MENGAPA JUALAN KITA TIDAK LAKU DIPASARAN

by - August 07, 2018



www.masdarsono.com-MENGAPA JUALAN KITA TIDAK LAKU DIPASARAN


Mengapa jualan kita tidak laku di pasaran?

Mungkin ini adalah pertanyaan yang sedang melanda hatimu nan galau. Mbuehehe....

Jujur saja, bagi saya pun, pertanyaan ini pernah mampir gegara beberapa produk digital yang saya jual tidak laku.

Boro-boro nongkrong di leaderboard, laku dua saja, syukurnya bisa sambil jungkir balik di hati mantan... #eaaaaaaaaaa.....

Oke, mari kita bahas pertanyaan ini, mengapa jualan kita tidak laku di pasaran.
Jawaban ini saya ambil dari berbagai sumber, termasuk pengalaman gue pribadi.. Hahaaa... Makek gue biar keren :)



Yang pertama, jualan kita tidak laku dipasaran karena harganya mahal.

Ini yang paling sering terjadi jika kita adalah reseller atau dropshipper. Supplier bisa juga sih mengalami masalah seperti ini.

Lalu, apa solusinya?
Perang harga?
Ganti market?
Atau apa?

Perang harga dan ganti market bisa menjadi solusinya. Tapi apakah kamu siap perang harga dengan para pemodal yang mungkin lebih besar darimu?

Ganti market juga bisa menjadi solusinya. Cari konsumen yang kantongnya sesuai dengan harga produk kita. Beres. Iya kan?
Contohnya kita jualan motor besar. Jika kita jualan pada orang yang untuk makan dan sekedar ngangsur rumah saja masih ngos ngosan, mana bisa laku tuh motor besar yang kita jual?

Tapi saya jadi inget kata ko Denny Santoso, mahal adalah mindset
Jika kita mampu membreakdown masalah mindset ini, jualan semahal apapun, pasti laku :)

Lalu.... Bagaimana caranya menjual produk mahal?
Lain kali kita bahas yah... Hehehe...

Untuk masalah mindset, silahkan baca postingan di channel ini.


Yang kedua, jualan kita tidak laku dipasaran karena konsumen belum butuh.


Jika konsumen atau calon buyer belum butuh, bisa jadi produk yang kamu tawarkan tidak bakalan dilirik sama sekali. Mengenaskan yak? Hihihiy...

Tenaaaang....
Ada solusinya kok. Caranya, cari calon buyer yang butuh dong. So, target market harus diganti.

Jika belum dapat target market baru, kamu harus pakai salah satu jurus yang ada pada KITAB KUNINGNYA PARA PENJUAL. 

Belum pernah dengar KITAB tersebut? Hubungi saja kontak yang ada pada blog ini. Pasti dikasih tahu kok nanti :)

Selain mencari calon buyer yang memang sedang membutuhkan produk yang kita jual, kita juga bisa menjual produk yang mereka butuhkan. 

Maksudnya?
Ganti produk yang kita jual dong :)

Tapi saran saya...
Breakdown masalah calon buyer tertarget terlebih dahulu. Bisa dengan website maupun media sosial lainnya. Hire orang-orang yang ahli untuk dimasukan ke tim penjualan kita.




Yang ketiga, jualan kita tidak laku dipasaran karena pelayanan kita yang kurang ramah.


Ini masalah yang sangat serius!
Kenapa sangat serius? 

Karena masalahnya pada mindset si penjual.

Yang namanya jualan, sebagus apapun produk kita, pasti ada yang nyinyir ke kita. Kita musti pandai menyikapinya.
Apalagi dalam melayani calon buyer, kita musti lebih smart.

Kudu punya ilmu humanity. Begitu kata suhu Uun Wijianto, pentolan Banyumas Digital Marketer Community.


Yang keempat, jualan kita tidak laku dipasaran karena produk kita tidak bagus.

Ini juga serius.
Jika produk yang kita jual tidak bagus, maka solusinya ya  perbaiki kualitas produknya.

Selain itu, cari produk lain yang bagus untuk mendampingi jualan produk kita yang kualitasnya jelek tersebut.

Contohnya seperti ini.
Kita jualan beras yang kualitasnya jelek. Karena tidak laku, carilah produk yang sama-sama SEMBAKO sebagai pendamping jualan beras jelek tersebut.
Gula pasir misalnya...

Tapi catat... Kualitas gulanya kudu good.

So, ketika kita menawarkan beras, gula pasir juga kita tawarkan.


Yang kelima, jualan kita tidak laku dipasaran karena kita kurang mengedukasi calon konsumen kita.

Saya pernah buktikan ketika saya menjual blog cash duit. Dua kali saya menjual produk tersebut.

Jualan pertama kali, saya tidak mengedukasi tentang apa itu blog, pentingnya blog dan sumber penghasilan dari blog.

Langsung jual saja.

Hasilnya? Cuman banyak yang nanya tapi kagak ada yang beli bung! :)

Kali kedua saya jualan produk ini, saya gunakan teknik story telling untuk mengedukasi jualan saya itu.

Mulai dari ketika ada seorang haji yang menelepon saya karena Beliau ingin memasang mesin digital pertamini (saya jualan ini).

Bla bla bla...

saya ceritakan perjalanan pak haji tersebut hingga mengenal saya beserta produk mesin pertamini digital tersebut.
Intinya, Beliau tahu dari browsing di google.

Karena blog saya page one di google, jadilah jualan saya cukup dikenal di wilayah eks karesidenan Banyumas ini.

Lanjut lagi saya ceritakan tentang kenapa saya bisa page one. Dan seterusnya hingga banyak jualan saya yang closing termasuk jaket dan pakaian distro.

Semua karena blog.

Berakhir pada satu kata.... Bahwa ELU kudu beli video tutorial yang sudah terbukti menghasilkan uang ini. Hehehe...

Apa tanggapan para target marketku?
3 orang langsung beli sebelum saya tutup sesi jualan saya yang kedua itu.

Selanjutnya, satu persatu banyak orang yang mulai nanya-nanya dan akhirnya membeli video tutorial tersebut.

Selanjutnya, saya mulai kasih testimoni berupa transferan para pembeli produk saya.

Oh ya, sampai saat ini saya juga masih menjual produk tersebut.

Silahkan memesan langsung melalui KONTAK yang ada pada blog ini. insha Allah langsung dilayani kok...

Ya kalau kamu mau dapet duit dari blog tentunya. Ada grup bimbingannya kok. Tenang saja.

Mbeuehehe...

Kesimpulannya bahwa mengedukasi konsumen perihal barang yang kita jual adalah suatu keharusan :)

Sekian postingan tentang mengapa jualan kita tidak laku di pasaran. Semoga bermanfaat.


Salam sukses!



Sumber gambar

You May Also Like

0 comments

Ini adalah tempat ngeluarin uneg-uneg.
Monggo yang mau nyerocos, saya persilahken :)

Oh ya, link hidup terpaksa saya cubit lho ...

Sponsor