Thursday, April 28, 2016

RAJA JALANAN ITU ADALAH ..........................

Selamat siang wahai penduduk yang ber KTP dan yang tak ber KTP. Apa kabar kalian hari ini? Apakah utang masih menumpuk? Apakah pacar masih menimpuk? Apakah selingkuhan masih menjenguk? Aw aw aw... 

Semoga kalian dalam keadaan berpakaian dan masih bisa makan dari hasil jerih payah kalian yang halal. Bukan dari hasil korupsi apalagi hasil menjual keperawanan maupun kebujangan kalian. *HALAH!





Postingan kali ini adalah postingan yang diambil dari kisah nyata, bukan dongeng Cinderella dan sepatu futsalnya. Bukaaaannn!!!

Pagi tadi, tidak pagi-pagi sekali sich, seperti biasa saya berangkat kerja bersama salah satu motor iritku :)  Suasana jalan lumayan ramai, maklum sudah mendekati jam 7. Wah ramai pokoknya... Kayak semut lagi rebutan upil.

Sekitar 2 kilo meteran dari istana saya (wkwkwkwk), dari arah gang yang lumayan mungil (gang kelinci kayaknya) ada dua orang ibu-ibu yang naek motor berboncengan, yang menurut saya sih, dia mau menyeberang jalan.

Mungkin karena kaget, ibu-ibu yang duduk didepan (bikers-nya) marah-marah. Gara-gara nya sih ketika motor mereka sudah masuk ke jalan besar, dengan seenaknya ada seorang bikers yang dengan kecepatan tinggi tidak berusaha mengurangi kecepatan, malah tambah cepat.

Upz, dengan tiba-tiba sang ibu yang menjadi biker langsung mengerem secara mendadak. Kontan mereka berdua langsung meneriaki si pengendara sepeda motor yang melaju kencang tersebut.

Bagaimana dengan saya? Saya sih senyum-senyum saja sembari menatap wajah ibu-ibu itu. Kebetulan kan saya berada di belakang bikers yang ngebut tersebut. Dan bukan tanpa kebetulan, saya memang memacu kendaraan saya dengan kecepatan yang lumayan lambat. 

Kok bukan kebetulan? Karena hampir setiap saya naik motor maupun naik kucing di jalan, mata saya senantiasa jelalatan. Ya siapa tahu saja ada cewek cakep yang bisa digodain. Mbuehehe...

Saya pikir saya cukup beruntung dengan kebiasaan jelalatan mata saya ketika di jalan. Pun demikian dengan apa yang terjadi di pagi tadi. Dari kejauhan saya sudah melihat dua ibu-ibu yang naik motor tersebut. Dan dengan ilmu kanuragan tingkat sembilan, batin saya berkata.... "Pasti mereka hendak menyeberang jalan..."

Dan tepat pulalah dugaan saya, mereka hendak menyeberang jalan. So, dengan cukup mendadak saya mengurangi kecepatan motor saya. Berbeda dengan pengendara motor yang ada di depan saya... Wuihhh... cepat kayak lagi balapan ulat! Wkwkwkwk...

LALU .... SIAPA YANG SALAH?
Berdasarkan analisa dan penglihatan saya sih, kalau dipikir-pikir yang salah ya ibu-ibu itu. Kok bisa? Begini kronologisnya (sekali lagi ini berdasarkan penglihatan saya).

Dari kejauhan saya melihat mereka (ibu-ibu) naik motor hendak keluar dari gang kecil menuju ke jalan besar. Kemungkinan mereka mau menyeberang. Dan memang tepat dugaan saya kalau mereka hendak menyeberang. Tapi saudara-saudara............................. Berdasarkan penglihatan saya, ibu-ibu tadi bukannya melakukan "persiapan" penyeberangan dengan baik. Mereka malah asyik ngobrol. Lucunya, ibu-ibu yang mengemudikan motor malah sempat-sempatnya ngobrol sembari menghadap ke belakang alias berhadapan dengan sang boncengers nya... Waduh!

Lampu sein, klakson, bahkan lampu utama juga ndak kepakai sama sekali....

Coba bayangkan, jalan yang dilalui saya dan biker yang ngebut itu kan jalan raya, sedangkan ibu-ibu tadi dari gang kecil. Karena kami berada di jalan raya, ya otomatis kendaraan kami melaju dengan cepat. 

Apalagi ketika ibu-ibu itu mau menyeberang (menyeberang dan tancap gas ke kiri), lampu sein tidak dinyalakan. Klaksonpun tidak. Ya otomatis para pengendara di jalan raya tadi berpikiran kalau ibu-ibu tadi mau berhenti. Apalagi ketika hendak memasuki jalan raya dari gang kecil itu, jalan mereka diperlambat. Tapi tanpa babibu kecepatan mereka dipercepat...

Ah, banyak bikers dan pengendara kendaraan lainnya yang kaget dibuatnya. Lha wong ndak ada kode sama sekali dari ibu-ibu itu......

Dan sialnya, lelaki muda yang melaju di depan saya diumpat sedemikian rupa...

Ah ibu..... Untung saja cantik. Kalau tidak cantik, tak masukin ke karung kalian berdua.... Hahahaha....

Ini bukan kali pertamanya saya mengalami kejadian yang serupa (tentunya berhubungan dengan para bikers maupun pengendara kendaraan jenis lainnya dimana ibu-ibu/wanita yang menjadi pengendaranya).

Sudah sering kali!

