ketika reformasi dulu, banteng ketaton adalah simbol yang ditujukan kepada salah satu partai besar yang kebetulan bendera partainya bergambar banteng.

Tahukah kalian, ternyata banteng ketaton adalah nama warna. Ya, nama warna seperti hijau, merah dan biru.

Masyarakat jawa menggunakan nama tersebut untuk dua warna yang bercampur menjadi satu. Warna hitam dan warna merah. Percampuran antara warna hitam dan warna merah ini, oleh masyarakat jawa diberi nama banteng ketaton. Nah lho?

Selain itu, ada satu lagi nama yang ternyata adalah juga nama dari dua percampuran warna lagi. Apakah itu? ijo royo-royo!

Yupz, ternyata ijo royo-royo adalah juga nama warna yang dicetuskan oleh masyarakat Jawa. 

Ijo royo-royo adalah nama untuk percampuran warna hijau dan kuning :)

Hanya bengong kaya jomblo akut kambing ompong. Itulah yang terjadi di kelas kami ketika sang instruktur itu menerangkannya kepada kami.

Kenapa bengong? ya eya lah, lha wong kami baru tahu tentang hal tersebut.

Bagi teman-teman yang belajar move on sejarah, bisa jadi itu adalah hal yang tidak asing. 

Mungkin teman-teman pernah mendengar atau mungkin pernah membaca buku, THE HISTORY OF JAVA. 

Buku yang ditulis oleh Thomas Stamford Raffles tersebut, konon katanya bersumber dari buku-buku kuno yang ada di salah satu istana yang ada di Jawa ini.

Dan konon kabarnya, oom Raffles mengangkut ribuan naskah dan buku-buku luar biasa yang ditulis oleh para leluhur kita ke negeri Belanda sana. Untuk apa? Itulah yang menjadi pertanyaan besar saya selama ini. Untuk apa?

Bagi saya, Belanda adalah penjajah yang super cerdas. Mereka tidak hanya menjajah kita secara fisik saja, akan tetapi, secara pemikiranpun kita dijajah sedemikian rupa oleh mereka.

Contoh konkritnya adalah cerita tentang Ken Arok yang konon katanya adalah keturunan penjahat. Saya yakin, banyak diantara orang Jawa yang mempercayai kisah tersebut. Ken Arok dan keturunannya adalah keturunan penjahat, perampok, pemerkosa!

Ahai... ternyata mitos tersebut adalah cerita hoax yang tujuannya adalah menurunkan moralitas para priyayi Jawa yang pada waktu itu lagi semangat-semangatnya mengobarkan semangat perjuangan melalui organisasi-organisasi modern. Yupz, 1908... Masih ingat dengan tahun itu?

Tokoh-tokoh pergerakan waktu itu, baik dari Jawa maupun luar Jawa adalah keturunan para bangsawanan. Mengapa priyayi-priyayi Jawa yang menjadi sasaran tembak? Itupun masih menjadi misteri tersendiri buat saya.

Tapi saya yakin, sekali lagi, Belanda adalah penjajah yang cerdas. Entah kenapa saya berkeyakinan kalau insting mereka begitu tajam tentang karakter manusia jawa, khususnya para priyayinya yang notabene merupakan keturunan raja-raja besar yang pernah menguasai wilayah yang teramat luas di belahan dunia ini. Bukannya lebay atau apalah, tapi kalau kita mau menilik kebesaran Majapahit misalnya, betapa kerajaan ini merupakan salah satu imperium besar yang pernah ada di dunia ini. Begitu disegani dan dihormati oleh imperium lain yang juga sudah ada pada waktu itu.

Dan entah kenapa saya juga berkeyakinan kalau ketajaman insting Belanda itu adalah buah dari pengetahuan yang mereka dapatkan dari pembelajaran mereka pada kitab-kitab/naskah kuno yang berasal dari moyang kita.

Lihatlah ramalan Jayabaya yang begitu nyata... Mulai dari keruntuhan kerajaan-kerajaan nusantara, hingga hari kemerdekaan yang TEPAT sesuai dengan ramalannya... Bahkan, ramalan-ramalan Beliau masih menjadi kenyataan hingga saat ini. Wallahu a'lam..

Jadi, untuk apa Raffles (bukan hanya dia saya pikir) membawa dan mempelajari kitab-kitab kuno tersebut ke negara asalnya?

Prasangka buruk saya mengatakan, kalau salah satu tujuan mereka membawa kitab-kitab tersebut adalah justru untuk mematikan kejawaan orang jawa itu sendiri. Sebab, kalau orang-orang jawa mengenal kejawaannya, pastilah akan menjadi bumerang tersendiri bagi kaum penjajah.

Apa maksud dari pernyataan saya tersebut? Seperti kata pepatah, jika ingin merusak suatu negara, cukuplah rusak perempuannya.

Jika ingin tetap bercokol sebagai penguasa nusantara, hilangkanlah pengetahuan masyarakat nusantara tentang jati dirinya....

