Kembali ke masalah WONG JOWO ILANG SEPARO. 

Selain ketidakpahaman pada hal-hal yang sudah saya tulis tadi, adalagi kebudayaan jawa yang belum saya ketahui lagi, bahkan bisa dikatakan hilang dari peredaran keilmuan anak-anak jawa pada masa kini. Apakah itu? NAMA WARNA. 

Nah lho........... Ada yang sudah paham mengenai hal ini?

Sebagai bangsa Indonesia, jujur ketika saya mendapatkan ilmu mengenai nama warna ini, rasa bangga kembali muncul pada diri hamba. Halah!

Ternyata eh ternyata saudara-saudara... Kata-kata seperti BANTENG KETATON adalah NAMA WARNA.... Hayoooo ngaku... Baru tahu kan?

Yupz, banteng ketaton adalah nama dari percampuran warna hitam dan merah.

Bahkan konon, menurut dosen saya yang berhasil membaca buku-buku jawa di Perpusataakan Universitas Leiden sana, kata ijo royo-royo juga merupakan nama dari sebuah warna.

Hmmm... harus ke Leiden ini biar ilmu tentang jawa dan kejawaan semakin bertambah. Hahaha...

Adalagi gak mas kejawaan yang hilang dari diri mas Darsono? Menurut saya sih banyak lagi :)

Budaya tirakat, andhap asor, tepa slira, nguwongke uwong, mranaih sedulur dan masih banyak lagi perihal kejawaan lainya yang masih kurang bahkan hilang dari saya.

Intinya sih seperti ini.... Orang JAWA itu adalah orang yang terbuka dan baik hati lho. Hahahaa...

Coba kalian browsing perihal hal-hal yang saya tulis tadi (Budaya tirakat, andhap asor, tepa slira, nguwongke uwong, mranaih sedulur). Belum semua lho itu :)

Kalau sisi negatifnya ada ndak mas dalam kejawaan itu sendiri. TENTU SAJA ADA... Tak ada manusia sempurna, tak ada suku maupun budaya yang sempurna. Semua plus minus. Saling melengkapi.

Untuk mengakhiri postingan ini, maka izinkanlah saya tutup dengan kalimat seperti ini, "Sebagai bangsa nusantara marilah kita belajar dan belajar lagi tentang kearifan-kearifan lokal yang ada pada lingkungan kita masing-masing. Ingat, kita adalah keturunan bangsa yang besar. Bukan sebab jumlah maupun kerajaan-kerajaan yang superbesar di zaman dahulu, besar yang saya maksud bahwasanya bangsa nusantara bukanlah bangsa yang terbelakang. Semenjak zaman nenek moyang sudah banyak pengetahuan yang bahkan sampai sekarang pengetahun-pengetahuan tersebut belum bisa dipecahkan dengan menggunakan ilmu yang katanya modern. Silahkan browsing sendiri untuk misteri keajaiban pengetahuan/ilmu nenek moyang kita. Semoga sudah ada yang mengunggahnya... Di tengah isu perpecahan diantara sesama anak bangsa, marilah kita rapatkan barisan. Ingatlah, semenjak zaman kerajaan macam Sriwijaya dan Majapahit, kita sudah diajarkan tentang toleransi, tentang kebhinekaan, tentang persatuan. Semoga dengan belajar pada kearifan-kearifan lokal yang berorientasi pada kebajikan hidup, bangsa kita diselamatkan dari berbagai bentuk penjajahan modern. Save NKRI!"

Wassalaamu 'alaikum wr.wb.

Keep fight!
















Sponsor