Wednesday, October 26, 2016

RINDU DENDAM

Aku selalu saja merinduimu
dalam hitam jagad-ku
dalam kelam asbabku
dalam lebam smarandana-ku

Kemana saja kau selama ini?
Selama putik benciku masih menari
aku masih saja menanyakan kepergianmu
Padahal melati masih membenci siksa diri

Kemana saja kau selama ini?
Apakah selingkuh-selingkuh kata itu masih bersemayam dalam ragamu?
Apakah percikan-percikan darah itu masih membekas di dahimu?

Ah.... Kemana saja kau selama ini?


Friday, October 14, 2016

REVIEW BUKU JIWO J#NCUK

Puncak kangen paling dahsyat ketika dua orang tak saling menelepon
tak saling sms
BBM-an
dan lain lain tak saling
namun diam diam keduanya saling mendoakan.


Bicara tentang cinta selalu tak berkesudahan. Kali ini Sujiwo tejo, budayawan yang dikenal dengan gaya nyentrik, akan berbagi rasa tentang cinta dan bermacam hal yang dekat dengan kesehariaanya lewat kata-kata. Berbicara tentang perempuan, kebudayaan, kemacetan kota, hingga filosofi sederhana kehidupan.

=====================================================================




Itulah beberapa kalimat yang terdapat dalam bukunya Mbah Tedjo (panggilan akrab Sudjiwo Tedjo) sang Presiden Jancukers.

Jiwo J#ancuk mengemas pemikiran-pemikiran dan ungkapan rasa Sujiwo Tejo dalam berbagai bentuk, mulai dari prosa, puisi, hingga kumpulan kicauannya didunia virtual dengan akun@sujiwotedjo. Hasil observasinya terhadap detail kehidupan disampaikan dengan bahasa yang santai, namun tetap sarat nilai dan kerap “menyentil”.

Buku yang berisi kisah cinta,  budaya, filosofi dan tentunya religi ini menurut saya merupakan hasil dari pengalaman dan perenungan sang penulis sendiri. Kisah cintanya ketika menjadi penyiar radio sekaligus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi ternama di Bandung merupakan alasan kenapa saya bilang kalau buku tersebut merupakan orisinalitas dari kejadian yang dialami sang penulis.

Tapi saya tidak akan membahas perihal cintanya sang Presiden Jancukers tersebut. Yang akan saya bicarakan kali ini adalah tentang pola pikir sang penulis buku ini. 

Pemikirannya laksana bola liar. Loncat ke sana kemari, tapi selalu memberi ruang bagi para pembaca untuk ikut tenggelam dalam kata. Bahwa sejatinya kehidupan itu adalah terus bertanya di tiap kejadian, bahkan lewat tulisan yang tersampaikan.

Sudjiwo Tedjo merupakan satu dari sedikit manusia Indonesia yang mempunyai pola pemikiran anti mainstream. Berbeda dengan masyarakat pada umumnya.

Pola pikir anti mainstream tersebut menurut saya merupakan bentuk perlawanan dari penulis atas berbagai pemikiran manusia Indonesia yang sadar atau tidak sadar merupakan hasil dari penjajahan yang berupa pendidikan.

Lihatlah bagaimana ia bermajas mengenai pelajaran IPS dan IPA. "Jika pelajaran IPA dipandang lebih penting dari pelajaran ilmu-ilmu sosial, lalu mengapa para penjajah yang datang hanya dengan beberapa kapal itu mampu menguasai nusantara selama berabad-abad."

Saya yakin seyakin-yakinnya kalau kebanyakan dari kita ketika akan menilai kepintaran seseorang pastilah dari kecakapan ilmu eksaknya. Matematika mungkin, fisika mungkin, kimia mungkin atau ilmu-ilmu yang berhubungan dengan hitung menghitung lainya, bukan ilmu sosial macam antropologi misalnya.

Kalau ada anak SMA yang mengambil jurusan IPS, hampir dipastikan penilaian kita atas anak itu adalah anak yang tidak cerdas. Dan sebaliknya pada anak-anak kita yang masih belajar di SMA pun sudah terkontaminasi pemikiran yang demikian. Anak yang merasa dirinya pintar akan lebih memilih jurusan IPA daripada jurusan IPS,apalagi bahasa.

Entah siapa yang memulai penilaian-penilaian model seperti ini. Yang jelas, pola pikir seperti itu sudah mendarah daging pada masyarakat kita. Kecerdasan hanya diukur dari angka-angka belaka. Menyedihkan.