Dan dahsyatnya, pengaruh penjajah itu masih berlaku hingga sekarang.

Lihatlah bagaimana anak-anak muda sekarang begitu kagum terhadap budaya-budaya yang berasal dari luar sana, baik itu seni, olahraga, bahkan sekedar tampang mereka saja begitu digandrungi. Mbuehehehe.

Padahal, kita adalah keturunan bangsa yang besar. Keturunan para ksatria yang berhasil membangun sebuah imperium besar yang begitu disegani di dunia ini.

Kita punya sastra yang luar biasa... 

Kita punya peninggalan bangunan yang hingga saat ini, mereka, orang-orang barat masih mengagumi dan masih mempelajari bangunan hebat tersebut. 

Bayangkan, sebelum ada teknologi semen seperti saat ini, nenek moyang kita telah berhasil membuat bangunan-bangunan spektakuler macam Borobudur, prambanan dan bangunan spektakuler lainnya.

Saya tidak bermaksud merendahkan maupun meninggikan bangsa lain. Saya hanya sedang prihatin dengan kondisi bangsa ini, khususnya generasi muda yang masih belum paham tentang "posisi" dirinya sebagai manusia nusantara.

Betapa teknologi telah banyak mengubah mereka menjadi "penganut" barat, Timur, dan Barat Daya, tanpa paham siapa dia, siapa bangsanya, siapa moyangnya?

Bro, saya tidak begitu heran dengan menara di Perancis sana, maupun menara di Itali sana... Bagi saya, membuat candi Borobudur di jamannya adalah hal yang luar biasa! 

Untuk mengakhiri postingan ini... Semoga kita semua bisa menjaga pusaka warisan moyang kita. Termasuk sikap toleransi yang akhir-akhir ini dirasa kurang.

Katakan kepada orang-orang barat sana... Sebelum mereka mengkampanyekan Hak Azasi Manusia, sebelum mereka mengkampanyekan toleransi dan pluralisme, bangsa kita sudah memiliki semua itu.

Sejak Majapahit kita sudah hidup berdampingan secara damai. Sekali lagi, jangan tertipu dengan cerita hoax yang mengatakan kalau pada zaman Majapahit warganya terkotak-kotak bahkan tercerai berai karena agama. JANGAN PERCAYA!

Itulah salah satu hoax yang sudah digembar gemoborkan oleh penjajah dari dulu. Hoax yang pada suatu waktu bisa menjadi bom waktu bagi bangsa ini sendiri.

Yakinlah, sebagai manusia nusantara, sedari dulu kita sudah memiliki hukum dan adat yang melindungi bukan hanya manusianya saja, tapi juga lingkungannya... Itulah yang kita sebut sebagai kearifan lokal. Kearifan yang sudah terbentuk semasa moyang kita dahulu. Kearifan yang belum tentu dimiliki oleh semua masyarakat dunia.

Berbahagialah menjadi manusia nusantara yang sedari dulu sudah memiliki kalimat bhinneka tunggal ika tan hana dharma mangrwa (Terpecah belahlah itu, tetapi satu jugalah itu. Tidak ada kerancuan atau mendua dalam kebenaran).

Wallahu a'lam...
Wassalam...










Thursday, March 23, 2017

NYOLONG MANGGA

Entah kenapa pada malam ini saya ingin bernostalgia dengan masa kecil saya yang penuh dengan keceriaan. Mungkin karena tadi pagi, pas saya baca blognya kang Agus Mulyadi sehingga mak bejenjut, dengan tiba-tiba saja saya terinspirasi untuk menulis masa kecil saya dulu. Terima kasih gus (Agus Mulyadi)... Blogmu emang nggatheli.. Wkwkwkwk....

Kalau kang Agus bercerita perihal rambutan, malam ini saya bercerita tentang buah yang identik dengan kata "nyolong"

Apalagi kalau bukan buah mangga.

Kenapa identik dengan kata nyolong? Karena pada zamannya, buah ini ditakdirkan sebagai buah yang "wajib"  dicolong/dicuri.

Saya sendiri bingung, dari sekian banyaknya buah, mulai dari buah belimbing, buah jambu, buah d4d4 entah kenapa mangga menjadi salah satu janda bahenol yang wajib dinikmati dicolong oleh anak-anak. Jika sampeyan bertanya kenapa musti buah mangga, sayapun tidak tahu mengapa. Yang jelas, di zaman saya masih kanak-kanak dulu (bahkan hingga saya berumur belasan tahun), buah mangga menjadi salah satu objek pencurian terfavorit bagi anak-anak desa seperti kami.

Bahkan muncul adagium, "Bukan anak desa kalau belum pernah mencuri buah mangga." Nah lho... Kekinian banget kan prendz?

