Monday, January 30, 2017

HIDUP APA ADANYA SAJA
Assalaamu 'alaikum prends...

Pagi, pagi, paagiiii...

Apa kabarnya nih sampeyan semua? baik bukan? Bukaaan!

Sembari menahan tangan yang masih boyeh ini karena tadi kesemutan, saya tulis postingan ini dengan sedikit makian. KENAPA WIFI nya masih mati? Kamfret!!!

Tapi karena judul pastingan ini adalah HIDUP APA ADANYA SAJA, maka gue (biar keren) menggunakan kuota internet yang seadanya. Mudah-mudahan saja ada donatur pulsa yang lewat terus kasih anak gadisnya ke gue... #huek!

Tanpa banyak cingcong, judul ini sebenarnya terinspirasi oleh blognya mas Saptuari Sugiharto. Itu lho, pengusaha sekaligus penulis buku-buku best seller yang sungguh menyentuh hati. Bagi yang belum tahu buku-bukunya, dibawah ini gue sertakan penampakan buku-buku Beliau yang menyentuh kalbu. Aw aw aw...






Ada yang unik dari cover-cover buku tersebut. Ada yang tahu? Kalau cover dari ketiga buku tersebut disatukan, kayaknya akan menghasilkan sesuatu ;)

Kembali ke judul....

Sebagai manusia, apalagi di zaman yang serba iklan ini, sungguh yang namanya godaan yang berujud apa saja yang bersifat konsumtif benar-benar mengganggu sistem peredaran kemanusiaan kit. Wkwkwkwk....

Ya bagaimana tidak terganggu, sebagai manusia yang notabene merupakan hamba Tuhan, terkadang karena menginginkan benda-benda yang diiklanin itu kita justru menjauh bahkan tak jarang banyak yang lupa dengan Tuhan. Hayo ngaku...

Pengin beli A kita mau lakukan apa saja. Pengin beli B, kita pun rela harus pontang panting banting tulang bahkan maaf, banting ituan... ehem... demi mendapatkan apa yang kita inginkan... Tolong dicatat, apa yang kita inginkan.... Bukan apa yang kita butuhkan.

Saya sendiri tak jarang kena penyakit seperti itu. Paling gampang itu adalah godaan iklan yang berujud smartphone dan sepeda motor... Hehehehe...

Bukan smartphone atau motornya yang kadang bikin saya keselek, tapi foto SPG nya... Mbahahahhaaa....

Beberapa saat yang lalu saya berbincang dengan guru saya yang baru saja mengikuti pelatihan di salah satu pondok pesantren ternama di Purwokerto. Pelatihan yang diselengarakan oleh omas Islam Nahdlatul Ulama di Banyumas tersebut dihadiri oleh pengurus besar nya dari Jakarta.

Nah, dalam acara tersebut, salah satu yang menjadi pembahasan adalah masalah umat dan kebangsaan.

Salah satu masalah umat yang saat ini menjadi musuh besar kita bersama adalah sikap hidup konsumtif yang pada akhirnya akan berujung pada hedonisme.

Itu adalah salah satu tantangan besar pada umat kita saat ini.

Bagaimana tidak menjadi tantangan, kalau kita mau jujur, berapa sih waktu yang kita gunakan untuk mengkaji keilmuan diri, mengaji misalnya. Coba sampeyan jawab, berapa jam coba?

Tapi kalau yang namanya IKLAN, hampir setiap menit dia nongol di televisi, radio, internet dan media massa lainnya.

Sungguh tak seimbang kan?

Setiap saar kita dijejali dengan penawaran berbagai barang (baca=dibujuk untuk konsumtif), namun disisi lain, kita hanya meluangkan sedikit waktu untuk meningkatkan kualitas diri kita, terutama kualitas yang berhubungan dengan hubungan kita terhadap Tuhan Sang Pencipa Alam. Sungguh peperangan yang maha dahsyat.

Tidaklah salah kalau Baginda Rasulullah Muhammad SAWA bersabda kalau Jihad yang paling besar adalah jihad melawan hawa nafsu.

Kalau diteruskan kayaknya bakalan panjang nih postingan. Nah, berhubung saya bukan ustadz apalagi kyai, saya pikir salah satu solusi yang bisa kita praktekan adalah HIDUP APA ADANYA SAJA.

Tidak mengada-ada!

Bukan  berarti kita pasrah dan diam saja...Bukan!

Raihlah apa yg menjadi kebutuhan dan keinginan, namun tidak berlebihan. Tidak berlebihan yang bagaimana mas? Saya pikir masing-masing dari diri kita harus paham potensi dan kemampuan kita masing-masing.

Itulah sebabnya kenapa belajar dan belajar tidak boleh terhenti dalam diri kita.

Belajar tentang kekauatan diri, belajar tentang kepantasan diri, belajat tentang hakikat kita sebagai pemimpin di muka bumi (kholifatul fil ardh) sekaligus menjadi hamba (makhluk) dari Sang Maha Kuasa (Kholiq).

Sekian, semoga bermanfaat.

Wassalaam :)




Friday, January 27, 2017

BISNIS JUAL BELI RUMAH
Met sore gaes... Apa kabar nih? Sudahkah kalian salto di depan mantan? Kalau belum, silahkan lakukan sekarang... Pada hitungan ketiga,  kalian harus salto setinggi-tingginya. Siap? Saya hitung sekarang.....  TIGA! *Ciyaaattt  :)

Pada postingan kali ini saya akan berbagi cerita tentang salah satu hobi dari teman saya. Apa itu? Jual beli rumah.

Wah, hobi kok jual beli rumah. Orang kayaaaaa ... Mbuehehe.

Ndak juga sih, dia bukanlah orang yang kaya raya. Hobi saja gitu. Halah...

Yupz, pada mulanya memang dia bukan orang kaya. Sebelum seperti saat ini, dulu ia bekerja sebagai salah satu pelayan di warung bakso langgananku di Purwokerto.

Dasar nasib lagi beruntung, kebetulan saja bos dia punya kenalan di salah satu instansi pemerintahan di Banyumas ini. Nah, pada waktu itu instansi pemerintah tersebut membutuhkan tenaga wiyata sebagai seorang kurir kalau tidak salah. Akhir cerita, diangkatlah teman saya tersebut sebagai tenaga wiyata bhakti di instansi pemerintah tersebut. Selang beberapa tahun diangkatlah ia sebagai pegawai negeri sipil di tempat itu. Wah, keren... saya nih, udah dua belas tahun belum diangkat-angkat juga... Palingan diangkat oleh  kekasih hati. Dibanting-banting gitu.... Mbuehehehe...

Syahdan, sesui cerita dia, waktu itu ada program perumahan murah dari salah satu developer kenamaan di Purwokerto. Ambilah dia satu perumahan tipe 36 (Saya ndak tahu ukurannya berapa..lha wong saya wong ndeso... Tahunya ya sangga dan bau...wkwkkwwk).

Ini dia yang bikin saya heran, dia tuh belinya cash. Setelah sertifikat dipegang dia, dia "kandangin" tuh sertifikatnya di salah satu bank swasta. Buat apa? ternyata buat beli rumah lagi.

Sertifikat rumah yang baru saja die beli tentu saja ada di tangan dia. Katanya mau buat beli rumah lagi. Wah... Emang bisa? Itu gerutu saya ....

Ngutang dong?

Bisa dikatakan seperti itu.

Pada suatu hari, ketika saya bertemu teman saya itu, bertanyalah saya tentang hal yang berhubungan dengan kesukaannya membeli rumah seperti itu.

Inilah penjelasannya (sampai saat ini saya masih ragu nih dengan strateginya)...

"Bro..... Aku beli rumah dengan cara seperti itu adalah trik biar cepat kaya... (mikir saya). Kalau sampeyan bertanya kenapa cepat kaya dengan cara seperti ini maka inilah jawabanku...
Kenaikan harga rumah disini kan lebih tinggi dibanding dengan seluruh utang-utang ku beserta bunga-bunganya di bank yang aku pinjami itu dalam waktu yang sama.. Kasihlah contoh satu tahun... Tahun lalu harga rumahku 100 juta, sekarang? Tahu kan sampeyan... 135 juta rupiah, bahkan ada yang lebih. Sedangkan kalau dihitung-hitung, jumlah utang yang harus aku tebus dalam satu tahun tersebut, lebih sedikit dibanding dengan harga rumahku. Bagaimana, mulai paham? Kalau belum paham, silahkan hitung sendiri. Bunga di bank hanya 1,2 persen. Silahkan sampeyan hitung sendiri saja.. Aku malas hitung kayak gitu. Oh ya, harga rumah yang 100 juta itu sudah termasuk biaya sertifikat dan tanah tambahan lho bro. Dan catat yah ini bro, itu baru tahun pertama... Tahun depan, pasti harga rumah lebih mahal dan mahal lagi... Oke, sudah ada gambaran kan?"

