Tuesday, August 23, 2016

SEDEKAH BUMI

SEDEKAH BUMI- Selamat siang sobat blogger yang imut-imut dan amit-amit. Hari ini ada perayaan istimewa di kampung tempat dimana saya lahir. Yupz, hari ini ada gelaran budaya berupa sedekah bumi.

Jika di daerah pantai Cilacap ada sedekah laut, maka di kampung saya ini ada sedekah bumi.

Saya tidak tahu persis bagaimana asal muasal sedekah bumi ini. Semenjak kecil saya selalu merayakanya bersama keluarga dan teman-teman saya tentunya :)

Perlu diketahui bahwa orang Jawa sangat menyukai filosofi dan simbolik. Hampir semua hal bahkan benda yang bernama memiliki nilai filosofis tersendiri. Bahkan nama yang disematkan pun adalah bagian dari filosofi itu sendiri.

Sebagai contoh bubur merah dan bubur putih yang biasa dibuat oleh almarhumah nenek saya dahulu. Pada acara tertentu, hajatan misalnya, kedua bubur itu hampir selalu ada sebagai salah satu srana hajatan. 

Jika kita hanya memandang dari "luar" nya saja, maka akan salah kaprahlah kita dalam menanggapi adanya dua bubur itu. Ingat ya, Jawa kental dengan nilai-nilai filosofis. Kita tidak bisa menilai sesuatu dari penampakannya saja. Tapi ada yang lebih penting lagi yaitu makna yang terkandung di dalamnya.

Memang ada sementara orang yang mengatakan bahwa itu syirik dan sebagainya. Saya tidak menyalahkan. Karena masing-masing manusia berhak memberikan penilaian sesuai dengan pengetahuannya.

Namun yang harus diperhatikan disini bahwa kita tidak bisa menilai segala sesuatu dari luarnya saja. Bubur merah dan bubur putih adalah simbol harapan. Bubur merah merupakan simbol keberanian. Sedangkan bubur putih adalah simbol kesucian, kepasrahan, sekaligus pengakuan bahwa manusia itu banyak dosanya. Sehingga berharap kepada Tuhan semoga Tuhan membersihkan dosa-dosa itu agar jiwa kita kembali kepada kesucian, keputihan hati :) 


SEDEKAH BUMI

Nah, sedekah bumi ini pun tak jauh dari nilai-nilai simbolik dan filosofis. Sedekah bumi adalah ungkapan rasa syukur kehadirat Tuhan atas segala nikmat yang telah Dia berikan, khususnya adalah nikmat-nikmat yang Dia datangkan dari perut bumi. Padi dan palawija misalnya :)

Pengin tahu bagaimana tata cara sedekah bumi dikampungku? Cekidot!

Nasi tumpeng adalah sesuatu yang "wajib" ada. Ya namanya juga mau kepungan. Apa itu kepungan? Makan beramai-ramai coy!

Ya, nasi tumpeng beserta lauk yang telah dimasak dibawa ke suatu tempat yang telah disetujui bersama oleh masyarakat tentunya. Biasanya tempat tersebut berada di perempatan jalan. Kalau tidak di pertigaan jalan. Intinya di tepi jalan lah :)






Setelah semua warga berkumpul, salah satu tokoh masyarakat (biasanya tokoh agama dan adat) memimpin do'a. Do'a berisi pujian-pujian kepada Tuhan atas segala nikmat yang telah diberikan kepada penduduk kampung kami. Setelah itu, nasi tumpeng dimakan secara bersama-sama. Ramai? Pastilah!

Oh ya, nasi tumpeng itu pun memiliki filosofi tersendiri. Nasi dengan bentuk lancip di atas dan lebar ke bawah itu adalah simbol hubungan manusia dan Tuhan (Habluminallah) dan simbol hubungan antara sesama manusia dan semua makhluk yang ada di alam semesta ini.

sumber

Lancip ke atas adalah simbol habluminallah. Membesar dan melebar ke bawah merupakan simbol hubungan manusia dengan manusia, manusia dengan semua makhluk di alam semesta.

Adapun makan bersama adalah simbol guyub rukun. Simbol kebersamaan, persatuan, saling kasih, kekeluargaan diantara semua warga kampung dan simbol menyatunya pemimpin dan rakyat. Semua duduk lesehan bersama. Tanpa ada embel-embel pangkat dan jabatan. Tanpa ada embel-embel elu 
siapa, gue siapa? :)


sumber



SEDEKAH BUMI

Oh ya ada yang khas jika perayaan sedekah bumi ini berlangsung. Apa itu? Wayang kulit yang dipentaskan pada siang hari. Lakon atau judul wayang yang biasanya digelar adalah cerita tentang Dewi Sri. Dewi Padi, simbol kemakmuran bumi.

Selain wayang kulit, biasanya ada juga ebeg atau kuda lumping. Wah, pokoknya ramai saudara-saudara. 

Jika ingin menyaksikan acara sedekah bumi ini, datanglah ke kampung halaman saya setiap bulan apit (sebelum bulan besar/Dzulhijah). Biasanya acara sedekah bumi ini dilaksanakan pada Selasa Kliwon atau Jum'at kliwon. Tergantung petunjuk dari tokoh adat setempat.

Sekian...

*Terima kasih buat Kang WiantoKang Triswanto dan Mbekayu Yuli untuk foto-fotonya. 
Keren :)









14 comments:

  1. Yg punya blog ini wayang kulitnya y?

    ReplyDelete
  2. Replies
    1. Hlah, deneng rikane ngerti?
      Kaya dukun bayi banget yah rika? Hahahaaaa....

      Bersatu kita kompak, bicara kita ngapak!
      Ora ngapak, ora kepenak ;)

      Delete
  3. Ini budaya yang jauh lebih bagus menurut saya daripada di daerah mana tuh mas yang perang nasi. ohm jadi ada wayang kulitnya juga ya ? saya baru tahu sedekah bumi ini :) memang tiap daerah berbeda-beda cara menikmati rasa syukur ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. yoi... biasanya sih gitu, ada wayangnya :)

      sedekah bumi, sedekah laut, sedekah alas juga ada kalau ndak salah :)

      yupz, itu semua sebagai ungkapan rasa syukur... Begitulah hakekatnya... Jika kita hanya melihat secara fisik saja, bisa salah kaprah dalm menafsirkannya :)

      Delete
  4. wih kental bgt tradisi ini disana ya mas. duh enak jg makan ngumpul nasi tumpeng gtu mas. seru ya pastinya, aplg ada acara wayang..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak... kampung ku terkenal dg tradisi jawa yg masih sangat kental.
      Bahkan tetangga kampung saja sudah banyak yg tidak merayakan tradisi ini :)

      Delete
  5. seruu sekali, semoga budaya ini tetap terjaga yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga mbak.... tapi entah sampai kapan.. soalnya sekarang, jarang anak2 muda yg ikut :)
      zaman saya sekolah dulu, pas ada acara begitu pulangnya di pagikan... sekarang tidak.. hehehe...

      Delete
  6. Masih berjalan ya tradisi seperti itu. Seneng lihatnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih bang...
      ada lagi tradisi leluhur di kampungku yg belum terjamah media... termasuk blog saya...

      namanya PERLON... diadakan setiap kemis Wage dan Jumat kliwon...
      :)

      Delete

Ini adalah tempat ngeluarin uneg-uneg.
Monggo yang mau nyerocos, saya persilahken :)

Oh ya, link hidup terpaksa saya cubit lho ...