Ada salah satu kisah yang tidak mungkin saya lupakan hingga saya lupa tentunya. Wkwkwk... Ini adalah kisah pencurian mangga sebrutal-brutalnya. Konspirasi terbesar dan terjahat dari pelaku pencurian sepanjang hidup kami sebagai anak ndeso... Hahahhaa...LEBAY :)

Saya lupa tepatnya tahun berapa. Kalau tidak salah ketika itu saya masih SMA. Belasan tahun, masih imut, dan masih suka menghirup asap rokok tentunya (jangan ditiru yah).

Begini ceritanya...

Kala itu, peringatan hari kemerdekaan lagi ramai-ramainya di berbagai pelosok kampung. Namanya pitulasan (tujuh belasan), pastilah di setiap kampung di Banyumas ini banyak aneka perlombaan dan tontonan, salah satunya tentu saja acara resepsi yang merupakan acara puncak dari peringatan pitulasan ini.

Tahun 90-an akhir (ketahuan tua nya inih), merupakan tahun yang bisa dikatakan masih rawan. Ketika itu reformasi masih bayi, kerusuhan dan keamanan belum pulih benar. Tapi sebagai bujangan yang menyandang gelar jomblo akut pendekar kampung (pendek kekar kalau mau papung), kami dengan beraninya bermain kesana kemari mencari hiburan... (Argh coba kalau waktu fesbuk sudah ada... gak bakalan terjadi cerita seperti ini).

Malam itu kami dapat info kalau ada lengger Banjarwaru di kampung sebelah. Pelak saja dengan menaiki sepeda kami menuju ke tekape (masih pada miskin, belom punya onta maupun kuda).

Kampung itu jauhnya kurang lebih 6-7 kilometeran dari kampung kami.

Berhubung kami harus melewati pegunungan (kampung pisan euyyy), akhirnya sepeda kami, kami titipkan di salah satu rumah saudara saya.

Dengan berjalan kaki, kami menuju tempat pertunjukkan lengger tadi. Kurang lebih hampir satu jam kami baru sampai di tekape.

Gambar lengger.
Sumber : sriuning.wordpress.com

Dasar nasib lagi sial, ternyata bukan pertunjukkan lengger Banjarwaru yang di pertontonkan di acara resepsi tersebut. Melainkan hiburan biasa yang diisi tarian-tarian kekinian yang dibawakan oleh anak-anak TK. Huasyuuuuh!!!!

Ternyata kami terkena berita HOAX. Wkwkwkwkwk....

Kesal, geli, capek bercampur menjadi satu. Alhasil, kamipun pulang dengan membawa keperawanan kekalahan. Mbuehehehe....

Suasana ketika pulang adalah suasana yang sungguh tak bisa dilupakan. 

Kembali kami melewati jalan yang gelap gulita. Bagaimana tidak gelap, lha wong kami harus melewati daerah pegunungan, lebih tepatnya hutan, yang belum terjamah penerangan sama sekali.

Jangankan listrik, obor saja tidak ada! Kamvrt pisan kan?

Tapi ya namanya anak kampung... Hal seperti itu sudah lumrah dialami oleh kami.

Namun yang lagi-lagi bikin syerem adalah.... Pulangnya pada berlari semua. Kurang lebih ada dua puluhan anak waktu itu.

Saya yang jarang berlari akhirnya harus menebus dosa-dosa saya selama ini dengan berada paling buncit diantara mereka.

Sampai di sebuah grumbul yang mendekati jalan raya, mata kami yang sudah terbiasa melihat gadis cantik sesuatu yang aduhai, akhirnya berpikiran jahad!

Yupz, sepanjang jalan di grumbul kecil itu berjejeran pohon mangga yang tidak terlalu tinggi. Bahkan dengan tidak perlu njinjik, buah mangga tersebut bisa dipetik dengan mudahnya. 

Dasar lagi biadab, pohon mangga yang jumlahnya (menurut perhitungan saya), ada lebih dari tiga puluhan tersebut dengan brutalnya kami petik.

Tidak satu atau dua... Setiap anak mencuri mangga tersebut lebih dari dua buah. Bahkan kaos yang kami kenakan kami pakai untuk menampung buah hasil curian tersebut. 

Bukan hanya mencuri... Kami pun kencing sambil berjalan di depan rumah-rumah yang ada pohon mangganya tersebut. Ah, sungguh kurang pacar. Wkwkwkwk....

Dan herannya, tak ada satupun pemilik rumah/mangga yang menghardik kami. Jangankan menghardik, keluar sajah tidak! Hahahaha.... Takut kali yeee....

Setelah sampai di jalan raya, jalan yang sudah agak jauh dari grumbul tempat kami..ehem..mengambil mangga, kamipun mulai menikmati colongan mangga kami.

Ahay, dasar lagi apes... Ternyata mangganya kecut alias tidak manis sama sekali. SEMUANYAH!

Hahahaha....

Malam yang terhasyu-hasyu... Sudah ndak bisa nonton lengger, mangga curianpun hambar tak ada rasa.

Sebagai bentuk kemarahan, kencinglah kami berurutan di jalan raya tersebut. Air kencing kami, kami bentuk tulisan STOP di tengah jalan raya yang ketika itu tak ada satupun kendaraan yang lewat. Hahahahaaa...... Apessss...