Sedikit mikir dan terhenyak sebenarnya saya. Bahkan sampai hari ini saya pun agak belum percaya dengan hitung-hitungan model dia.

Ada yang tahu apakah cara atau triks teman saya itu sudah jitu?
:)




Thursday, January 26, 2017

PENTING TAPI TAK PENTING
Assalaamu 'alaikum gaes...

Pada sudah makan belum? Kalau belum, silahkan beli makanan di warteg terdekat. Demi menegakan nilai-nilai ekonomi kerakyatan, biasakanlah untuk makan di warteg maupun di warung makan-warung makan terdekat. Jangan terlalu sering di restoran. Karena selain kalian ndak punya duit, wajah juga kurang memungkinkan untuk kesana. Halah...Emange elu mas! Wokokokok...

Cuman mau kasih tahu saja, kalau komentar kalian tidak langsung nongol di blog ini, itu artinya saya menggunakan moderasi komentar.

Tapi kalau komentar kalian langsung muncul di blog ini, berarti saya tidak menggunakan moderasi. Dah itu saja!

Eit.... Tapi sebagai blogger yang berpotensi untuk memimpin kebon raya lamunan, kayaknya postingan ini harus diperpanjang.  Tujuannya tentu saja biar ibu-ibu senang.

Tetapi tidak saya perlebar... Takutnya bapak-bapak pada bubar. wis!

Oh ya, komentar yang menyertakan link hidup untuk sementara dan sementahun, saya cubit dulu yah.

Halah, kebanyakan berita hoax banget sih kamunya mas?

Ya bagaimana lagi... Setelah saya bertapa selama lima puluh hari lima puluh rupiah, saya mendapat wangsit agar hal-hal tersebut di atas harus saya lakukan.

Ewondene (Misalkan) ada yang ingin agar blog atau jualan onlinenya muncul di blog saya, tinggal E-Mail saja. Dengan senang hati akan saya munculkan disini. Ya minimal di blogwalking lah. Kalau ingin direview, tinggal bilang saja di E-Mail. Gampang bukan? BUKAAANNN!!!

Nah, sepertinya sudah cukup panjang ini postingan. Dah dulu yah?

Eh, hampir lupa.... Bagi teman-teman yang punya UMKM, jika produknya ingin direview, silahkan saja hubungi saya lewat E-Mail atau komen-komen disini. Gratis tis tis buat ngereview produk-produk teman-teman UMKM.

Tendensinya sih biar UMKM di negara kita makin maju dan merangsang generasi muda untuk menjadi pengusaha. Wuih... Mantabz :)   *ndean

Sekian postingan yang penting tapi tidak penting ini.

Wassalaam.

Salam lucu!

WONG JOWO ILANG SEPARO
Bismillaahirrohmaanirrohiim...

Assalaamu 'alaikum prends :)
Wah, tumben pakai salam nih. Biasanya nyelonong aja kaya maling perawan. eh! ;)

Lagi pengin beda saja nih. Ya kan sekarang tahun 2017. Tambah tahun ya harus tambah gila-nya. Hahahaa... *gila pada kebaikan tentunya (mbok ada yang ngamuk-ngamuk).

Setelah resolusi saya yang baru beberapa hari ternyata gagal, maka mulai malam ini saya akan terus berupaya biar postingan di blog ini semakin banyak dan banyak. Kenapa harus banyak? Karena biar tidak sedikit. Wis!

