Tuesday, April 19, 2016

PERJUANGAN MENCARI JODOH (BAG 2)

Cerita sebelumnya : (lebih lengkapnya bisa kalian baca disini.)

Kini dihadapan Kucluk sudah muncul lelaki tua, lelaki yang berprofesi sebagai petani itu sudah bersiap diri memberikan pertanyaan demi pertanyaan kepada si Kucluk. Ya, kini saatnya wawancara dengan sang calon mertua.

Pertanyaan demi pertanyaan mulai dijawab oleh si Kucluk. Mulai dari pertanyaan sederhana seperti satu dikali satu sama dengan berapa, sampai dengan pertanyaan sulit seperti dua tambah dua ketemunya dimana... Ah, pokoknya kalau kalian lihat wawancara mereka, celana kalian pasti melorot seisi-isinya...

Sampailah pada pertanyaan yang membuat kecut nyali si Kucluk.

"Hai kisanak....Jika sampeyan ane izinkan menikah dengan anak ane, bersediakah sampeyan tinggal di kampung ini?'

====================================================

Mendapat pertanyaan sedemikian sadis, tanpa babibu dan sapi-bu apalagi kambing-bu, si Kucluk langsung nyerocos.

"Wah, maap pak... Saya mau menikah dengan anak Bapak. Bukan anak ane! Gemana sih bapak?"

Sambil merajam-rajam kumisnya yang tebal, si Bapak memelototkan matanya ke wajah Kucluk.

Kucluk kembali pergi keruang kehampaan. Hatinya masih gundah, belum dapat menjawab pertanyaan dari calon mertua.

Akhirnya, melalui bantuan hakim garis, si Kucluk meminta water break kepada sang calon mertua. 

Disela-sela water break itulah, si Kucluk menemui Arumbia, wanita yang ia puja-pija sejak dulu kala. 

"Rum, ada yang ingin abang sampein ke Arum. Tapi sebelumnya, abang minta disuapin dulu ama Arum!"

Dengan menggunakan sekop, disuapi si Kucluk. Untung saja menunya sambel goreng, coba kalau sambelado... ah, bisa muntah itu si Kucluk.

Setelah makanan habis se-panci-pancinya, diteruskanlah maksud hati memeluk gunung.

"Begini Rum, abang harus jujur... Tapi Arum juga abang minta untuk jujur. Dari lubuk hati yang terdalam, Arumlah wanita yang sangat abang cintai saat ini. Ya tentu saja selain Siti dan Markonah. Engkaulah yang paling menawan. Sekali lagi rum, maukah engkau jujur pada abang?"

"Bang..... Arum pasti jujur sama abang. Dulu kan Arum juga jualan jujur kacang ijo di emperan rumah bang Ipol. Santai saja bang!"

"Baiklah rum, sekarang abang sangat percaya sama yang nulis cerita ini. Rum... tadi abang dikasih pertanyaan sama Bapak, jika nantinya abang menikah sama Arum, abang diminta untuk tinggal di kampung ini rum. Jujur, ini lebih ruwet dari masalah reklamasi gunung utara dan peggusuran warga kampung Bawang. Abang tidak mungkin tinggal disini rum. Sebagai pendekar yang bertugas memberantas kezaliman, abang harus senantiasa berkeliling memusnahkan kezaliman. Abang tidak mungkin tinggal disini!"

Perlahan tapi pasti, melelehlah ice cream yang sedang dijilatin Arumbia sedari kemaren sore.

"Abang tidak suka Arum? Atau ..........."

"Cukup rum! Abang sangat sayang Arumbia dan juga keluarga Arumbia! Abang hanya tidak bisa meninggalkan garis takdir abang. Abang ini pejuang! Walaupun di Partai abang sudah ditendang, abang ini tetap pejuang! Abang tidak mungkin berdiam diri seperti pertapa di kampung ini. Abang harus memerangi kezaliman di segala bidang. Dan itu membutuhkan ruang dan waktu yang panjang!"

"Ih, abang ngomong apaan sih! Emangnya di kampung ini tidak ada kezaliman? Bukankah abang bisa berjuang di kampung ini?"

"Sorry ya Rum......... Abang bukan pejuang lepel kampungan. Abang ini sudah berada pada lepel enternasional. Masa abang ngurus orang kampung? Bukannya abang sombong... Tapi abang masih diperlukan berkeliling di dunia perjuangan ini!"

Setelah berdebat selama dua purnama, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk tidak menyatukan cinta mereka di pelaminan.

Nasi sudah dimakan ayam... Setelah keduanya berpisah secara elegan, si Kucluk yang cinta mati sama Arum, membuat tatto di badannya. Tatto bertuliskan I LOPE ARUM itu dibuat di sotodio ternama di negaranya. Selain membuat tatto, si Kucluk juga melebatkan bulu keteknya sebagai tanda sayang kepada Arum. 

Sengaja ia menumbuhkan bulu keteknya agar badannya bau, sehingga tak ada lagi wanita yang mau mendekatinya. Pokoke joged!

Selain itu, pusaka andalannya ia buang di Gunung Kemutug. Ia takut kalau salah satu petuah pusakanya itu bisa menggairahkan libido wanita untuk mencintainya.

Dalam setiap pengembaraan-nya, jikalau si Kucluk rindu akan si Arum, di pegangilah bulu keteknya yang lebat itu sembari dicium dan mengucap katah mesrah.... I LOPE YOU SOMAD ARUUUM.............

Begitulah akhir dari perjalanan si Kucluk. Setelah ia mendapati gadis suci, ternyata tidak jadi ia nikahi. Karena berpotensi mengalahkan spirit perjuangan-nya melawan kezaliman. 

Bagaimana dengan roti basinya? sampai saat berita ini diturunkan, masih belum ketemu juga itu roti.

Lalu apa hubungannya dengan saya dan mantan?

Ya karena setiap rindu mantan, saya tiup-tiup bulu ketek ini. Segaarrrrr........................


Nb. 
SETIAP PEJUANG PASTI MENEMUKAN RINTANGAN
*Prettt!!!




12 comments:

  1. Wah sepertinya mas darso ini orang yang sumo ( susah move on ) ya mas :D
    Btw bulu ketek siapa ya yang di tiup-tiup oleh mas darso itu ???

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan sumo..... tapi harakiri!!!

      keteknya emak gue!

      Delete
  2. Penonton kecewa...roti basi belum juga di temukan...haha

    itu pake bawa-bawa tetangga saya mas...siti dan markonah :D

    Kebiasaan aneh...masa setiap rindu mantan. tiup-tiup bulu ketek...dimana-mana kalau orang rindu mantan, lihat photo...haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. roti basi masih dlm tahap inpestigasi bang soalnya... hahahaaa...

      wah, salam yah buat siti ame markonah... xixiix

      entahlah bang... abang tahu sendiri kan kalau saya emang gitu orangnya... mbuhehehehehee

      Delete
  3. Mantan itu masa lalu mas, lupakan. Megenang mantan itu pekerjaan yang sia-sia, hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. setujuh bu...

      mantan adalah bekas... jadi dibuang ajah jauh2 ...
      hahahaaa....

      Delete
  4. Ini gara2 nasi sudah dimakan ayam mas
    Jadi engga kebagian nasi saya mas mas
    Kok dia bilang i lope u somad arum
    Kan namanya arumbia bukan somad arum mz?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sorry Nik... elu sih, udah dibilangin kalau ada ayam, masih sajah tidur di BECAK.. akhirnya keduluan dah elu!

      Karena somad bukanlah arum ...

      Delete
  5. move on lah mas, patah hati adalah jatuh cinta yang tertunda, ehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah kalau sayah sih mup on bangedz gan... hahaaaa

      Delete
  6. Xixixi, lucu banget baca gaya tulisannya

    ReplyDelete

Ini adalah tempat ngeluarin uneg-uneg.
Monggo yang mau nyerocos, saya persilahken :)

Oh ya, link hidup terpaksa saya cubit lho ...