Sumber gambar  : browsing via google




Wednesday, March 22, 2017

NETIZEN CERDAS

Jangan terlalu percaya dengan sosmed... Berita apapun jangan ditelan mentah-mentah.
Apalagi ditengah PILKADA seperti saat ini. Banyak berita HOAX diumbar demi sesuap "nasi".
Mereka (selanjutnya kita sebut BUZZER) adalah juga manusia biasa. Butuh biaya untuk hidup dan kehidupan.

Saya pernah mengikuti webinar, ada salah satu orang yg memiliki banyak akun demi kepentingan "nasi"

Bahkan di koran, ada seorang anak muda yg memiliki akun hingga ratusan.

Ada juga teman blogger saya yang dibayar sampai empat ratus ribuan hanya utk satu tweetnya.
Sekali lagi, buzzer adalah manusia biasa. Namun mereka adalah manusia-manusia “pintar” yg mampu menggunakan kesempatan di tengah majunya teknologi.

Lupakan sejenak ttg tulisan atau postingan-postingan mereka yg mungkin "ngawur". Tapi itulah seni dlm dunia buzzer. #saya nggak tega bilang BOHONG J
Terkadang kondisi-lah yang harus memaksa mereka untuk sekedar menebar berita hoax demi kepuasan yang membayar. #ini-pun tidak bisa dibenarkan J

Tapi saya yakin, bahkan haqqul yakin kalau masih banyak BUZZER yang menggunakan nurani-nya dg baik.

Dan sebagai pengguna sosmed biasa, setidaknya, marilah kita berusaha menjadi penerang ditengah gelapnya informasi yang berseliweran. Setidaknya utk diri sendiri. Syukur bisa menjalar ke keluarga, saudara, dan sahabat2 kita. Bukankah segala hal yg besar berawal dari hal-hal kecil?

Do'a saya, semoga makin banyak CAHAYA ditengah ketidakpastian berita di dunia seperti ini (maya).

Dan semoga Anda termasuk dalam barisan CAHAYA tersebut.
Semoga….

Saya tweet juga disini ===> https://twitter.com/dachodarsono


INI DIA, 2 TEMPAT LIBURAN YANG MENGASYIKAN

Assalaamu'alaikum wahai para pecinta liburan. Bagaimana dengan rencana liburan berikutnya? Apakah kalian sudah menemukan destinasi untuk liburan berikutnya? Jika belum, marilah kita mulai mencari tempat liburan yang sekiranya cocok buat selingkuhan dengan mantan kita dan tentunya pas di kantong kita. Mbuehehe...

Tapi sebelumnya, izinkan saya bertanya kepada sampeyan semua, "Apakah sebenarnya tujuan dari liburan itu sendiri?"

Kirim jawaban sampeyan sekarang juga. Kirim kemana bang? Cukup dikirim ke kalbu sampeyan saja. Jika sudah, maka saatnya yang tepat buat ngelamar eneng  mencari tempat berlibur yang aseloleh.

Nah, berikut beberapa tempat liburan yang bisa sampeyan pertimbangkan untuk berlibur.

Pertama, pantai coy!


Siapa sih yang tidak suka pantai. Ombak yang indah, disertai pemandangan cewek yang pakai bikini doang  khas pantai berupa hamparan pasir ( pasir putih,merah, kuning, hijau...) yang begitu menawan. Belum lagi kalau kita bisa menikmati indahnya matahari terbit dan tenggelam disana. Argh, sungguh menyejukkan hati. Bagi yang suka bermain bola, apa salahnya kita membawa bola dari rumah. Bermain bola bersama. Tendang sini tendang sana. Dan kelebihan dari main bola di pantai adalah .... Tak ada kata offside, kartu kuning, kartu merah apalagi kata PUTUS! NDAK ADA BANGED.... Wow... Keren khan brotttt? :)



Namun ada sesuatu yang mesti diperhatikan kalau kita berlibur di pantai. Apa itu? KEEP SAFETY. Nah, tahu sendiri kan sudah banyak orang yang justru kehilangan nyawanya gegara tidak menjaga diri dengan baik, Kebanyakan sih terbawa ombak. Memang sih ada penjaga hati pantai, tapi bagaimanapun juga, faktor yang paling berpengaruh adalah diri kita sendiri. Kita harus mematuhi segala hal yang sudah menjadi peraturan disana. Misalnya saja larangan dilarang berenang. Maka sebisa mungkin kita untuk tidak berenang di area terlarang tersebut. Bisa-bisa bukan liburan menyenangkan yang kita dapat, malah hal lainnya yang tidak baik untuk diri kita. Nah lhoh...

Oh ya, hampir lupa... Kalau kita hendak ke pantai sebaiknya kita membawa beberapa perlengkapan yang sekiranya kita perlukan, diantaranya : Krim kulit, shampo, sabun mandi, kondom handuk, celana dalam yang banyak ( 5 atau sepuluh... Mo jualan bang?), kaos/pakaian, alat-alat yang menjadi hobi kita (pancing, bola kaki, bola tangan, bola muka... ada gak sih? dan sebagainya). Jangan terlalu banyak membawa barang yang tidak begitu penting, mantan misalnya. Wkwwkwkwk...

Tempat liburan mengasyikkan yang kedua adalah pegunungan.


Wuih, saya pikir, bagi pecinta dunia hitam  adventure, pegunungan adalah salah satu destinasi wisata yang mak bedendut joss.. (apa kuwe???). Khususon bagi saya yang pernah mendaki beberapa gunung kembar yang ada di Jawa ini, menikmati liburan di alam terbuka seperti di pegunungan sungguh pengalaman yang sukar ditandingi dengan hal manapun, kecuali balikan sama mantan yang paling mengasyikkan. Mbuehehehe....

Ada beberapa cara untuk menukmati liburan di pegunungan ini. Selain mendaki atau berkemah, cukup hanya menikmati kaki gunungnya saja barang satu atau dua jam sudah bisa membuat kita fresh kembali. 



Khusus bagi yang suka mendaki gunung, peralatan dan fisik mungkin tidak menjadi kendala. Bagi pemula, peralatan yang mahal dan fisik yang ekstra bugar bisa menjadi bagian yang mungkin dapat menjadi kendala tersendiri.

Namun, ada satu hal yang menjadi titik pusat dari postingan ini, yaitu liburan. So, silahkan nikmati dua alternatif tempat liburan tersebut dengan cara kalian masing-masing. Intinya, yang penting happy :)

Nah, itu dia 2 tempat liburan yang mengasyikan versi www.masdarsono.com. Bagi kalian yang memiliki tempat atau destinasi wisata lainnya yang mungkin sama-sama asyik, atau bahkan lebih asyik, yuuk sharing-sharing disini. Siapa tahu jodoh. :)


Tuesday, March 21, 2017

KETIKA PENJUALAN SAYA "DOWN" (SEBUAH INSTROSPEKSI YANG RADA SERIUS)

Met pagi dan assalaamu 'alaikum para calom milyarder semua.

Pada pagi hari ini (jam dinding di rumah saya menunjukan pukul 03.22 dini hari), saya, mas Darsono, lelaki tampan yang biasanya ceplas ceplos asal njeplak, di pagi dimana kondisi saya dalam keadaan lapar dan butuh asupan cendol hangat (ada gak sih), saya mencoba untuk belajar mawas diri sembari menonton pilem bokep   gambar diri sebagai salah satu pelaku bisnis online.

Sungguh, yang namanya jualan itu tak semudah mengintip perawan mandi membalikkan telapak kaki gajah. 

Buktinya, tiga bulan terakhir ini penjualan saya rada terseok-seok. Saya tidak akan menyalahkan pekerjaan kantor yang sangat berjubel. Apalagi menyalahkan para jomblo yang sampai saat ini belum dapat bekasan teman   jodoh yang sempurna, sesempurna hidup gua... eaaaaa....

Benar kata mastah saya, bahwa berjualan online itu, selain kudu sabar, kita juga kudu kerja keras dan cerdas. Sebagai pebisnis tanggung kayak saya, memang waktu dan tenaga harus benar-benar dimanfaatkan sebaik mungkin. Jika tidak, maka inilah yang sedang saya alami, penjualan rada seret kayak apanya perawan dompet yang dilumuri lem tikus. Ihirrrr.....

Teman-teman bisa membeli buku ini lewat saya...
Ikuti kontes selfie buku tersebut dan dapatkan hadiah utama emas 24 Karat bagi 30 pemenang (berbatas waktu).
Silahkan kunjungi facebook saya sekarang juga :)


Nah, disaat jualan down inilah ada kisah yang harus saya jadikan penyemangat sekaligus ibroh alias contoh dalam kehidupan saya yang asyik ini :)

Kisah siapakah itu wahai kisanak? Kisah Abdul Rahman bin Auf dengan kisah kurma busuknya.

Kata Rasulullah Saw, Abdul Rahman bin Auf r.a akan masuk surga paling akhir karena terlalu kaya. 
Ini karena orang yang paling kaya akan dihisab paling lama.
Maka saat mendengar ini, Abdul Rahman bin Auf r.a pun berfikir, bagaimana caranya bisa miskin kembali supaya masuk syurga di awal.
Selepas Perang Tabuk, kurma di Madinah yang ditinggalkan sahabat menjadi busuk. Lalu harganya jatuh.
Abdul Rahman bin Auf r.a pun menjual semua hartanya, kemudian memborong semua kurma busuk milik sahabat tadi dengan harga yang sama dengan harga kurma yang bagus.
Semuanya bersyukur..


Alhamdulillah.. 
Kurma yang tadinya dikhawatirkan tidak laku, tiba-tiba laku keras.
Diborong semuanya oleh Abdul Rahman bin Auf.

Sahabat gembira...
Abdul Rahman bin Auf r.a pun gembira. Semua bahagia..