Nah, untuk postingan kali ini saya kasih judul "Wong Jowo Ilang Separo"

Kalau diartikan ke dalam bahasa Indonesia, kurang lebih artinya seperti ini, "Orang Jawa Hilang Separuh"

Maksudnya bagaimana ini? Apakah orang Jawa akan musnah secara massal? Mati/hilang separuhnya gitu? Untuk mengetahui apa sebenarnya yang saya maksud, kita ikuti terlebih dahulu pesan-pesan berikut ini.   Mbuehehe...

Sebelumnya saya mohon maaf kepada saudara-saudara yang lebih ahli dalam hal kebudayaan Jawa. Mbok penafsiran saya keliru, mohon diluruskan. Kalau bisa bukan hanya meluruskan saja, tapi kasihlah saya donasi berupa mobil misalnya. Anak yatim lho saya...  #KAGAK NANYA!

Sebenarnya, judul postingan saya bukanlah sesuatu yang baru. Jauh sebelum saya kumisan kayak gini, kalimat tersebut sudah melanglang buana di jagad rimba kosmologi jawa.

Kalimat ini adalah ramalan dari nenek moyang kita terdahulu. Seingat saya, ketika saya kecil, kalimat ini pernah saya dengar dari percakapan para orang tua/sesepuh kami di kampung. Kalimat ramalan tersebut adalah juga sebagai salah satu pertanda molak maliking jaman (perubahan zaman) di nusantara. *Kalau saya bilang nusantara, berarti bukan hanya Indonesia saja lho yah? :)

Wong Jowo ilang separo ini bermakna bahwasanya pada suatu hari nanti (bahkan mungkin sekarang sudah mulai terjadi) orang Jawa tidak paham betul dengan kejawaannya, bahkan separuh jawanya sudah tidak ada alias hilang dalam jiwanya.

Tentang kelengkapan dari makna ini, jujur saya tidak mampu untuk menguraikannya secara keseluruhan. Selain ilmu saya yang cetek, sebagai orang jawa, saya sendiri merasa kalau kejawaan saya sudah banyak yang hilang dari jiwa saya.

Sebelum kita bahas hubungan ini lebih jauh...eh... Sebelum kita lanjutkan diskusi kita pada pagi yang pagi banget ini, maka sebelum terjadi banyak syak wasangka, saya jelaskan terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan kejawaan. Tentu saja ini adalah versi dari saya :)

Kejawaan yang saya maksud disini adalah segala hal yang seharusnya ada, dimengerti, dimiliki, serta dipraktekan oleh orang Jawa. Okey.... paham? :)

Saya merasa bahwa kejawaan saya memang sudah tidak sepenuhnya ada dalam diri saya. 

Sebagai contoh seperti ini. Dalam budaya jawa, orang yang lebih muda ketika berbicara dengan orang yang lebih tua (apalagi orang tua sendiri), seharusnya menggunakan kromo inggil. Nah, jangankan kromo inggil, kromo alus saja saya masih belepotan.

Itu baru bahasa. Pada kejawaan lainnya saya juga merasa oon alias ora mudheng alias kagak paham :)

Kejawaan lainnya seperti apa mas? Filosofi hidup. Wah, marem kiyeh pembahasane. Wkwkwkwk...

Ternyata, para leluhur jawa telah mengajarkan filosofi hidup kepada anak keturunannya dengan menggunakan metode yang sangat hebat. Ini menurut saya :)

Dengan  media apa metode pengajaran hidup itu diajarkan oleh moyang kita? Dengan tembang macapat!

Nah lho... Buat kamu yang merasa orang jawa, berapa macapat yang kamu kuasai? Kalau saya paling ya Pucung... Hahaha... Itupun baru hafalannya. Maknanya? Saya belum memahami secara kaffah. Hahahaha...

Jadi luas kan pembahasannya.

Jadi begini saudara-saudara...

Ternyata, tembang macapat merupakan budaya adi luhung  yang sarat dengan filosofi hidup. Yupz, mengajarkan filosofi melalui tembang/lagu. Hebat bukan nenek moyang kita? Ya ea lah... Kagak kayak lagu jaman sekarang.... Lebay dan berorientasi pada INDUSTRI :) 

Tidak semuanya mas!

Iya sih... Tapi cobalah lihat nenek moyang kita, tembang yang diciptakan, selain ada kaidah-kaidah berupa guru gatra, guru lagu dan guru wilangan yang njlimet itu, isi dari tembangnya adalah pelajaran-pelajaran kepada anak cucu dan sesama manusia tentunya.

