Thursday, June 29, 2017

DEAR DAD
“Ayah...... Papah temanku membiarkan nyamuk menggigit tangannya sampai kenyang agar tidak menggigit anaknya. Apakah ayah juga akan melakukan hal yg sama ?”
Sang ayah tertawa : “Tidak! Tetapi ayah akan mengejar setiap nyamuk sepanjang malam agar tidak sempat menggigit siapapun, termasuk kamu nak..."
“Oh iya yah... Kubaca tentang seorang ayah yg rela tidak makan agar anak-anaknya bisa makan kenyang. Akankah ayah akan melakukan hal yg sama ?”
Dengan tegas sang ayah menjawab, “Ayah akan kerja keras agar kita semua bisa makan kenyang & kamu tidak harus sulit menelan karena melihat ayah menahan lapar”.
Si anak tersenyum…:

“Aku bisa selalu bersandar padamu ayah!"
Sambil memeluk anaknya, sang ayah berkata : “Tidak Nak !. Tetapi ayah akan mengajarimu berdiri kokoh di atas kakimu sendiri agar tidak harus jatuh tersungkur ketika suatu saat nanti ayah harus pergi meninggalkanmu!"
Sang anakpun membalas pelukan hangat ayahnya sembari berbisik kecil, "Aku sayang ayah....."

sumber


Begitulah seharusnya sang ayah, ia tidak hanya memapah, menuntun dan menunjukan, akan tetapi juga menguatkan.

Masih terngiang dalam ingatan saya ketika almarhum ayah begitu getolnya memberikan semangat kepada saya. Melalui cara-caranya yang mungkin terlihat kejam. Tapi setelah kepergian Beliau pada malam 21 Ramadhan, 5 tahun yang lalu, betapa nasihat-nasihat dan cara-cara mendidik Beliau yang "kejam" itu ternyata membuahkan hasil.

Sebagai anak pertama, saya harus bisa menggantikan posisi almarhum ayah. Dengan dua adik perempuan dan tiga keponakan serta ibu yang kami sayangi, betapa saya harus berdiri kokoh untuk bisa membahagiakan mereka.

Oh ya, salah satu hal yang paling sering diajarkan oleh almarhum ayah adalah tentang kemandirian. Sedari SD hingga saya kuliah, saya selalu mendaftar tanpa ayah maupun ibu. Latihan mandiri dan berani. Begitu ucap almarhum ayah ketika itu.
Ketika mereka-mereka banyak yang ditemani untuk mendaftar ke sekolah, saya dengan gagahnya datang tanpa orang tua.
Bukan itu saja, ketika ada beberapa teman yang "titip" ke salah satu guru di tempat saya mendaftar sekolah, ayah saya kekeuh untuk tidak "main mata" dengan guru maupun karyawan yang notabene masih saudara untuk titip agar saya diterima di sekolah tersebut.
Ayah saya berkata, "Sudahlah ndak usah titip-titipan. Kalau kamu diterima ya syukuri. Kalau tidak, sekolah di tempat lain!"

Masih banyak tauladan lainnya yang ayah berikan untuk saya.

Terima kasih pa.... 

Allohummaghfirlahu warhamhu wa 'afihi wa'fuanhu... Wab ;alil jannata matswahu... Amiin...

*rindu bapak ;(

Thursday, June 22, 2017

Lebaran Sebentar Lagi
Pagi gaes....

Akhirnya bisa kembali nulis ini nulis itu di blog tersayang ini. Eh, salah! Di salah satu blog tersayang ini. Blog gue kan banyak.... Blogger gitu loh! Wkwkwkwk.

Sebelum dilanjut, itu judulnya salah gak yah? Lebaran sebentar lagi atau sebentar lagi lebaran? Ah, sudahlah. Lagi pula itu hanya judul, bukan sarapan pagi. Apa hubungannya? #PLAK!

Selama Ramadhan ini saya jarang posting. Selain lagi banyak kerjaan offline yang menguras celana beserta isi-isinya, pikiran ini juga lagi galau kayak ABG yang baru dicariin jodoh ama emaknya, terus calon jodohnya itu ternyata emak-emak. Ah, sudahlah... Toh tarif listrik juga bakalan kagak turun kaya celana dalem elu gajah yang lagi diiket di atas unta. #apa pula ini.

Lanjut gaes...

Tak terasa, tinggal hitungan detik lebaran alias idul fitri menghampiri kita. Kayaknya Ramadhan baru kemarin. Eh tahu-tahu udah mau nyelonong begitu saja. Untung saja saya batal puasanya sekitar 9 hari. Wadouwh!

Yupz, sembilan atau delapan hari (rada lupa) saya tidak berpuasa. Kenapa? Karena. TITIK!

Semoga untuk melunasi hutang puasa tersebut saya dimudahkan. Yups, semudah mencari jarum di lubang angin. Gleg!

Daripada saya tidak tahu postingan saya kapan lagi, izinkanlah melalui postingan kali ini saya minta maaf yang sedalam-dalamnya kepada teman-teman semua. 

Selamat hari raya Idul Fitri. Semoga kita semua dimenangkan dan kembali ke fitri... Eh, kembali suci ;)

Saya juga berdo'a semoga lebaran di tahun ini menjadi lebaran yang mengasyikan buat teman-teman semua. 

Nah, jangan lupa yah bayar zakatnya. Biar puasanya sampai ke Allah :)

Jangan dibiarkan menggantung begitu saja. Kasihan kan mantan kamu. Eh!

Baju baru alhamdulillah... 
Tuk dipakai di hari raya
tak punya-pun tak apa-apa
Masih bisa beli di RITA (Wew... sponsor yah?) Hehehe....



Akhir kata, semoga kita bisa sampai pooool hingga lebaran tiba. Dan semoga kita mendapatkan malam mulia, lailatul qadar. Malam yang lebih baik dibanding 1.000 bulan. Amiin...

Keep spirit!

Salam lebaran :)

#Nggak ada angpao buat kalian .... Hehehe....