Bukan saya bermaksud merendahkan wanita atau apalah itu... Tapi pengalaman saya yang mengatakan itu. Dan bukan berarti juga kalau wanita tidak jago di masalah bikers membikers.... Banyak lho wanita yang lebih jago ketimbang jago mereka sendiri... Mbuehehe... Lebih jago mengendarai dari pada saya maksudnya :)

Suatu waktu saya berada di belakang sebuah mobil baru. Di tengah tidak... Di pinggir juga kagak tuh...  padahal tak ada mobil di depannya maupun disampingnya.... Selain itu, cepat juga tidak... lambat juga no way... Alhasil ketika saya hendak menyalip ini mobil... ampun dah... susahnya bukan amplop!

Saya mbatin.... "Ini pasti bukan fans-nya saya... Dan pasti pengemudinya wanita!"

Ahay.... tebakan saya boleh juga. Supirnya wanita ;)

Sekali lagi, ini tidak terjadi satu atau dua kali... Dibanding supir cowok, cewek lah yang sering melakukan hal "membingungkan" seperti itu ketika berada di jalan.

Pernah juga waktu itu saya sedang berkendara di jalan dimana ada pasar di sebelah jalan itu. Tiba-tiba saja ada pengendara wanita yang belok kanan tanpa "aba-aba."

Ughhh!! Untuk peristiwa tersebut, wanita itu dimarahin sama orang-orang yang ada di pinggir jalan dan orang-orang yang ada di depan pasar...

Ah... Raja jalanan itu ternyata adalah.........................






30 comments:

  1. ternyata adalah ibu-ibu.. Yey.

    Saya dulu sempat hampir nabrak karena tidak peka dengan sein yang dikasih, dia kasih seain ke kiri berarti saya harus lewat kiri, bukan ke kanan :|

    ReplyDelete
  2. Ha...ha... raja jalanannya adalah wanita yah Mas bro,...

    Kadang juga lampu send kiri tapi beloknya nganan.

    Emang seharusnya wanita itu di ken...... bukan mengendarai yah hikhik..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bos...
      sering sekali itu :)

      haaaaaaaaaaaaaaa

      Delete
  3. wkwkwk ngakak....
    udahlah mending ngalah daripada diceramahin dijalan sama ibu-ibu.... kalo ceramahinnya pelan-pelan sih nggak masalah... lhah ini sampe narik ribuan mata.... kan malu....

    ReplyDelete
    Replies
    1. saya satu kali dulu....
      malu ah ...
      xicixiiii

      Delete
  4. Dijalan itu segala jenis macam watak dan karakter manusia berkumpul. Ada yang lemot dan ada yang cepat. Yang lemot harus siap minggir.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang lemot betteray nya diganti :)
      hahahahaaaaaaaaaaaaaaaaaa

      Delete
  5. Sebelum baca tulisanmu, aku udah bisa njawab pertanyaanmu itu mas... ya jelas emak-emak lah wkwk :D

    ReplyDelete
  6. Raja jalanannya wanita dan juga perempuan ya kang :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. bukan lelaki.... bukan pula ban**

      hahahaay....

      Delete
  7. Tapi jangan digebyah uyah dong mas, ada sih yang begitu tapi banyak juga yang enggak lho. Justru banyak wanita yang 'terpaksa' mejadi rider demi membantu suami mencari nafkah, mis : jualan blanjan, jualan jamu, dll.

    Mungkin perlu diingatkan ya supaya ibu-ibu ini lebih berhati-hati. Dan saya percaya masih banyak rider wanita yang disiplin di jalan raya. Saya salut pada rider wanita Indonesia, selain kerja di rumah mengurus segalanya masih bisa juga bekerja di luar rumah :))

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihiiy... saya ndak gebyah uyah kok mbak...
      itu di tulisan saya kan ada.... tidak semua wanita begitu... hehhe... tapi kebanyakan wanita mbak... ini bukan hanya semata pengakuan saya saja...

      suatu hari ada teman lelaki saya yg nulis status hampir sama dg judul postingan saya... hehehe...

      Yeahhh.... baik ibu2/ laki2/siapa saja memang kudu hati2 di jalan raya :)

      Delete
  8. Ibu2 itu ga pernah salah loh mas
    Justru mas itu yg salah
    Pokoknya salah lah
    Mas salah

    ReplyDelete
  9. Hmm sepertinya raja jalanannya sangat menakutkan nih mas jadi takut nih turun kejalan untuk sweepingnya, ahi hi hi.

    ReplyDelete
  10. semua karakter seseorang bisa terlihat di jalanan contoh nya karakter tidak konsisten yaitu orang yg nyalain lampu sein ke kiri tapi malah belok nya ke kanan yaaa kaya ibu ibu gitu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahhaaa....
      mendhing nyalain lampu sein... lah ibu2 yg pagi itu kagak ada lampu yg dinyalain bro... :)

      Delete
  11. bagaimana kalau namanya diganti jadi:Ratu Jalanan, kehkehkeh...

    ReplyDelete
  12. Salah satu raja jalanan adalah mamaku. Tukang ngebut, pernah kena tilang yang dimarahin malah polisinya, nabrak kucing 2x juga pernah. Ah sudahlah :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. wow... ruaarrrr biasahhh...
      semoga anaknya niru..
      eh!

      Delete
  13. iku sepatu caterpillare asli opo kawe kang?

    ReplyDelete
  14. kirain gue raja jalanannya itu si Boy sama si Reva *sinetron anak jalanan* :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah... ada si Boy!
      Emon-nya manaaa???
      xixixixi...

      dah lama banget nggak nonton sinetron itu... padahal saya suka sekali sama wajah ibunya si Boy ;)

      Delete
  15. Rajanya adalah ibu-ibu. Dan Ratunya siapa, pak?

    ReplyDelete

Ini adalah tempat ngeluarin uneg-uneg.
Monggo yang mau nyerocos, saya persilahken :)

Oh ya, link hidup terpaksa saya cubit lho ...