Jangankan isi tembangnya, jenisnya saja sudah mengandung filosofi yang teramat dalam. Maksudnya gemana ini?

Untuk diketahui saja, tembang macapat itu ada 12 jenis. Masing-masing jenis berisi tembang-tembang lagi/syair-syair lagi yang berbeda yang harus disesuaikan dengan kaidah yang berlaku (guru lagu, guru gatra, guru wilangan).

Dari pada pusing, mungkin mudahnya seperti ini. Ibarat jabatan, maka 12 jenis macapat itu adalah jabatan. Nah, dalam setiap jabatan, bisa saja ada tiga, empat, bahkan mungkin seratus. Contohnya presiden. Kan ada presiden Indonesia, Presien Amerika, Presiden RRC, dan lainnya yang sejenis dengan itu.

Bayangkan sob, dari jabatan presidennya saja sudah sarat filosofis, apalagi kalau kita lihat isinya..woww...

Untuk jenis-jenis macapat ini bisa teman-teman telusuri dengan menggunakan browser google. Hehehe.... Iklan!

Kembali ke masalah WONG JOWO ILANG SEPARO. 

Selain ketidakpahaman pada hal-hal yang sudah saya tulis tadi, adalagi kebudayaan jawa yang belum saya ketahui lagi, bahkan bisa dikatakan hilang dari peredaran keilmuan anak-anak jawa pada masa kini. Apakah itu? NAMA WARNA. 

Nah lho........... Ada yang sudah paham mengenai hal ini?

Sebagai bangsa Indonesia, jujur ketika saya mendapatkan ilmu mengenai nama warna ini, rasa bangga kembali muncul pada diri hamba. Halah!

Ternyata eh ternyata saudara-saudara... Kata-kata seperti BANTENG KETATON adalah NAMA WARNA.... Hayoooo ngaku... Baru tahu kan?

Yupz, banteng ketaton adalah nama dari percampuran warna hitam dan merah.

Bahkan konon, menurut dosen saya yang berhasil membaca buku-buku jawa di Perpusataakan Universitas Leiden sana, kata ijo royo-royo juga merupakan nama dari sebuah warna.

Hmmm... harus ke Leiden ini biar ilmu tentang jawa dan kejawaan semakin bertambah. Hahaha...

Adalagi gak mas kejawaan yang hilang dari diri mas Darsono? Menurut saya sih banyak lagi :)

Budaya tirakat, andhap asor, tepa slira, nguwongke uwong, mranaih sedulur dan masih banyak lagi perihal kejawaan lainya yang masih kurang bahkan hilang dari saya.

Intinya sih seperti ini.... Orang JAWA itu adalah orang yang terbuka dan baik hati lho. Hahahaa...

Coba kalian browsing perihal hal-hal yang saya tulis tadi (Budaya tirakat, andhap asor, tepa slira, nguwongke uwong, mranaih sedulur). Belum semua lho itu :)

Kalau sisi negatifnya ada ndak mas dalam kejawaan itu sendiri. TENTU SAJA ADA... Tak ada manusia sempurna, tak ada suku maupun budaya yang sempurna. Semua plus minus. Saling melengkapi.

Untuk mengakhiri postingan ini, maka izinkanlah saya tutup dengan kalimat seperti ini, "Sebagai bangsa nusantara marilah kita belajar dan belajar lagi tentang kearifan-kearifan lokal yang ada pada lingkungan kita masing-masing. Ingat, kita adalah keturunan bangsa yang besar. Bukan sebab jumlah maupun kerajaan-kerajaan yang superbesar di zaman dahulu, besar yang saya maksud bahwasanya bangsa nusantara bukanlah bangsa yang terbelakang. Semenjak zaman nenek moyang sudah banyak pengetahuan yang bahkan sampai sekarang pengetahun-pengetahuan tersebut belum bisa dipecahkan dengan menggunakan ilmu yang katanya modern. Silahkan browsing sendiri untuk misteri keajaiban pengetahuan/ilmu nenek moyang kita. Semoga sudah ada yang mengunggahnya... Di tengah isu perpecahan diantara sesama anak bangsa, marilah kita rapatkan barisan. Ingatlah, semenjak zaman kerajaan macam Sriwijaya dan Majapahit, kita sudah diajarkan tentang toleransi, tentang kebhinekaan, tentang persatuan. Semoga dengan belajar pada kearifan-kearifan lokal yang berorientasi pada kebajikan hidup, bangsa kita diselamatkan dari berbagai bentuk penjajahan modern. Save NKRI!"