Sahabat lain gembira sebab ada kurmanya terjual.
Abdul Rahman bin Auf r.a pula gembira karena... JATUH MISKIN!  Nah lho?
Hebat kan?

Coba kalau kita? 
Bisnis Goyang sedikit, 
Baru 1-2 hari tidak closing, sudah teriak tak tentu arah.

Pusing, stress..
Menyalahkan supplier yang telat kirim,
Kesal karena targetnya PHP, rewel dan sebagainya.
Abdul Rahman bin Auf r.a jusru merasa sangat lega, karena tahu akan bakal masuk surga duluan.
Iya lah, karena sudah miskin.. Hehe

Namun.. 
Subhanallah..
Rencana Allah itu memang selalu paling terbaik.
Tiba-tiba, datang utusan dari Yaman membawa berita, bahwa Raja Yaman mencari kurma busuk.
Rupa-rupanya, di Yaman sedang berjangkit wabak penyakit menular, dan obat yang bisa menyembuhkannya adalah Kurma busuk..
Utusan Raja Yaman itu berniat memborong semua kurma Abdul Rahman bin Auf r.a dengan harga 10 kali lipat dari harga kurma biasa...
Allahu Akbar..!!

Jadi..
Yang beri rezeki itu datangnya dari kurma yang bagus atau kurma yang busuk ?
Allah SWT lah yang Memberi Rezeki.
Yakinlah bahwa rezeki itu Mutlak dari Allah. Bukan karena bisnis kita itu sudah cukup bagus atau produk kita yang terbaik, yang nantinya akan memberikan kita penjualan dan keuntungan yang banyak.
Kadang-kadang, Keyakinan dalam hati kita itu yang belum cukup kuat dan bulat...
"Kita bisa merencanakan sesuatu, tetapi Allah juga telah merencanakan segala sesuatu bagi kita"
Semoga ini selalu menjadi pengingat bagi saya dan mereka yang sedang berbisnis. Pengingat baik dalam kondisi yang lapang maupun bisnis sedang di Uji oleh Allah..
Semoga bermanfaat.

Oh ya, saya sampaikan terima kasih pada salah satu mastah saya, Oom Yunus atas share ilmunya. Semoga Beliau senantiasa diberikan kemudahan oleh Allah SWT.

Sekian dulu yah kisanak semua. Itulah postingan dari saya yang agak yahuud. Mbuehehehe...

Wassalaam.

Friday, February 24, 2017

JEGLONGAN SEWU (Jilid 2)

Dear para bikers yang super duper lemper pempers... Huek! 

Semoga para bikers semua lagi dalam kondisi waras, bregas, dan masih bisa sepuas-puasnya tarik gas.

Sebelum tulisan ini saya lanjutkan, ada baiknya sampeyan-sampeyan siapkan secangkir kopi ataupun teh tubruk yang dikasih gula. Ada baiknya lagi, sampeyan-sampeyan siapkan sapu dan juga batu. Siapa tahu tulisan ini bikin marah. Setelah itu, bolehlah kalian timpuk gadget, laptop, ataupun PC yang sedang sampeyan gunakan untuk membaca postingan ini. Nah, ada hadiah menarik berupa sapu lidi yang berbentuk pantat sapi buat kalian yang berhasil menimpuk. Yeah! Gemana gak asyik coba? Wkwkwkwk.

Okey, sebenarnya postingan ini adalah lanjutan dari postingan yang lalu. Postingan apa tuh mas? Postingan tentang JEGLONGAN SEWU. Wkwkwkwk.

Entahlah, sebenarnya saya bosan, bahkan cenderung males untuk menulis perihal masalah ini. Tapi mau bagaimana lagi, sebagai biker sejati yang saban hari bergelut dengan jalan raya, tampaknya artikel ini bisa sedikit mengobati "luka hati luka diri" yang saya alami. Eaaa....

Setidaknya unek-unek saya sebagai warga negara yang hensem alias caem bisa saya keluarkan disini. Toh, ini era demokrasi. Kata nenek, demokrasi adalah ..... Ah, sudahlah. Yang jelas saya sudah kepalang basah menulis beberapa kalimat demi terciptanya satu postingan yang berkualitas. Mbuehehehe....

Perihal jeglongan sewu alias seribu lubang kedengarannya memang sangat hiperbolis. Bahkan cenderung hoax. Pertama kali saya menggunakan istilah ini ketika waktu itu ada pembinaan dari para pejabat salah satu dinas yang ada di kabupaten Banyumas ini.

Pembinaan teruntuk beberapa pegawai yang berada di lingkungan dinas tersebut berlangsung khidmad, bahkan cenderung cair dengan beberapa guyonan/joke-joke yang dilontarkan oleh salah pejabat tersebut.

Pembinaan berlangsung di salah satu kecamatan dimana tempat kerja saya termasuk dalam wilayah kecamatan tersebut. Kurang lebih 40 kilo meteran jarak yang ditempuh oleh para pejabat tersebut ke kecamatan yang dijadikan sebagai salah satu lokasi pembinaan.

Nah, dalam acara itulah salah satu petugas pembina nyeletuk soal wahana baru... wisata baru... bernama...JEGLONGAN SEWU. Ekekekekeke.....



Emang sih bukan kalimat baru. Buktinya beberapa dari pegawai yang dibina ternyata langsung ngeh dengan guyonan tersebut.

Perlu diketahui, saat ini sedang ada perbaikan jalan pada beberapa titik jalan yang memang sangat membahayakn para pengguna kendaraan tersebut. Untuk kamu hey penikmat pacaran sembari nyel-nyelan di jalan raya, WASPADALAH...WASPADALAH! 

Bisa-bisa bukan kenikmatan yang kalian dapatkan, tapi nyawa yang melayang sia-sia di tengah jalan. Ini akut! Sungguh akut..... ihhh... akut... #takut sum!

Beberapa hari yang lalu saya pulang malam. Bukan karena habis gendhakan ataupun selingkuhan, tapi lembur mengerjakan daftar nominatif sementara peserta ujian nasional.

Jam sembilan malam saya baru pulang. Nah, di sekitar bendung gerak serayu, jalan yang saya hafal sekali banyak JEGLONGAN SEWU nya, sebuah mobil sedan yang berjalan (janda kelessss berjalan), di belakang saya mabur alias terbang. INI SERIUS!

Kronologisnya seperti ini....
Saya berada di antara dua mobil dan satu sepeda motor. Mobil tersebut berada di depan dan di belakang saya. Sedangkan sepeda motor yang satunya tepat berada di depan saya persis. Pada salah satu tikungan yang banyak lubang, saya dan kendaraan yang berada di depan saya berusaha melambatkan laju kendaraan kami.

Namun sedan yang berada di belakang kami, tak lihat dari kaca spion justru menambah kecepatanya. Wah, ini akut.... batin saya.

Sebagai bikers yang sudah terbiasa untuk menggunakan keputusan dengan cara yang secepat-cepatnya namun benar, sayapun akhirnya kembali menambah kecepatan dengan cara banting stang ke sebelah kiri dari mobil dan sepeda motor yang ada di depan saya.

Pikiran saya, jika sedan yang berada di belakang saya masuk ke lubang dengan kecepatan seperti itu, maka salah satu akibat terburuk dari kejadian itu, ini menurut saya, sedan itu akan terbang menabrak saya. 

Maka dengan secepat kilat saya gas sembari banting stang ke kiri. 

Dan benar juga.... KRAK!!! 

Begitu sedan itu masuk ke lubang, karena kecepatan yang lumayan tinggi tersebut, terbanglah alias njundhal itu sedan. Kejadian tersebut terlihat dari kaca spion saya. Dan dengan sedikit menoleh, karena saya khawatir sedan itu masuk ke sungai, saya lihat sedan itu terbang menuju arah kanan dari mobil yang tadi ada di depan saya. 

Jesss....

Untunglah tak ada kendaraan dari arah depan. Kalau ada..... Argh, na'u dzubillah.....

Dan masih untung juga sedan tersebut tidak nyemplung ke kali Serayu.

Untungnya lagi, tak ada korban dari kejadian tersebut. Sedan berjalan seperti biasa beberapa meter dari tempat kejadian perkara. Hmmmmm....

Itu baru satu kejadian. Masih ada beberapa kejadian lagi. Tapi saya tidak ceritakan disini. Takut pada hamil. Gkgkgkgkgk.....


Saya pikir sampeyan-sampeyan yang saat ini biasa melewati jalur PURWOKERTO-WANGON via Rawalo sudah familiar dengan keadaan jalan yang rusak tersebut. Atau jangan-jangan sampeyan tidak familiar lagi, tapi sudah bertunangan. Mbuehehehe...

Warta bagusnya, beberapa hari yang lalu saya baca di salah satu media lokal, konon katanya pada bulan Maret nanti pekerjaan untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak itu akan selesai. 

So. masih ada sekitar satu bulan lebih untuk menguji kesabaran kita (elu kali), yang saban hari melalui jalur ini.

Bagaimana? Apakah ada yang marah dengan postingan ini? Kalau ada... Syukurin!

Kalau ndak ada? Mungkin sampeyan kurang PEKA (Pekarangane amba)
Wkwkwkwkwk...




PERINDU NIRWANA

Jilbabmu masih saja bercengkrama dengan anggunnya jiwamu
sementara celotehan merpati tak lagi kau hiraukan

Di awan sana, sepasang malaikat menatapmu dengan senyumnya yang jingga
kepakan sayapnya membawa berjuta aroma suwarga

Duhai wanita perindu nirwana
apalagi yang kau nanti
bergegaslah berlari
selagi nafas masih tersimpan di hati

Wednesday, February 22, 2017

OBJEK "WISATA" INI SEDANG MENJADI VIRAL DI DUNIA MAYA

JEGLONGAN SEWU

Jeglongan artinya Lubang (Lubang yang tidak pada tempat yang seharusnya), sedangkan Sewu berarti seribu. Kalau dipadukan, jeglongan sewu berarti seribu lubang alias jebakan Betmen. Wkwkwwk.