Dan Sudjiwo Tedjo hadir menggebrak pola pikir seperti itu melalui tulisanya. Jarang ada penulis yang idealis seperti mbah Tedjo :)

Apa dia ndak takut ya kalau-kalau karyanya tidak bisa diterima di masyarakat yang logikanya sudah sangat terbalik dengan logika dia?

Tidak semua masyarakat memang. Tapi hampir secara umum ya masyakat kita pola pikirnya seperti itu ketika merumuskan kecerdasan seseorang :)

Kita tinggalkan mengenai pola pikir manusia Indonesia pada umumnya ketika menilai kecerdasan seseorang. Di sisi religiusitas, sang penulis lagu "Sajadah Panjang" yang dinyanyikan oleh Bimbo tak luput dari "semprotan" Mbah Tedjo.

Sebelum kita lanjutkan mengenai kisah "semprotan" tersebut, marilah kita baca larik demi larik dari lirik lagu Sajadah Panjang tersebut.


Ada sajadah panjang terbentang

dari kaki buaian
sampai ke tepi kuburan hamba
kuburan hamba bila mati
ada sajadah panjang terbentang
hamba tunduk dan sujud
di atas sajadah yang panjang ini
diselingi sekedar interupsi


Mencari rezeki mencari ilmu
mengukur jalanan seharian
begitu terdengar suara adzan
kembali tersungkur hamba
ada sajadah panjang terbentang
hamba tunduk dan rukuk
hamba sujud tak lepas kening hamba
mengingat Dikau sepenuhnya

Nah, pada bagian inilah sang Presiden Jancukers tersebut akhirnya mengkritik sang penyair yang menulis lagu tersebut.


"diselingi sekedar interupsi"

Mari kita baca lagi larik demi larik syair lagu di atas!

Saya tidak tahu ada berapa orang lagi yang mengkritik perihal kalimat tersebut. Yang jelas, setahu saya baru ada Sudjiwo Tedjo yang blak-blakan menulis kritikannya di buku Jiwo J#ncuk miliknya.

Lantas, apa yang mengusik ketenangan hatinya sehingga ia mengkritik salah satu lirik yang telah disebutkan di atas?

Menurutnya, kata-kata sekedar interupsi tidak cocok bahkan sudah diluar jalur dari maksud yang terkandung pada syair lagu tersebut. Masa beribadah hanyalah sekedar interupsi? Mari kita simak lagi syair sebelum tulisan interupsi pada lagu tersebut.

Ada sajadah panjang terbentang
dari kaki buaian
sampai ke tepi kuburan hamba
kuburan hamba bila mati
ada sajadah panjang terbentang
hamba tunduk dan sujud
di atas sajadah yang panjang ini
diselingi sekedar interupsi

Pantas saja masih banyak orang yang katanya sembahyang masih saja doyan korupsi. Lha wong ibadahnya hanya sekedar interupsi kok. Hehehe...

Dan benar saja. Konon pertemuan antara Sudjiwo Tedjo dan sang penyair terjadi di didepan toilet. Begitu sang penyair keluar dari toilet, ia tertawa-tertawa kecil. Lantas ia bilang ke Mbah Tedjo perihal "lahirnya" kata interupsi di syair lagu tersebut. Sang penyair bercerita kalau pada waktu ia menulis syair tersebut ia kebingungan mencari kata-kata atau kalimat untuk menyambung larik sebelumnya. Lalu munculah kalimat sekedar interupsi tentu saja dengan sedikit keterpaksaan. Ia pun dengan gagah berani menyampaikan hal tersebut kepada Sudjiwo Tedjo. Hehehe...

Begitulah sekelumit cerita perihal pola pikir Sudjiwo Tedjo. Dalam dan terkesan menggurui sih menurut saya. Hahahaha....

BTW, makasih mbah, sudah mencerahkan otak-otakku yang ternyata kosong dalam beberapa dekade ini. Mbuehehehe.

Semoga sukses mbah. Sampeyan memang Jianc#k!


Nb. ditulis sebagai bahan diskusi di kampus.




Wednesday, October 12, 2016

YES!

Dear kisanak semua...Cieee....Pakai dear. Emangnya boneka. 
*Itu bear mas ... bear!

Lama juga tidak ngobrol ngalor ngidul di blog tercie ini :) Maklumlah sibuk dengan dunia offline dan perdagangan bebas di komplek RW tentunya. Mbuehehe...