Wassalaamu 'alaikum wr.wb.

Keep fight!
















Monday, January 23, 2017

JANGAN TAKUT MENGELUH
Ye ye ye... Akhirnya bisa nulis kembali disini. Entahlah, saya merasa ada kebahagiaan tersendiri ketika saya bisa meluangkan waktu untuk menulis disini. Waktu luang adalah hal yang sangat langka untuk saya saat ini. Ya kayak makhluk seperti saya ini, langka! *Emangnya badak bercula satu? Mbuehehehe.

Bahkan, untuk menulis postingan inipun saya harus mencuri waktu. Berdusta pada guru... Eaaaa!

Beberapa pekan terakhir merupakan pekan yang "membosankan" bagi saya. Membosankan karena banyak hal yang harus saya selesaikan secepatnya. Mulai dari kerjaan kantor yang berjubel (persiapan PKKS, DNS peserta Ujian Nasional, verval PD dan PTK, bertemu dengan beberapa konsumen yang memesan jaket (ini aseli bikin saya puter otak juga.. Ah... kapan-kapan saya ceritakan), sampai dengan mengurus pekerjaan yang rumah yang menumpuk gara-gara Mbak Mar, orang yang bisa bantu beres-beres rumah, keluar dengan alasan ingin jualan kerupuk (bangga juga sih saya). Argh, memang sih tidak boleh mengeluh, begitu kata beberapa teman saya. Tapi ternyata saya klimaks juga. Mengeluh gitu lhoh... Mbeuehehehe....

Harapan saya sih, semoga keluhan ini menjadi bermanfaat. Nah lho... Maksudnya apa?

Begini.... Saya yakin, bahkan haqqul yaqien kalau tak ada manusia sempurna di dunia ini, termasuk kamu.. Iya kamu!  :)

Apatah lagi saya, konon, beberapa Nabi-pun pernah mengeluh kepada Tuhan.

Dan dari situlah saya mulai berani berkata bahwa tidak selamanya selingkuh itu indah. Eh...  Tidak selamanya mengeluh itu berakhir dengan ketidakindahan.

Pernah saya mengeluh kepada teman saya. Gara-garanya banyak konsumen saya yang pada nunggak bayar kaos dan jaket yang dibeli ke saya. Alhamdulillah, teman saya tersebut kasih modal ke saya.

Pernah juga mengeluh ingin membeli hape karena hapeku terlalu jadul, eh... tembung ndilalah saya dikasih rezeki dari Allah untuk membeli hape dengan fitur yang saya inginkan. Alhamdulillah yah..sesuatu....

Masih banyak keluhan saya yang lainnya yang alhamdulillah berakhir manis. 

Tapi, apakah semua keluhan saya selalu berakhir manis? Tentu saja tidak!

Ada beberapa keluhan yang belum jelas jluntrungannya mau kemana alias kagak jelas mau berakhir seperti apa. Bahkan ada yang berakhir tragis.

Memang benar, tak sepenuhnya sesuatu yang bernama proses itu bisa dijalani dengan sempurna. Toh sebagai manusia, saya pasti mempunyai rencana. Tapi Tuhan juga punya rencana. Tinggal ketetapan siapa yang hendak berjalan/berlaku. 

Dan itulah proses yang kadang sebagai manusia justru kita menjadi lemah. Padahal sekali lagi, rencana Tuhan adalah yang terbaik buat umat-Nya. Dan seluruh proses yang sedang kita jalani hanyalah salah satu bentuk ujian yang pada akhirnya pula akan berguna untuk kita kedepannya.

So, sudahkah Anda kawin di hari ini?

Halah....





Wednesday, January 4, 2017

YUK KITA NIKMATI PERJALANAN INI
Met pagi sobat muda semua. Bagi yang sudah tua, met sehat semua wahai bapak-bapak dan ibu-ibu semua..jualan yuukk. eh...

