Friday, January 27, 2017

BISNIS JUAL BELI RUMAH

Met sore gaes... Apa kabar nih? Sudahkah kalian salto di depan mantan? Kalau belum, silahkan lakukan sekarang... Pada hitungan ketiga,  kalian harus salto setinggi-tingginya. Siap? Saya hitung sekarang.....  TIGA! *Ciyaaattt  :)

Pada postingan kali ini saya akan berbagi cerita tentang salah satu hobi dari teman saya. Apa itu? Jual beli rumah.

Wah, hobi kok jual beli rumah. Orang kayaaaaa ... Mbuehehe.

Ndak juga sih, dia bukanlah orang yang kaya raya. Hobi saja gitu. Halah...

Yupz, pada mulanya memang dia bukan orang kaya. Sebelum seperti saat ini, dulu ia bekerja sebagai salah satu pelayan di warung bakso langgananku di Purwokerto.

Dasar nasib lagi beruntung, kebetulan saja bos dia punya kenalan di salah satu instansi pemerintahan di Banyumas ini. Nah, pada waktu itu instansi pemerintah tersebut membutuhkan tenaga wiyata sebagai seorang kurir kalau tidak salah. Akhir cerita, diangkatlah teman saya tersebut sebagai tenaga wiyata bhakti di instansi pemerintah tersebut. Selang beberapa tahun diangkatlah ia sebagai pegawai negeri sipil di tempat itu. Wah, keren... saya nih, udah dua belas tahun belum diangkat-angkat juga... Palingan diangkat oleh  kekasih hati. Dibanting-banting gitu.... Mbuehehehe...

Syahdan, sesui cerita dia, waktu itu ada program perumahan murah dari salah satu developer kenamaan di Purwokerto. Ambilah dia satu perumahan tipe 36 (Saya ndak tahu ukurannya berapa..lha wong saya wong ndeso... Tahunya ya sangga dan bau...wkwkkwwk).

Ini dia yang bikin saya heran, dia tuh belinya cash. Setelah sertifikat dipegang dia, dia "kandangin" tuh sertifikatnya di salah satu bank swasta. Buat apa? ternyata buat beli rumah lagi.

Sertifikat rumah yang baru saja die beli tentu saja ada di tangan dia. Katanya mau buat beli rumah lagi. Wah... Emang bisa? Itu gerutu saya ....

Ngutang dong?

Bisa dikatakan seperti itu.

Pada suatu hari, ketika saya bertemu teman saya itu, bertanyalah saya tentang hal yang berhubungan dengan kesukaannya membeli rumah seperti itu.

Inilah penjelasannya (sampai saat ini saya masih ragu nih dengan strateginya)...

"Bro..... Aku beli rumah dengan cara seperti itu adalah trik biar cepat kaya... (mikir saya). Kalau sampeyan bertanya kenapa cepat kaya dengan cara seperti ini maka inilah jawabanku...
Kenaikan harga rumah disini kan lebih tinggi dibanding dengan seluruh utang-utang ku beserta bunga-bunganya di bank yang aku pinjami itu dalam waktu yang sama.. Kasihlah contoh satu tahun... Tahun lalu harga rumahku 100 juta, sekarang? Tahu kan sampeyan... 135 juta rupiah, bahkan ada yang lebih. Sedangkan kalau dihitung-hitung, jumlah utang yang harus aku tebus dalam satu tahun tersebut, lebih sedikit dibanding dengan harga rumahku. Bagaimana, mulai paham? Kalau belum paham, silahkan hitung sendiri. Bunga di bank hanya 1,2 persen. Silahkan sampeyan hitung sendiri saja.. Aku malas hitung kayak gitu. Oh ya, harga rumah yang 100 juta itu sudah termasuk biaya sertifikat dan tanah tambahan lho bro. Dan catat yah ini bro, itu baru tahun pertama... Tahun depan, pasti harga rumah lebih mahal dan mahal lagi... Oke, sudah ada gambaran kan?"

Sedikit mikir dan terhenyak sebenarnya saya. Bahkan sampai hari ini saya pun agak belum percaya dengan hitung-hitungan model dia.

Ada yang tahu apakah cara atau triks teman saya itu sudah jitu?
:)




12 comments:

  1. Kerjaan saya dulu itu mah waktu di Sumatera. Tapi kalau saya lebih banyak ke tanah, walaupun rumah juga kadang-kadang saya ambil kalau cocok dan kira-kira besar untungnya. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah. tanah juga oke tuh...
      disini bisa berlipat2 harganya hanya dlm waktu satu tahun...
      apalagi sawah :)

      Delete
  2. Replies
    1. Nah itu dia...
      saya juga khawatir dg itu...
      karena saya wong ndeso, sepertinya sawah adalah investasi terbaik saat ini di kampung :)

      Delete
  3. masuk akal sie karena harga rumah pasti naiknya lebih mahal, tapi namanya bisnis, selalu aja ada batu2 kerikilnya, itu yg harus di sapu2 in

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yupz... tak semudah membalik tubuh janda... eh!
      xixixixixix

      Delete
  4. Saya sih mudeng cara ini mas. Cuman MODALnya buat beli yang gak ada. Di Bekasi, mana ada rumah harganya 100 jt. Rumah di depan gang yang rame aja setengah milyar harganya. Apalagi pinggir jalan kampung. Pinggir jalan gede mah udah pake 'M' harganya. -___-'

    ReplyDelete
    Replies
    1. Beli di purwokerto ajah kang :)
      hehehee....

      Delete
  5. itu kan itung2annya dia mas :D
    padahal takdir Alloh tidak selalu mulus seperti hitungannya dia
    dan faktanya ngutang KPR (riba) itu mencekam banget dan bikin perasaan selalu gelisah

    kalo saya sih lebih suka bersabar, nanti juga kalo udah ditakdirin, bisa beli cash dan tentunya itu lebih menenangkan dan menyenangkan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. wow...
      ini hebat ini...
      saya jadi inget mas Saptuari Sugiharto..

      saya praktekan juga ini... motor2 cicilan saya jual semuah :)

      Delete
  6. Kalau aku sih hobinya liat2 foto dan desain rumah sambil mimpi nanti rumahku sama suamik kaya gimana ya. HOBINYA NGAYAL EMANG. Gapapa kan ya? Daripada jual beli rumah, aku ndak paham soalnya hahaha.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Harusnya hobi kamu itu ngelihat2 foto para calon suami sambil mimpi, nanti suamiku yg mana yah? mbuehehe...

      Gapapa lhah Sya ngayal, yang penting masih tahu duit mapuluh rebo itu warnanya apa... hahahaaa....

      Delete

Ini adalah tempat ngeluarin uneg-uneg.
Monggo yang mau nyerocos, saya persilahken :)

Oh ya, link hidup terpaksa saya cubit lho ...