Keutamaan Bulan Sya’ban, Amalan dan Peristiwa Penting yang Pernah Terjadi di Bulan Sya’ban

Posted on

Memasuki bulan Sya’ban yang mulia ini, marilah sejenak kita kembali membaca dan mengingat tentang keutamaan Sya’ban, amalan-amalan apa saja yang disunahkan serta beberapa peristiwa penting yang pernah terjadi di bulan Sya’ban yang mulia ini.

Bulan Syaban merupakan salah satu peringatan umat Islam yang termasuk istimewa, karena terdapat banyak keutamaan di dalamnya, di antaranya adalah pada bulan ini amal perbuatan manusia diangkat ke hadirat Allah SWT oleh malaikat.
 

Disamping itu, banyak juga peristiwa penting dalam sejarah Islam yang dahulu terjadi di bulan ini. Sebagai umat Islam, tentu kita wajib tahu mengenai berbagai bulan dalam penanggalan Hijriah, termasuk tentang Syaban. Untuk lebih mengenal tentang Syaban, berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.

Satu bulan sebelum Syaban, ialah bulan Rajab yang menjadi salah satu bulan Haram dalam Islam. Pada bulan Haram ini kaum muslimin dilarang untuk melakukan dosa dan melanggar segala syariat yang telah Allah SWT tentukan.

Setiap dosa yang dilakukan di bulan haram akan mendapat ganjaran yang lebih besar dibandingkan bulan yang lain. Begitu juga dengan amal kebaikan, maka akan mendapat pahala yang berkali lipat.

Sejarah Bulan Sya’ban

Secara istilah, Syaban diambil dari bahasa Arab yang berarti berpencar atau berpisah. Sejarahnya, pada bulan ini masyarakat Arab berpencar atau berpisah untuk mencari air.

Pada bulan Rajab, mereka menahan diri untuk berperang atau melakukan perjalanan keluar. Setelah bulan Rajab berakhir, maka di memasuki Syaban mereka keluar untuk mencari air atau sumur untuk memenuhi kebutuhannya. Hal ini dijelaskan oleh Imam Ibnu Hajar Al-Atsqalani dalam Fathul Bari.

Dalam penanggalan Hijriah, Syaban merupakan bulan ke delapan. Sayangnya, kaum muslimin seringkali melupakan berbagai ibadah di dalamnya. Padahal, Syaban adalah bulan persiapan menjelang bulan Ramadhan. Secara kuantitas dan kualitas, seharusnya Syaban sebagai bulan “pemanasan” untuk menyambut ibadah di bulan Ramadhan.

Hal ini seperti yang disampaikan dalam sebuah hadits. Diriwayatkan dari Usamah bin Zaid Ra, Rasulullah Muhammad SAW bersabda,

“Sya’ban adalah bulan tempat manusia mulai lalai, yakni di antara Rajab dan Ramadan.”

(HR. An-Nasai)

Peristiwa Penting yang Pernah Terjadi di Bulan Syaban

Di bulan Syaban sendiri, ada beberapa peristiwa penting yang pernah terjadi. Diantaranya adalah dua peristiwa yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan Islam saat itu. Apa saja itu? Yuk simak lebih lanjut.

1. Perpindahan Kiblat Dari Masjidil Aqsa ke Masjidil Haram

Di antara peristiwa penting yang pernah terjadi di bulan Syaban ialah peristiwa perpindahan arah kiblat yang menjadi sejarah teramat besar bagi kaum muslimin. Kiblat yang tadinya menghadap ke Masjidil Aqsa berpindah menghadap ka’bah di Masjidil Haram, Mekkah.

Peristiwa perpindahan kiblat ini terjadi pada pertengahan Syaban di tahun kedua Hijriyah. Perpindahan kiblat ini sangat diinginkan oleh Rasulullah SAW karena untuk menyelisihi kaum yahudi yang juga menjadikan Masjidil Aqsa sebagai arah kiblatnya. Kemudian, pasca Isra’miraj kiblat pun berpindah atas izin Allah SWT.

2. Bulan Turunnya Ayat Perintah Bershalawat

Meskipun Syaban bukan termasuk dari salah satu bulan haram, namun bulan ini Allah istimewakan dengan peristiwa sejarah yang tidak akan terjadi di bulan lain. Allah SWT menurunkan ayat perintah bershalawat pada bulan ini.

“Sungguh Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, shalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
(QS: Al-Ahzab: 56)
 

Oleh sebab itulah, sebagai kaum muslimin jangan sampai kita terlewat untuk banyak bershalawat di bulan Syaban. Tentunya, bukan saja di bulan ini, namun momentum Syaban bisa menjadi waktu untuk kita membiasakan diri.  Syaban seharusnya semakin membuat kita giat beribadah dan berbagi.

Keutamaan di Bulan Syaban

1. Bulan Rasulullah Memperbanyak Puasa

Dahulu Rasulullah shallahu alaihi wa salam memperbanyak puasa di bulan Syaban. Di antara dalil yang menunjukan bahwa Nabi sering berpuasa di bulan Syaban ialah hadits dari Aisyah rardhiallahu anha:

“Terkadang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam puasa beberapa hari sampai kami katakan, ‘Beliau tidak pernah tidak puasa, dan terkadang beliau tidak puasa terus, hingga kami katakan: Beliau tidak melakukan puasa. Dan saya tidak pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan, saya juga tidak melihat beliau berpuasa yang lebih sering ketika di bulan Sya’ban.”
(HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Di antara puasa yang bisa dilakukan di Rasulullah SAW adalah:
Puasa Daud, yaitu puasa-yang dilakukan secara selang seling, sehari puasa dan sehari tidak berpuasa. Puasa-Senin dan Kamis, yaitu puasa yang dilakukan pada hari senin dan kamis. Puasa Ayamul Bidh, yaitu puasa yang dilakukan tiga hari pada pertengahan bulan hari ke 13, 14, dan 15.

Tentunya, kita juga bisa mencontoh Rasulullah SAW dengan memperbanyak puasa di bulan Syaban ini. Apalagi, setelah Syaban kita juga akan menghadapi puasa di bulan Ramadhan. Jika sudah terbiasa, tentu tidak akan berat untuk menjalankannya secara penuh di bulan selanjutnya.

2. Bulan Diangkatnya Amal

Hal ini berdasarkan dari hadits dari Usamah bin Zeid yang bertanya kepada Rasulullah shallahu alaihi wa salam. Ia mengatakan

“Dan kami tidak melihat engkau banyak berpusa kecuali di bulan Syaban?.”

Kemudian Rasulullah shallahu alaihi wa salam  bersabda:

“Itulah bulan yang orang-orang banyak yang lalai antara bulan Rajab dan Ramadhan, yaitu bulan ditampakkannya amalan-amalan, dan aku suka ketika amalanku diperlihatkan dihadapan Rabbku, sedangkan aku dalam keadaan berpuasa.”

(HR. An-Nasa’i)

Kebiasaan Rasulullah shallahu alaihi wa salam apabila ada bulan ataupun waktu diangkatnya amalan kepada Allah, maka beliau senantiasa melakukan amal kebaikan. Ini adalah keutamaan Syaban yang tidak dimiliki oleh bulan-bulan yang lain.

Di bulan ini, juga kesempatan bagi kita untuk memperbanyak amal kebaikan. Misalnya saja, sahabat bisa melakukan amal kebaikan dengan turut bersedekah atau berzakat di Dompet Dhuafa yang akan disalurkan ke program-program yang ada untuk penerima manfaat di bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Budaya, Sosial dan Dakwah.

 

Sumber : Google.com

 

3. Menjadi Persiapan Sebelum Ramadhan

Melakukan berbagi amal kebaikan saat Syaban memiliki hikmah yang mulia. Jika terbiasa melakukan amal kebaikan di bulan ini seperti berpuasa, bersedekah atau bershalawat, maka tidak akan merasa berat dalam melakukan amal kebaikan di bulan Ramadhan.Ketika seseorang terbiasa memperbanyak amal kebaikan di bulan ini, maka akan mendapatkan semangat ketika memasuki bulan Ramadhan. Apalagi, di bulan Ramadhan ini amal kebaikan manusia dilipat gandakan oleh Allah.

Demikian sedikit postingan mengenai keutamaan bulan Sya’ban, amalan serta peristiwa penting yang pernah terjadi di dalamnya. Semoga kita dipertemukan dengan Ramadhan yang mulia. Amiin yaa Robbal ‘aalamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published.