Pagi yang dingin. Begitu kesimpulan saya pada pagi yang indah ini. 

Saking dinginya, jaket yang saya gunakan ternyata tembus oleh hembusan angin yang mendera ketika saya memacu sepeda motor di jalanan yang lumayan licin dan banyak lubang tentunya.

Licin karena semalam hujan dan pagi ini sedikit gerimis. Berlubang karena jalannya memang ada lubangnya. Makanya berlubang. Kalau jalannya ada duitnya, menjadi jalan berduit. Kalau jalannya banyak rintanganya, menjadi jalan berintang. Kalau jalannya banyak cewek memakai bikini, berarti itu bukan jalan. Akan tetapi kolam renang. Waspadalah! Waspadalah!

Saya tidak tahu dan tidak tempe, kenapa yah jalan raya yang sering saya lalui itu sering banget berlubang? Padahal hampir setiap ada kerusakan jalan, pastilah senantiasa diperbaiki. Lalu, kenapa selalu saja ada lubang?

Pertanyaan yang mengharukan. Dan pertanyaan ini tidak perlu jawaban yang muluk-muluk. Cukup YA atau TIDAK. Itu saja...jreeeng......   *Lagune bang Iwan :)

Saya, kamu, kita, ndak usah lah menyalahkan si ini si itu, apalagi siapa. Sudahlah. Semua akan berantakan pada akhirnya. Harapan saya sebagai pengguna jalan, semoga makin banyak yang sadar bahwasanya jalan itu adalah aset yang sangat berharga di negeri ini.

Saya jadi ingat ketika ada salah satu teman saya, yang kebetulan pernah menjadi anggota DPR (kalau yang ini beneran), pernah ngomong ke saya seperti ini :

"Jika saya menjadi Kepala Daerah, akan saya aspal seluruh wilayah saya sampai ke kampung-kampung dengan aspal yang berkualitas. Kenapa saya akan melakukan hal itu? Karena dengan jalan yang bagus, jalan yang langsung menyentuh wilayah kampung-kampung, maka roda perekonomian akan berjalan dengan sendirinya. Dengan jalan yang bagus, maka secara otomatis akan melancarkan arus distribusi barang dari maupun ke pedesaan. Biaya dapat dipangkas. Para petani, tukang nira, para pembuat berbagai kerajinan rakyat akan semakin dimudahkan aksesnya. Baik itu ketika mereka akan menjual ke kota maupun orang-orang kota atau daerah lain yang mau melihat secara langsung di tempat asal pembuatannya."

Saya hanya diam. Bukannya tanpa alasan, lha wong teman saya ini kan lagi berkhayal, maka sayapun berujar kepadanya.

"Teruskan khayalanmu nak. Semoga makanan ini kamu yang bayarin." Pas lagi di warung. Mbuehehe...

Pokoknya, jalan rusak ataupun tidak rusak, yang namanya aktivitas itu kan berjalan setiap hari. Jujur, saya juga kadang ngedumel ketika melewati jalan yang berlubang, tapi seiring dengan perkembangan wajah saya yang makin hari makin tampan, timbulah hasrat untuk tidak menyalahkan siapa-siapa. Toh inilah fase kehidupan yang sedang kita jalani. Ceilehhhh.... co cwit bingit.

Ngapain kita uring-uringan di tengah jalan. Nikmati saja dan berdo'a setiap waktu agar kita diberikan keselamatan ketika sedang ada di jalan. Jika kita telat ke tempat kerja seperti saya, sudahlah.... Santai saja. Itung-itung kita dapat bonus potongan jam kerja. Mbuehehehe............MODUS!

Dadaahhh....




Tuesday, January 3, 2017

2017, MAU NGAPAIN?
Bismillah.

Assalaamu 'alaikum kisanak dan nyisanak semua. Apa kabar berita kalian di tahun yang konon baru ini? Masih jomblo? Ahh, sudahlah. Semua akan berakhir tragis pada waktunya. *puk puk puk ;)

Saya yakin seyakin-yakinnya, kalian pasti ingin lebih baik dalam segala hal di tahun yang baru ini. Mulai dari wajah yang berubah menjadi cakep sampai dengan kuku tangan yang dicat warna warni kayak warna pelangi di matamu. Oh sungguh indah. Saya do'akan semoga kalian mendapatkan apa yang kalian inginkan di tahun 2017 ini. *Do'a ini berlaku untuk yang baik-baik saja. Buat yang mau nelikung pacar teman, saya do'akan semoga kalian bentol-bentol digigit janda tua yang giginya tinggal dua.