Inilah penampakan objek "wisata" berupa jeglongan sewu tersebut. Maaf, saya ambil satu gambar saja. Malu saya harus memberitahukan keadaan ini ke seluruh pelosok dunia. Wkwkwkwk....



Monday, February 6, 2017

Setiap Bertemu Orang Itu

Met malem gaes...
Udahlah, tanpa babibu dan kambingbu, apalagi wedhus-bu, saya mulai cerita ini dengan begitu antusias, berkelas, dan berimbas.

Untuk menyamarkan pelaku yang sebenarnya, maka saya diganti menjadi gue... Kalian diganti dengan elo pade, kamu diganti dengan elu.

Bagaimana, setuju? Sedelapan? Sekarepmu lah...

Sebelum saya melanjutkan cerita ini, kisah, pelaku, maupun tempat dan kejadian hanyalah khayalan belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat dan peristiwa, berarti itu benar apa adanya. Terima kasih.

(Untuk menyamarkan pelaku yang sebenarnya, maka saya diganti menjadi gue... Kalian diganti dengan elo pade, kamu diganti dengan elu.)

Setiap bertemu dengan orang itu, gue benar-benar ingin meremas-remas dan mengaduk aduk isi dompetnya. Bagaimana tidak, setiap pagi ketika gue bertemu dengan dia, maka ucapan seperti inilah yang keluar dari bibirnya yang merekah seperti orang lagi buang aer besar.

"Selamat pagi oom Darsono yang ganteng....."

Huft!

Bagaimana tidak kepengin ngambil dompet tuh anak, coba baca sekali lagi sapaan dia ke gue... Aarghhh... Kemfret pisan!

Dia bilang oom ke gue... Padahal gue udah oom oom....

Kalimat kedua yang bikin gue pengen ngantem bibirnya dengan bibir gue...halah...

Ganteng?

Kata apa pula itu?

Bagi gue, kalau ada yang bilang gue ganteng, ada dua hal yang patut disimpulkan.

1. Butuh kacamata minus
2. Pengen dapet ilmu pelet dari gue

Wkwkwkwkwk...

Jujur sih, muka gue gak jelek-jelek amat. Tapi kalau ganteng? Bah! Itu adalah salah satu fitnah dalam hidup gue... Ganteng?

Lo pade bisa lihat dech wajah gue kayak apa... Noh liat!



Enggak banget kang....

Eh, salah upload... Ini dia!


Gue yang ditengah...

Asal tahu saja, mereka berdua adalah pacar gue!
*somplak!!!

Itulah kenapa kalau gue denger ada yang bilang ganteng ke gue, maka tiba-tiba burung daraku melesat menghujam ke bawah mencari kutu kupret.... Argh.... benar-benar pitnah!

Elu tahu kan, kalau ngomong yang kagak sesuai dengan kenyataan, namanya pitnah binti ngapusi...


Dan kata-kata manis yang tidak sesuai dengan keadaan, apalagi yang disertai janji ini dan itu, anu dan ano, dan belakangnya NOL alias kagak ada buktinya sama sekali maka itu sungguh TERLALUUUU....

Nah, gue sih asyik-asyik aja dibilang ganteng...Toh pada hakikatnya tak ada manusia jelek di muka bumi ini. Jika ada manusia jelek, maka sama halnya elu lagi menjelek-jelekkan Tuhan elu sendiri... Kan yang nciptain elu adalah Tuhan... #alhamdulillah ya, sholeh....

Tapi tolonglah sesuai dengan kadarnya... Jangan berlebihan dan jangan dikurangkan... Jangan diperpanjang dan jangan diperlebar. Sesuai porsi makan siang di pabrik saja... Halah!

Itulah kenapa kalau gue bertemu dengan orang itu, gue langsung baper kaya anak ayam yang kehilangan duitnya...

Untuk elo pade, cobalah bermanis-manis dihadapan siapa saja. Tapi ingat, yang tulus. Jangan asal kalau ada jandanya saja kalian mau. Paham? TIDAAKK!!!

Oke dulu postingan dari gue, semoga berimbas pada elo pade. plis dech jadi orang yang kagak munafik. Biasa ajah lah. Toh hidup hanyalah jembatan menuju rumah gebetan elu...halah....

Be a wiseman :)

*ngomong opoooo kuwiiiii....



Thursday, February 2, 2017

GERIMIS

Tahukah kau, ada banyak tempat untuk menikmati rintihan gerimis

Namun di pembaringan ini, aku lebih leluasa menikmati rintihannya...

Bukan karena sepinya ruang...

Apalagi sempitnya hati...

Tahukah kau kenapa?

Karena disinilah semua rindu itu bertemu....



Ditulis juga di twitter saya : @dachodarsono