Sebenarnya banyak sekali cerita yang sudah terkumpul dan niat saya mau tak posting di blog ini. Tapi malang tak bisa ke Surabaya. Dan Surabaya bukanlah kota Malang. Banyak peristiwa yang tiba-tiba terjadi begitu saja. Peristiwa demi peristiwa yang akhirnya berdampak pada perekonomian janda tunggal. Halah! Berdampak pada kurang terurusnya blog ini.

Postingan terakhir kemarinpun lumayan tergesa-gesa. Jadi kurang berasa klimaks seperti itu. Wkwkwkwk....

Baiklah, walaupun kalian tidak bertanya, tapi saya akan kasih tahu ke kisanak dan nyisanak semua perihal berbagai peristiwa yang mengakibatkan blog ini menjadi kurang sabun dan popok ukuran XL. Mbuhehe.....

Dimulai dari pekerjaan saya sebagai operator DAPODIK :)
Entah dosa apa yang telah dilakukan laptop saya. Sungguh saya bingung sambil berjoget, bersiul dan berjingkrak di atas septictank.

Bagaimana tidak bingung, laptop buat bekerja yang saya gunakan ikut-ikutan rusak kayak laptop punyaku yang lebih aseloleh dan marajeleh. Alhasil laptop tersebut harus diinstall ulang. Kampretnya lagi, DAPODIK belum sinkron. Dan hasil dari perbuatan laknat laptop tersebut mengakibatkan hilangnya kegadisan saya, eh.... hilangnya hasil pekerjaan saya selama hampir satu setengah bulan lebih (Agustus-September).

Mengingat batas waktu untuk beberapa keperluan seperti Kartu Indonesia Pintar dan dana BOS, akhirnya saya lembur beberapa hari sampai jam tiga pagi. Bangun jam empatan, kerja lagi sampai jam enam pagi.Mandi, terus berangkat kerja. Pulang Maghrib. Habis itu berkelahi lagi dengan DAPODIK. Oh my God.... Serasa bagai digilir tante-tante. Wkwkwkwkwk......
Blog pun menjadi terbengkelai kayak mantan yang kagak ada dompetnya sama sekali... eh!

Selain DAPODIK, ternyata saya harus melakukan CT SCAN demi mengetahui mengenai benjolan yang ada di leher kiri saya (bawah telinga). Mulai dari hari Rabu sampai Senin saya bolak balik ke rumah sakit jiwa... eh, rumah sakit milik daerah guna keperluan tersebut.

Kok lama banget mas dari Rabu sampai Kamis? Kapan-kapan saya ceritakan kalau saya mau :)

Alhamdulillah berdasarkan hasil scan tersebut, benjolan yang ada di leher saya tidak berbahaya.... Semoga saja selalu demikian... Amiin..

Nah, masalah lain yang mengakibatkan blog ini terbengkalai ya karena faktor yang menggembirakan. Apa itu? Banyaknya pesanan kaos, sepatu, tas dan jaket yang saya jual baik secara online maupun offline. Hingga detik ini, masih ada TIGA LUSIN lebih orderan berupa jaket dan kaos yang belum terkirim....
Alhamdulillah....

Sssttt.... Ada lagi faktor yang lagi-lagi menyenangkan yang membuat saya jarang posting di blog ini. Apa itu? Job review di blog sebelah mulai berdatangan. Lumayan lah buat nyicil motor. Mbuehehe...

Ada lagi mas yang bikin blog ini sedikit mampet?

Ada dong. Yaitu, tugas kuliah yang mulai nyelonong semenjak minggu kemarin. Arghh... Pokoknya asyik banget dech.

Dan tekad saya mulai pagi yang pagi banget ini.... Saya akan berusaha untuk menjadi blogger yang kagak pakai lipstik dan behel. Percayalah....Percayalah!

Salam blogger dan jangan lupa untuk selalu bersemangat.

Yes!

Friday, October 7, 2016

Restoran favorit di Ubud Nan Eksotik


Eksotisme Ubud dengan budaya tradisionalnya yang masih terjaga menjadi alasan kenapa kamu harus mengunjungi desa ini jika ke Bali.  Alam yang tetap hijau dengan sawah terasering yang harmonis menjadi pemandangan keseharian di desa  yang merupakan bagian dari Kabupaten Gianyar.

Kawasan Ubud mulai dikenal semenjak pelukis yang berasal dari Jerman dan Belanda menetap di sini. Mereka memperkenalkan Ubud melalui karya lukisan mereka yang menggambarkan keindahan dan keunikan Ubud di tahun 1930an. Kini lukisan tersebut dapat kamu saksikan di Museum Puri Lukisan Ubud.

