Monday, April 3, 2017

BROSUR, ALAT MARKETING YANG TERBUKTI MASIH AMPUH

BROSUR, ALAT MARKETING YANG TERBUKTI MASIH AMPUH-Assalaamu 'alaikum dan salam sejahtera untuk teman entrepreneur semuanya.

Pada malam hari ini saya akan melanjutkan postingan saya yang terdahulu perihal pemasaran melalui brosur. Bagi yang sudah lupa, silahkan baca kembali postingan saya terdahulu, Jurus-jurus jitu memasarkan jualan kita. 

Namun pertanyaanya, apakah metode pemasaran melalui brosur masih relevan di tengah kemajuan teknologi saat ini?

Kalau saya sih yes. Ndak tahu kalau mas Anank... Muehehe...

Kenapa saya yes? Buktinya ada tuh yang beli smartphone gegara brosur yang ia temukan di sembarang tempat. Jangan-jangan mantan kamu juga iya! Hayo ngaku? 

Nah, saya sendiri ketika hendak membeli sepeda motor, harus blingsatan kesana kemari untuk mengetahui harga dan cicilannya berapa melalui brosur yang pernah diberikan ke saya. Langsung dari salesnya  ;)

Iklan sedot WC juga masih banyak bertebaran tuh di tiang-tiang listrik dan telepon. Pertanda apakah itu?

Okey, sebelum kita bahas lebih lanjut, ada baiknya kalian baca ulang postingan yang dulu itu. 


BROSUR, ALAT MARKETING YANG TERBUKTI MASIH AMPUH.
Pada bagian akhir postingan saya tulis, bahwa untuk menerapkan metode marketing menggunakan brosur ini diperlukan beberapa tenaga ahli seperti designer brosur, ahli copywriting, surveyor, dan tentunya para tenaga marketing di lapangan yang tak kenal lelah.

1. Designer brosur
Biarpun ini adalah cara yang konservatif, bahkan sangat konservatif, bukan berarti kita melupakan sisi keindahan dari brosur marketing yang kita sebar itu. Saat ini, sudah banyak sekali ahli-ahli design grafis yang biasa mendukung pemasaran melalui brosur ini. Dari tangan merekalah kita bisa mendapatkan design yang sempurna, kekinian, dan eyes catching tentunya ;)

Jangan pernah ragu untuk menyewa mereka. Ingat, salah satu cost terbesar baggi usaha yang sedang kita jalankan adalah cost iklan. Bayar mereka biar iklan di brosur kita kelihatan okey.

2. Copywriter
Jangan sepelekan kata-kata yang ada pada iklan. INGAT, 3 DETIK PERTAMA ADALAH SAAT-SAAT PENENTUAN DIMANA IKLAN ANDA AKAN DILIHAT ATAU TIDAK!

Selain gambar yang oke punya, kalimat yang digunakan juga harus "menggigit."

Jika teman-teman sudah lihai untuk membuat copywriting, buatlah sendiri. Tapi jika teman-teman belum bisa, NDAK USAH TAKUT. Saya punya solusinya.

Beli saja Buku Easy Copywriting.  Beres!

Belinya dimana mas? DISINI SAJA! 

3. Surveyor 
Ini Juga tak kalah penting, surveyor alias tukang survey. Kebetulan sekali saya pernah bekerja sebagai surveyor.

Mereka ini ibarat tentara infantri, babat alas untuk produk yang akan kita jual. Jangan sembarang sebar atau tempel sebelum "infantri" ini memberikan informasi yang tepat untuk tempat-tempat yang biasa dikunjungi/rame yang bakalan menjadi tempat kita untuk membagi-bagikan brosur jualan kita. Ingat, jangan sembarangan!

4. Tenaga Marketing di Lapangan
Merekalah salah satu ujung tombak dari metode marketing menggunakan brosur. Tanpa mereka, apalah arti cintamu produkmu.

Jangan lupa, selain memberikan kesejahteraan kepada mereka, kita juga harus memberikan pelatihan demi pelatihan marketing agar brosur yang dibagi tidak sia-sia.

BROSUR, ALAT MARKETING YANG TERBUKTI MASIH AMPUH

Kesimpulan.
Model marketing dengan membagi-bagikan/menempelkan brosur terbukti masih ampuh.

Ingat, tidak semua orang menggunakan sosial media maupun membaca, mendengar, dan menonton media massa. 

Masih banyak orang yang ngarah kepenak (nyari mudahnya) ketika mereka akan mmebeli sesuatu. Mereka ibarat pencari ikan yang tidak suka dikasih kail maupun jaring. Mereka lebih suka langsung dikasih ikan dari si empunya.

Saya pikir bukan hanya di kampung-kampung saja model manusia beginian masih ada. Di kota-pun masih saya temui banyak orang yang seperti itu. 

Ingat juga bahwa semaju-majunya teknologi, tidak semua orang bisa mengaksesnya.

Bagaimana? Apakah kalian tertarik untuk melakukan pemasaran dengan model seperti ini?

Berikut beberapa contoh usaha penjualan, baik barang/jasa yang menurut saya masih bisa menggunakan metode penyebaran brosur secara manual.

1. Penjualan sepeda motor/mobil
2. Jasa penterjemah (saya pernah bagi-bagi brosur tersebut ke kampus-kampus ternama di Purwokerto dulu)
3. Jasa rental komputer
4. Laundry
5. Kursus komputer
6. Pijat... ehem!
7. Jasa copywriter

Masih ada yang lain ndak yah?

Hehehe....

Sekian postingan yang berjudul BROSUR, ALAT MARKETING YANG TERBUKTI MASIH AMPUH. Semoga bermanfaat.

Salam sukses!
Wassalaam.










4 comments:

  1. hemm, brosur masih bisa jadi senjata andalan untuk marketing berarti ya mas

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yupz... kalau menurut saya sih masih mas :)

      Delete
  2. Percaya bange brosur ini masih ampuh. Di desaku, semua masih serba brosur hehehe..Sudah saya follow :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Paling sering sedot WC tuh mbak.... banyak...hahaa..

      Makasih mbak :)

      Delete

Ini adalah tempat ngeluarin uneg-uneg.
Monggo yang mau nyerocos, saya persilahken :)

Oh ya, link hidup terpaksa saya cubit lho ...