Monday, September 12, 2016

WAHAI JOMBLO.... TERUSLAH BERKURBAN!

Selamat siang pemirsa semua.... Tak lupa saya ucapkan selamat hari raya Idul Adha pada sobat muslim yang merayakannya. Semoga hari ini dilimpahi keberkahan dan kebahagiaan. Buat para Jomblo, sudahlah.... pengorbananmu pasti ditulis di yaumul hisab nanti. Santai sajah.... Mbuehehe...

Beberapa saat yang lalu saya ngintipin beberapa akun medsos saya. Wah, ternyata idul adha menjadi top kalimat di beberapa media sosial.

Idul Adha merupakan salah satu hari besar umat muslim yang setiap tahunnya dirayakan. Perayaan hari raya Idul Adha ini tak lepas dari kisah bapaknya para Nabi. Siapa bapaknya para nabi yang dimaksud? Dialah Nabiyullah Ibrahim 'alaihi salam.

Pada suatu malam, bermimpilah Nabi Ibrahim guna menyembelih putra yang amat disayanginya, Ismail. Mimpi itu tidak hanya terjadi satu kali. Tapi lebih dari itu.

Pertama kali bermimpi, ayahanda nabi Ibrahim masih bertanya-tanya, APAKAH INI WAHYU DARI ALLAH? ATAUKAH INI MIMPI DARI SETAN? Beliaupun mohon petunjuk kepada Tuhan...

Malam berikutnya, Beliau bermimpi lagi. Dikisahkan Beliau mimpi sebanyak tiga kali.

Setelah mimpi untuk menyembelih anaknya itu berlangsung berkali-kali, maka barulah nabi Ibrahim percaya kalau itu adalah petunjuk dari Tuhan.

Sebagai seorang ayah yang bijak, maka dipanggilah putra yang amat dikasihi itu (Ismail) untuk mendiskusikan perihal perintah Allah tersebut.

Nabi Ibrahim menceritakan perihal mimpinya kepada putranya terkasih, Ismail. Bahwasanya Ia (Ibrahim) diperintah oleh Tuhan untuk menyembelih Ismail.

Lantas, apa kalimat yang teruntai dari si kecil Ismail?

"Ayah... Jika itu perintah Allah, laksanakanlah!"   *Gludak!!!
Sebentar dulu.... saya mau ngusap air mata... bukan ingus!

Luar biasa.... Itulah percakapan dari dua manusia pilihan Tuhan. Sang bapak, walaupun seorang nabi dan memiliki kekuasaan atas keluarganya, dia tidak serta merta langsung menyembelih anaknya. Beliau terlebih dahulu memanggil sang anak. Berdiskusi. Bahkan meminta pendapat sang anak selaku anggota keluarga. Betapa bijaknya Beliau.

Dan sang anak, Ismail, ternyata dengan gagahnya tidak menolak ayahnya untuk menyembelih dirinya.

Betapa kisah ini merupakan wujud dari cintanya mereka kepada Tuhan. Wujud dari baktinya mereka kepada Tuhan. Tidak salah jika kisah tersebut diabadikan oleh Allah SWT sebagai pembelajaran untuk kita semua.

Dan ritual-ritual haji yang dilaksanakan oleh ummat muslim pun tak lepas dari kisah ini. Lempar jumrah adalah salah satunya.

Lempar jumrah ini merupakan salah satu bagian dari kisah penyembelihan itu. Ketika Nabi Ibrahim hendak menyembelih Ismail, digodalah nabi Ibrahim oleh setan.

Lantas, apa sih urusannya setan dalam hal ini. Sebagai setan, mereka akan merasa risih kalee yah, atau mungkin harga diri mereka tercabik-cabik kalau nabi Ibrahim berhasil melaksanakan perintah Tuhan? Kan kerjaan setan mengganggu setiap makhluk yang berupaya untuk taat kepada Tuhan. Hehehe...

Lantas dilemparilah setan itu dengan batu oleh nabi Ibrahim 'alaihis salam.... Peristiwa itu berlangsung selama tiga kali.

Itulah awal kisah dari salah satu ritual haji yang bernama lempar jumrah :)

Akhir dari kisah ini saya pikir ndak perlu lah saya ceritakan disini. Karena saya yakin teman-teman semua sudah tahu ending-nya kan?

Intinya, semoga kita bisa meneladani ketaatan nabi Ibrahim dan Nabi Ismail kepada Allah SWT.

Oh ya hampir lupa, untuk para jomblo, teruslah berkurban! Baik dalam bentuk waktu maupun pulsa :)

Ingatlah, perngorbanan itu adalah sesuatu yang abadi... lestari... Tak ada yang bakalan hilang! Semoga cepat ketemu jodoh yah?

Tunggu dulu mas, kok pengorbanan itu sesuatu yang lestari? Maksudnya gemana?

Ya jelas lestari-lah bro/sist.... Mari kita renungkan, kambing, sapi, unta, kerbau adalah binatang yang dikurbankan. Bukan dinosaurus, gajah, atau badak.

Wah, maksudnya apa ini? Sekali-kali saya bikin postingan yang membuat kalian berpikir. Ndak papa kan? Mbuehehehe....

Happy Iedul Adha :)

12 comments:

  1. Si Jomblo juga korban perasaan atuh :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. XIXIXIXIXI....

      Semoga ikhlas yah bu dalam ngorbanin perasaannya...

      Delete
  2. Mari kita renungkan, kambing, sapi, unta, kerbau adalah binatang yang dikurbankan. Bukan dinosaurus, gajah, atau badak.
    Mikir keras

    ReplyDelete
    Replies
    1. jangan keras2 nik... ntar putus!
      kalau udah putus kan susah buat balikan lagi....

      Delete
  3. kurang nih bang, kurang foto daging segar sama sate-sate yang siap saji X)

    ReplyDelete
  4. Hahaha. Gimana jadinya yah bang kalo dinosaurus jadi hewan kurban. Gak kebayang dah gimana rasa dagingnya.

    Kisah nabi Ibrahim & nabi Ismail ini salah satu kisah favorit saya. Bikin kita mikir.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau kurbannya dinosaurus, bakalan senang dech orang2 kaya macam saya ini... hahahhaaaa....
      soalnya, sekarang kan sudah kagak ada si dino, berarti kan kagak ada kurban kurbanan broh!
      mbuehehehe...

      Delete
  5. sepertinya para jomblowan dan jomblowati harus bener2 meresapi makna berkurban ini.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. disamping meresapi... mereka juga harus mere(S)kambing bu..xixixixiix

      Delete
  6. Wah tumben nih edisi bijak ya mas ahahha

    ReplyDelete

Ini adalah tempat ngeluarin uneg-uneg.
Monggo yang mau nyerocos, saya persilahken :)

Oh ya, link hidup terpaksa saya cubit lho ...