caption

Strategi “TOKCER” TOKOPEDIA ini terapkan di Bisnis Anda

Diposting pada


Industri e-Commerce semakin kompetitif di tengah kondisi ekonomi global yang tidak stabil.

Sulitnya mendapatkan pendanaan baru di tengah ekonomi post-covid juga memperburuk situasi.

Hal ini membuat berbagai startup eCommerce telah mem-PHK karyawannya. Langkah ini diambil karena alasan efisiensi.

Advertisements
Advertisements Text

Shopee Indonesia memangkas 3% dari total karyawannya. Tidak lama setelah dewan direksi dari perusahaan induknya tidak mendapatkan gaji JD.ID juga mem-PHK karyawannya di bulan Mei 2022. Tapi tidak ada informasi tentang jumlah karyawan yang di-PHK Platform eCommerce di Asia Tenggara, iPrice Group, mem-PHK 20% karyawannya di bulan Juni.

Selain tiga startup eCommerce tersebut, Bukalapak sudah lebih awal diterpa oleh badai PHK di akhir tahun 2019.

Namun, perusahaan eCommerce lokal, Tokopedia Merupakan salah satu startup yang tidak terganggu oleh gelombang PHK. Hingga hari ini Justru karyawan Tokopedia telah bertambah sebanyak lebih dari 1000 orang Sejak Februari 2020 – sebelum pandemi muncul di Indonesia.

Lantas, apa strategi yang Tokopedia ambil untuk menghindari badai PHK? Co Founder & Director PT Tokopedia, Leontinus Alpha Edison mengatakan pihaknya sangat hati-hati dalam mengembangkan kinerja termasuk dalam proses merekrut karyawan. Dengan menerapkan strategi tersebut, pegawai Tokopedia kini bertambah dari 4800 menjadi 6000 orang. Menurutnya, Tokopedia tidak akan melakukan PHK, kecuali terdapat kesalahan yang tidak bisa ditoleransi atau jika performa perusahaan tidak memungkinkan lagi untuk lanjut beroperasi Ia menilai hal tersebut bukanlah termasuk PHK seperti yang dilakukan banyak startup saat ini.

Advertisements
Advertisements Text

Baca Juga :   RESIGN, SIAPA TAKUT?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *