Monday, February 22, 2016

CURUG CEHENG

Selamat sore warga blogger yang berbahagia :)

Kali ini sedikit info tentang salah satu tujuan wisata di daerah Banyumas alias Golden Water... Mbuehehe...

Oh ya, sebelumnya saya ucapkan dirgahayu kabupaten Banyumas yang ke-445. Moga makin jaya di udara... #Radio Mbok #ULTAH_BANYUMAS




Ya semoga semakin baik disegala lini, terutama lini pembangunan mental manusianya. Kalau mbangun-mbangun fisik mah manusia purba juga udah bisa dan terbiasa... #guayamu Cah

Baiklah saudara-saudari, kathok bedhah ngarep mburi :) Travelling yang pernah saya lakukan bersama model-model majalah angudubilah ini adalah salah satu kenangan termanis saya selama saya hidup di dua alam... eh, di dunia nglayab maksud saya. Perisiwa ini terjadi pada beberapa tahun yang lalu dimana kumis dan rambut-rambut saya yang lainnya masih tertutup rapi dan masih dalam kondisi perawan tong tong.

Salah satu tempat yang kami kunjungi adalah sebuah curug yang berada di sebuah desa yang bernama Gandatapa.

Desa Gandatapa ini merupakan desa di wilayah kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Desa ini berada 600 M Diatas Permukaan Laut (DPL). Dengan kondisi yang demikian itu, maka Gandatapa adalah desa yang mengasyikkan bagi para pengantin baru... Jiahahahaa........  *adem bro

Memang sih kebanyakan destinasi wisata di daerah Banyumas adalah daerah-daerah pegunungan. Maklumlah, Banyumas adalah salah satu daerah yang berada di lereng gunung Slamet bagian selatan.

model majalah play play sedang menunjukan curug ceheng.... itu lho curugnya..... ngerti mbok?

Nah, untuk menuju ke curug Ceheng tersebut, saya pikir tidak sesulit seperti mencari bandot tua di alam liar. Hahahaha... 

Silahkan buka primbon terlebih dahulu. Nah, kalau sudah buka primbon, silahkan sampeyan cek dimana lokasi UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PURWOKERTO (UMP).

Dari UMP inilah saya pikir jalur yang cukup mudah. Dari UMP silahkan sampeyan-sampeyan tancap gas ke arah timur hingga perempatan Sumbang. Perempatan Sumbang ini ditandai dengan adanya tugu, pasar dan Polsek.

Dari pertigaan itu silahkan sampeyan belok kiri ke arah utara. Ikuti jalan ini terus, jangan berbelok-belok.

Perjalanan kurang lebih sepanjang 10 Km ini sangat mengasyikan. Disamping udara yang sejuk, cuaca pedesaan menambah aroma keindahan tersendiri. Ceilehhh... aroma...

Jangan khawatir mas broh dan mbak sis, jalannya enak kok (kayak makan coklat palentin). Selain aspalnya bagus, cewek dan cowok-nya juga bagus-bagus... Ya kayak saya ini.... Wokokokok

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 10 sampai 15 menit, nanti sampeyan akan sampai di gerbang curug ceheng. Karcisnya kalau ndak salah Rp. 2.500-an. Biaya parkir juga ada. Pokoknya dana minim tapi petualangannya maksim :) Kalau sekarang saya ndak tahu berapa harga tiket masuknya. Mbuehehe.......

Berikut penampakan-penampakan ketika kami berada di curug ceheng.
Cuci muka walaupun belum mandi.........

ada yang lagi pacaran kek gitu.....   wekekekkek

Pede di kamera.... padahal belum mandi dua hari.....  Siapakah dia????  #kamfret... masa ndak tau????

kalau mau E E  jangan disitu mas!  ngisin ngisini....

Trio blacan kuburan (paino, paijo, petty)

andon padha kecehan thok neng kono!


DIMANAPUN TEMPATNYA, NDANGDUT MUSIKNYA..... TAAARIIKKK MAAANG....*NJONTE




Begitulah cerita saya sewaktu datang ke curug ceheng. Oh ya, disitu juga ada warung lho. Tapi di atas setelah melewati gerbang curug.

Yang paling depan jalannya cepat banget.... lagi dikejar deb collector bu?

Bye ... byeee....

"Jalannya turun... nggak naik..." , kata si Petty.... kampret tuh anak, dimana2 yg namanya turunan, pasti ada tanjakan..... berangkat turun, pulangnya ya  naik tanjakan... ..  HUFT!!!




Bagi yang mau berkunjung kesana, keep safety yah. Jangan mandi sembarangan. Pokoknya kalau mau mandi jangan ke area yang dalam. Soalnya berbahaya dan selama kami disana, tidak ada petugas yang secara khusus mengawasi pengunjung yang bermain air/mandi di curug. Semoga saja sih mulai tahun ini curug ceheng tersebut dikelola secara profesional. Biar mantabz gituuu :)

Happy travelling :)







8 comments:

  1. Curugnya bagus mas....tapi yang jadi perhatian ku adalah trio blacan kuburan...lucu kabeh...haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya, sayang yang ngambil gambar kurang makan siang... akhirnya yak kayak gitu dech potonya... wekekekk..

      Hahahaa..... Mereka itu kalau kemana2 seringnya sama saya.... saya senang dan riang gembira jika bersama mereka... Bisa ngebohongi mereka terus soalnya saya... hahahaaaa........

      Delete
  2. Curugnya keren eh....
    bawahnya tempat berkumpulnya air lebar, kalau disini langsung sungai berbatu :((

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mas broh... bisa mandi disitu... sebenarnya waktu kami kesitu ada 3 cewek lagi mandi. Namun berhubung saya pas waktu itu lagi alim-alimnya, ndak tak poto mereka.... cukup tak nikmati lewat lagu... halah!

      Delete
  3. Curugnya keliatan alami banget dan segeeer. Di pinggirnya juga gak dalam, ya? :D Pingin ke sana deh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya bu, sangat alami...
      kebanyakan objek wisata alam di daerah sini masih alami. Bahkan ada satu curug lagi yang belum terjamah oleh pemda/swasta utk objek wisata.
      Saya tahu dari teman saya... dan belum kesana juga :)

      Iya bu, nggak dalam. Bisa bersantai2 dipinggiran curug sembari melepas lelah :)

      Delete
  4. Hm, besok2 kalo punya uang berlebih (kapan yah, ah diaminkan saja .. aamiin) mau bilang ke suami supaya berbulan madu ke Banyumas. Kayaknya asyik :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. aminnnnn.....

      iya, bulan madunya disini saja bu...
      pas ademnya... xixiixixi

      Delete

Ini adalah tempat ngeluarin uneg-uneg.
Monggo yang mau nyerocos, saya persilahken :)

Oh ya, link hidup terpaksa saya cubit lho ...