Wah, ngomongin apaan yah sedari tadi saya nya ini? Entahlah. Yang jelas saya sangat bahagia karena bisa lagi nulis di blog ini. Lama banget nggak nulis disini. ASELI!

Mungkin itu hanya perasaan. Tapi jujur saja, beberapa bulan terakhir saya lagi kena penyakit rajin nulis. 

Wah, bagus dong mas!

Bagus pale lu bohay! Rajin nulis yang saya maksud disini adalah....... Beberapa bulan terakhir saya rajin nulis di pesbuk alias bikin status. Nah lho.... Alhasil blog ini lumayan telantar. Argh..Maafin gue blog...   ;)

Kenapa saya rajin nulis di pesbuk? Itu karena saat ini saya sedang berkonsentrasi hanya jualan di pesbuk. Saking semangatnya, saya hanya posting beberapa kali saja di blog tercinta ini.

Dan beberapa hari yang lalu saya mendapat E-Mail dari salah satu blogger keren di negeri ini. Siapa dia? Silahkan kalian baca postingan sebelumnya yah? Mbuehehe.

Isinya tentang gairah untuk menulis, menulis di blog tentunya. Setelah baca tulisan itu, saya tiba-tiba terhenyak masuk ke dalam hati kamu.... halah...

Tiba-tiba saja, kekuatan kamehame-ku datang secara tiba-tiba. Timbul semangat untuk menulis lagi di blog. Tapi apa yang terjadi wahai penonton yang  budiman? Saya masih berkutat dengan bisnis baru saya yang saya jual melalui pesbuk. Mbuehehe... TIDAK GAMPANG MEMANG!

Namun saya bukanlah lelaki lemah yang jarang pakai celana dalem, dimana saya mudah ditaklukan oleh gajah berkaki lima. TIDAK!

Saya bertekad akan kembali seperti semula. Satu hari satu postingan. Akan saya mulai secara perlahan tapi mematikan. Akan kugunakan jurus monyet mencari janda. Pasti berhasil. Wkwkwkwkwk.

Setelah saya pikir, renungkan dan manjakan, mungkin beberapa bulan terakhir ini saya lagi mabuk jualan lewat pesbuk. Bukan tanpa alasan, setelah saya membaca dan mempraktekan buku GARA-GARA FACEBOOK, saya jadi ketagihan jualan di pesbuk :)

Ah, saya mungkin lagi gila-gilaan closing terus.Hampir tiap hari saya closing. Tapi bagaimanapun juga, sebagai blogger yang dilahirkan tampan kayak Gathotkaca, tetap saja saya merasa kering karena jarang ngeblog disini. 

Sungguh, ngeblog adalah salah satu jiwa saya. Selain ngeblog, saya juga lagi ngejar separuh atau mungkin seperempat atau mungkin hanya sepertiga dari cita-cita saya. Apa lagi itu? Saya bercita-cita mendapatkan penghasilan 10 juta perbulan. Itupun target saya yang paling rendah. Gila atau sangat gila saya tidak tahu. Terserah pak hansip saja. Pokoknya saya rela kawin RT. Mbuehehehe....

Nah, jika dianggap gila, saya pikir nggak gila-gila amat lah. Buktinya banyak rekan-rekan yang jualan online banyak yang mendapatkan penghasilan segitu bahkan lebih. Inspirasinya ada disini. 

Silahkan saja baca sampai pol yah iklannya. Wkwkwkkwk....

Kembali ke ujung dunia. Saya bertekad, semoga di tahun 2017 ini saya lebih rajin berbagi di blog ini.

Bagaimana dengan kalian gaes?

Oh ya hampir lupa. Jika kalian berminat menjadi reseller buat jualan buku seperti saya, silahkan kunjungi disini. Hanya sampai tanggal 5 Januari 2017 lho :)


Wassalaamu 'alaikum...