Selain keindahan alamnya, kawasan ini juga dikenal dengan hotel ataupun resornya. Sehingga kamu tidak akan kesulitan menemukan penginapan di Ubud, karena bisa dilihat pada situs booking Traveloka dengan daya tarik nuansa alamnya.Pemandangan eksotis, fasilitas lengkap, pelayanan ramah dan menyenangkan dapat kamu temui di resor-resor seperti Hanging Garden, Villa Shanti, ataupun Mandapa.

Bahkan di Hanging Garden yang berada di Desa Buahan, Payangan, kamu akan merasakan sensasi menginap di atas bukit yang dikelilingi pepohonan hijau. Seolah-olah kamu berada di sebuah taman gantung di atas bukit sehingga tempat ini dinamakan hanging garden. Selain itu, infinity pool menjadi pengalaman menarik berenang di atas ketinggian di mana batas kolam tidak terlihat jelas.
Photoright: hanginggardensofbali.com


Keindahan alam dan keeksotikan lokasi menjadikan resor ini kerap dijadikan tempat bulan madu.
Setiap villa terpisah dan menggunakan lift khusus sehingga memberikan privasi maksimal seperti yang diinginkan oleh pasangan bulan madu.

Keromantisan ini akan lebih terasa dengan mengunjungi restoran mewah dengan tetap mengedepankan keindahan alam sebagai daya tariknya selain makanan lezat dan arsitektur bangunan yang menarik. Berikut ini beberapa rekomendasi restoran yang bisa kamu kunjungi.

1. Cascades Restaurant
Di restoran ini kamu akan menikmati keindahan alam Ubud dari ketinggian di dalam tempat yang tidak diberi sekat pada dindingnya. Menikmati lembah dan hutan tropis dari luar ataupun dari dalam restoran sama indahnya. Langit-langit jerami dengan atap berbentuk seperti paviliun di Bali menguatkan kesan back to nature yang diusung resto ini.

Cascades Restaurant menghadirkan menu tradisional Indonesia maupun internasional yang telah terbukti kelezatannya. Hal ini telah diakui oleh media internasional yang datang berkunjung. Jadi, masukkan resto ini ke dalam wishlist restomu ya!


Photoright: cascadebali.com

     2. Green House Restaurant
Resto ini menggunakan konsep unik di mana bagian resto dibagi dua menjadi ruang indoor dan outdoor dengan dipenuhi bar. Di ruang outdoor didesain sebagai ruang piknik di mana kamu dapat menonton film di bawah langit malam yang bertabur bintang. Menarik bukan! Selain itu, nikmati makanan yang menggunakan bahan organik lokal yang menyehatkan sehingga bersantap di sini  menjadi hal yang menyenangkan.

    3Maya Sari Asiatique Restaurant
Tempat ini sangat romantis dengan konsep bangunan bergaya Asia yang inovatif dengan meja teppanyaki yang otentik dan khas Jepang. Menu yang ditawarkan berupa ragam masakan Asia yaitu Jepang, Cina, India, Thailand, dan tentunya Indonesia dengan citarasa yang sudah tidak diragukan lagi.
Keindahan pemandangan yang dilengkapi dengan air mancur dan kebun yang indah akan menemani kamu selama bersantap di tempat ini.  Sehingga tempat ini sangat tepat jika kamu hendak menyelenggarakan acara garden party ataupun acara pernikahan. Taman yang indah akan menjadi background yang tepat untuk acara bahagiamu dan memberi kesan seumur hidup.

4. Ayung Organic Restaurant
Resto ini merancang sebuah tempat makan di area berupa paviliun tradisional terbuka. Menariknya, paviliun ini dibangun di tengah-tengah sungai Ayung yang jernih dan hutan tropis yang alami. Keindahan ini tidak akan puas untuk dinikmati sehingga biasanya pengunjung banyak yang menghabiskan waktunya di sini.


Photoright: royalpitamaha-bali.com

Selain kealamian alam yang jadi daya tarik resto ini, Ayung Organic juga mengutamakan bahan-bahan baku berkualitas yang merupakan bahan organik yang dipercaya bermanfaat bagi tubuh. Buat kamu yang peduli akan kesehatan tubuh serta mempercayai motto you are what you eat, tentunya hanya akan makan di tempat yang memenuhi standar kesehatanmu. Jadi, masukkan resto ini dalam agenda kunjungan wisata kulinermu selama di Ubud ya!