Wednesday, February 28, 2018

CEWEK-CEWEK "PEMBALAP"


Malem bro dan sist semua.
Pa kabar nih?

Semoga kalian masih tamvan dan cantik sebagaimana halnya tunggangan besi kalian yang habis disemprot obat anti wereng. Mbuehehe.

Cewek-cewek pembalap.

Itulah judul yang sengaja saya tulis untuk postingan kali ini.

Pembalap yang saya maksud bukanlah seperti yang kalian bayangkan.

Gagah or cantik pakai motor yang keren. Bukan?

Lalu, pembalap seperti apakah yang sampeyan maksud mas?

Nah, baca sampai pol yah. Siapa tahu ada mantanmu di kolom komentar.
#mantan majikan srok!

Begini ceritanya.

Sudah tiga hari ini saya berangkat kerja tidak seperti biasanya.

Biasanya saya ganteng, gak mandi, bau terasi, duitnya banyak. Weekekek.

Yupz, biasanya saya berangkat jam tujuh persis atau jam 6 tettt...

Sudah saya ceritakan kenapa saya berangkat pada jam-jam seperti itu.

Cek deh toko sebelah!
aihhh......

Nah, tiga hari ke belakang saya berangkat jam setengah tujuh.

Saya sudah tahu persis kalau berangkat pada jam segitu resikonya seperti apa.

Selain macet di Patikraja, ketemu ama kereta api yang dijaga palang pintunya, hingga bertemu "pembalap" dadakan.

Siapa lagi kalau bukan anak-anak sekolah dan karyawan kantoran yang kerjanya dimulai jam tujuh pagi. Bagi yang jaraknya agak jauh, biasanya mereka tancap gas dengan gaya masing-masing.

Ada yang pakai gaya dada, kupu-kupu, dan three in one! Halah...

Pokoknya kalau berangkat di jam segitu, keruwetan demi keruwetan seperti yang tadi saya sebutkan menjadi teman yang tak terelakkan.

Nyesel mas?
NDAK JUGA SIH... Marah iya pada pagi tadi.

Gemana gak marah coba, udah tahu saya berada di jalur sendiri, bahkan sudah minggir sedemikian rupa, eh tahu-tahu dari arah depan ada cewek berseragam sekolah nyelonong dengan santainya, nyalip sepeda motor yang berada di depannya.

Coba kalian bayangkan, saya udah dipinggir nih, dari arah sebaliknya, itu cewek nyalip sesama anak sekolah dengan kecepatan yang tinggi. Padahal motor yang ia salip, juga lagi nyalip motor yang di depannya.... Asyu pisyan yakin...

Tentu saja saya hampir ditabrak  cewek itu...

Kejadiannya lebih dari dua kali lagi... Dan catat, pada jalan yang sama.

Cewek semua...  Coba kalau cantik, gue cipoxx  lempar dia dengan bibir gue!!!

Entahlah... Kenapa yah mereka sangat terburu nafsu bahkan terkesan "norak" pada jam-jam segitu.

Tidak semuanya sih... Tapi kejadian tadi pagi dan kemarin pagi benar-benar menyebalkan.

Saran saja nih buat adik-adik yang bersekolah, khususnya yang mengendarai sepeda motor... Kalau memang jarak sekolahnya jauh, berangkatnya yang pagi dong biar tidak "kedhagar-dhagar"

Coba deh sekali-kali memikirkan keselamatan diri sendiri dan orang lain tentunya.

Di jalan raya itu ada etika yang tak tertulis sebagaimana aturan formal. Etika yang bisa kamu pahami jika kamu sudah terbiasa menjadi manusia jalanan. Etika yang bisa kamu pahami jika kamu mau bertanya tentang etika itu pada orang-orang yang biasa hidup di jalan.

Bukan sekedar bisa naik motor. Tapi ada hal penting lainnya yang musti kamu pahami jika kamu sudah memutuskan untuk menjadi riders di setiap harinya ketika berangkat sekolah   :)

Jika etika di jalan bisa kita terapkan, minimal bisa menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan.

Etika yang seperti apa? Ah.... Cobalah tanya pada rumput yang bergoyang.

Keep safety!



Saturday, February 17, 2018

MENIKMATI HOBBY


MENIKMATI HOBBY

Selamat ngopi-ngopi gaes :)

Sore hari ini saya akan sharing salah satu hobby saya yang bisa dikatakan mahal. 
Apa itu? pakai kaos oblong!
Halah....

Ha ha ha...
Entah kenapa sedari saya duduk di sekolah dasar, saya hobby sekali memakai kaos oblong. Hingga saat ini.

Maunya sih bilang kaos distro atau kaos custom, tapi mbok kalian pada bilang kek gini, "Songong!"
Ha ha ha.

Aseli... Selain cawet kaos, saya juga senang memakai model-model celana kekinian. Celana cewek misalnya. Mbuehehe. 
Gue kekinian...  Begitu kalimat songongnya (baca=sombong).





Kenapa saya suka kaos? Selain nyaman, bagi saya kaos adalah identitas diri. 

Dengan kaos saya mengekspresikan segala macam unek-unek dan ide dalam diri saya. Bisa berupa pendapat, keluhan, filosofi hidup (huek banget yak?), kritik untuk diri sendiri, kritik sosial, kritik pada mantan, maupun kritik singkong.

Intinya, dengan kaos saya bisa mengekspresikan semua yang ada pada celana  otak ini.

Untuk urusan kaos, saya tidak pernah urus alias peduli amat dengan merk. ASELI. 

Jika menurut saya design dan bahannya bagus, langsung deh saya sikat. Apalagi kalau designya gue banged, langsung dech saya sikat :)

Seiring perkembangan zaman, khususnya teknologi, berbagai macam jenis kaos mulai ditawarkan di media-media online. 

Dan sebagai pecinta kaos, tentu saja ini hal yang menguntungkan bagi saya. Makin banyak pilihan coy! Asyik lah pokoke :)

Hobby saya memakai kaos ini pun membawa saya berkenalan dengan beberapa program komputer yang salah satunya ditujukan untuk design kaos. Selain coreldraw dan photoshop, ada juga designopro... untuk yang terakhir saya sebutkan, saya beli ke salah satu affiliate marketer di negeri ini. Salah satu fungsinya ya membuat design kaos.

Selain itu ada juga nih sebuah platform e-commerce yang menyediakan layanan Print on Demand dan Custom Printing untuk mencetak gambar secara custom di berbagai macam media, seperti Kaos. 

Apa itu? Ciptaloka.com.

Disitu kita bisa mendesign sesuka hati kita.

Dan kerennya, kita pun bisa berjualan disitu. Kita hanya membuat design. Pengerjaan dan pengirimannya, ciptaloka yang melakukan.

Untuk jenis kaos dan bahannya ada beberapa macam. Salah satunya adalah Gildan soft style..


T-Shirt Gildan Soft Style dibuat tanpa jahitan samping (built-up), menggunakan 100% bahan cotton dengan jahitan yang rapi, standar ketebalan yang diukur tepat serta pewarnaan dengan kualitas yang prima sehingga warna dari waktu ke waktu tetap sama. Setiap produk melewati proses preshrunk sehingga penyusutan setelah pencucian sangat minimal dibandingkan dengan jenis kaos lainnya. Keren bukan gaes?


Sebagai penghobby kaos, saya pun mendesign kaos disitu.

Selain itu, saya juga menjual kaos-kaos hasil design saya disitu.. hehehe...

Belum banyak sih. Baru beberapa design yang saya jual disitu. Just a Simple life... Itulah tema design yang saya jual disitu.

Filosofinya sederhana.... Tak ada masalah yang rumit. Kita saja yang slalu bikin rumit. Hehehe.

Nah, ini salah satu design kaos yang saya buat di ciptaloka.com.




Kalau kurang jelas, silahkan kunjungi toko saya disini.

Hey hey hey...

Ngomong-ngomong, apa hobby kamu?


WOY, PESBUK GUE!!!!

Ada wajah tamvan gue tuh...

Untuk kesekian kalinya saya tidak bisa buka pesbuk.
Sedih? iya lah.. Banyak mantan saya disitu. Bagaimana mengobati kerinduan ini?

Kamfrett!!!

Pertanyaannya, kenapa ndak bisa dibuka?
Biasalah.... Ada yang mengambil secara paksa alias nyolong akun saya.

Dan itu bukan hal yang aseng bagi saya. Beberapa waktu yang lalu juga pesbuk saya digituin.

Entah apa maksudnya. yang jelas, saya terlalu tampan untuk disakiti hay pengambil pesbukku.
Hahahaha...

Nah, pagi ini langsung banding ke pesbuk. Biasanya sih kembali lagi ke tangan saya. Ntar kalau udah diambil, saya jual aja dech seharga 5 milyard... hayoo siapa yang lagi khilaf.... beli dong! Mbuehehe...

Ngomong-ngomong tentang pencurian akun, itu adalah hal biasa dalam dunia maya kek gini. Maksud dan tujuannya entah kenapa. Saya juga gak mudheng (maksud).

Semoga akunku digunakan untuk yang baik-baik saja... sebelum kembali ke tangan saya tentunya. Hehehe...

Kalau ndak kembali gemana mas?
Ya buat lagi....

Repot amat...

Toh niatnya juga mau buat lagi untuk jualan... Hahahahaaa....
Salam medsos!

Wednesday, February 14, 2018

JALAN BERLUBANG SUDAH DIPERBAIKI, TERIMA KASIH

Motor saya yang sudah saya jual :(
RS 100 Thn 74

JALAN BERLUBANG SUDAH DIPERBAIKI, TERIMA KASIH

Malem fenskuh semuah....
Semoga kalian udah makek clana dalem yang ada resletingnya malam ini... Huek!

Begini fens, beberapa hari sebelumnya saya memposting perihal jalan yang berlubang yang dengan suksesnya telah berhasil mencelakai cewek cantik. Kejadian tersebut terjadi di sekitar Bendung Gerak Serayu, Rawalo - Banyumas.

Silahkan baca kembali postingan saya yang ini :

Sorry... Gak Bantu kamu say!


Selain postingan tersebut, saya juga memposting ulang salah satu kiriman dari teman di grup lokal daerah yang temanya juga sama, jalan berlobang.

Kalau kiriman itu lebih dahsyat gaesss... Ada yang meninggal gegara jalan yang rusak! Jiaandd!!!

Entah kenapa, setiap musim hujan tiba, jalanan beraspal di daerah yang saya lalui kok sering rusak.

Musim hujan kali inipun sama. Rusak berlobang!

Beda dengan sore ini gaes....

Tadi ketika saya pulang dari tempat kerja, lobang jalanan udah ditutup kok alias ditambal. Alhamdulillah dan terima kasih saya sampaikan teruntuk beberapa pihak terkait yang terlibat dalam perbaikan jalan ini. Sekarang alussss :)

Semoga "tambalannya" awet...

Sekali lagi, saya sampaikan terima kasih atas perbaikan jalan yang rusak tersebut.

Hanya saja, kalau bisa nih, jangan nunggu korban berjatuhan baru diperbaiki.

Walaupun saya yakin, mana ada orang yang menginginkan terjadi kecelakaan akibat jalan yang berlobang.

Keep safety yah gaes!

Sunday, February 11, 2018

PROSESI RENGOS BOYONGAN SAKA GURU PENDOPO SI PANJI


PROSESI RENGOS BOYONGAN SAKA GURU PENDOPO SI PANJI

Selamat malam kisanak dan nyisanak semua. Apa kabarnya nih? Saya harap teman-teman dalam keadaan sehat walafiat tak kurang panjang ataupun tak kurang pendek... yang sedang-sedang saja gitu. Mbuehehe...

Sudah makan?

Kalau sudah, berterimakasihlah kepada Yang Maha Kuasa. Karena masih banyak saudara-saudara kita diluar sana yang mungkin sampai detik ini belum beruntung menikmati makan malam. Aku juga lagi lafer inih :)

Postingan kali ini seputar ulang tahun Kabupaten Banyumas yang ke 447. 
Wah, tua banged yah?
447 .... 
Keren :)

Rangkaian demi rangkain acara pada hari jadi kabupaten Banyumas bisa teman-teman lihat pada poster di bawah ini. 




Ada sponsornya mas?
Ya iya lah... KOPI KAPAL API :)

Maturnuwun kopi kapal api. Jelas lebih enak...
Hehehe...

Jangankan acara besar seperti HUT BANYUMAS, blog saya yang sederhana ini juga butuh sponsor. yuuk sponsorin blog saya. Saya bantu dech jualan kamu disini.
Hihihiy.

Lanjut ke laptop.
Kalau teman-teman membaca poster di atas, maka salah satu acaranya adalah PROSESI RENGOS BOYONGAN SAKA GURU PENDOPO SI PANJI.

Yupz, acara ini dilaksanakan pada siang tadi.

Start kurang lebih jam setengah sepuluh dari pendopo kota lama Banyumas.

Dulunya, pendopo si Panji berada disini. Dan dipindahkan ke kota Purwokerto pada tahun 1937.


Beberapa hal yang menjadikan Pendopo Si Panji dipindah ke Purwokerto yaitu ada sasmita bahwa kelak kota Purwokerto akan maju pesat dan menjadi kota perdagangan dan pusat pemerintahan. Pemindahan pendopo sebagai simbol pengakuan betapa kota Banyumas sulit bekembang, karena tidak ada jalur kereta api, lahan kota sempit, dan akses ke luar tidak berkembang. Maka saat itu pun kota Banyumas sepi dan sulit berkembang. Hal ini membuktikan apa yang diperkirakan oleh Bupati Sudjiman Gandasubrata itu benar.

Berbicara masalah pendopo si Panji ini, tahukah kalian bahwa pendopo ini mempunyai cerita mistis yang hingga saat ini diceritakan turun temurun kepada anak cucu Banyumas, termasuk saya.

Berikut sekilas cerita mistis pendopo si Panji tersebut.

Pendopo Si Panji dibangun pada tahun 1706 oleh Tumenggung Yudanegara II, Bupati Banyumas ke-7 (1707 – 1743), setelah memindahkan pusat pemerintahan dari Kejawar ke Banyumas. Nama Si Panji untuk mengenang puteranya, Panji Gandasubrata (Bagus Kunthing), yang tinggal sejak kecil di Keraton Kartasura bersama neneknya, Raden Ayu Bendara.

Hingga saat ini Pendopo Si Panji masih dikeramatkan, khususnya pada salah satu tiang sebelah barat yaitu soko guru (tengah) yang dari dulu selalu diberi sesaji agar semua kegiatan yang belangsung di Pendopo Si Panji dapat berjalan lancar tanpa ada gangguan. Namun berjalannya waktu ketika kepemimpinan Drs. H. Mardjoko, M. M. (2008 – 2013) sesaji sudah tidak pernah kelihatan di pendopo (mungkin dihilangkan atau mungkin dipindahkan).

Sesepuh Banyumas banyak yang menceritakan bahwa kisah-kisah misteri sering terdengar dari Pendopo Si Panji yang diboyong dari kota Banyumas ke Purwokerto dengan memutar ke Pantura, tidak melewati (nglangkahi) Sungai Serayu.

Dalam sejarahnya, Pendopo Si Panji sering memunculkan keanehan dan cerita mistis, misalnya pada tanggal 21-23 Februari 1861, kota Banyumas pernah dilanda banjir bandang / Blabur Banyumas, karena meluapnya Sungai Serayu. Puluhan pengunsi berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke atas (atap) Pendopo Si Panji. Setelah air bah surut, ternyata Pendopo Si Panji tidak mengalami kerusakan atau perubahan sedikitpun pada keempat tiangnya (saka guru). Posisi Pendopo juga tidak bergeser sedikitpun padahal bangunan disekitarnya roboh karena diterjang banjir setinggi lebih dari 3,5 meter.

Misteri lain, ketika Pendopo akan dibangun, semua sesepuh dan tokoh masyarakat Banyumas supaya menyumbangkan calon saka guru Pendopo maupun bahan bangunan yang lain. Semua tokoh masyarakat telah memenuhi permintaan sang Adipati, kecuali Ki Ageng Somawangi, sehinga ia dipangil untuk menghadap Adipati Yudonegoro II untuk dimintai keterangannya. Ki Ageng Somawangi menghadap memenuhi panggilan sang Adipati. 

Untuk menebus kesalahannya, pada saat itu pula ia langsung menyerahkan saka guru Pendopo yang ia ciptakan dari “tatal” dan pontongan-potongan kayun yang berserakan disekitar komplek pembangunan itu. Hal itu tidak disambut baik oleh sang Adipati, bahkan diangap suatu perbuatan yang “pamer kadigdayan”. Akibatnya ia malah dituduh akan “menjongkeng kawibawan” (mengambil alih kekuasaan) Sang Adipati. Atas tuduhan yang kurang adil itu, Ki Ageng Somawangi marah, segera meningalkan Kadipaten tanpa pamit. 

Sang Adipati sangat tersingung dan menyuruh prajuritnya untuk menangkap Ki Ageng Somawangi yang dianggap “ngungkak krama” (membangkang) itu. Namun karena kesaktiannya, ia dapat lolos dari upaya penangkapan. Konon tongkat saktinya ditancapkan di suatu tempat dan berubah wujud menyerupai Ki Ageng Somawangi. Sontak para prajurit menganiaya Ki Ageng Tiruan. Ki Ageng Somawangi melanjutakan pelarian menyimpang dari jalan raya, menerobos melalui jalan setapak menuju padepokannya yang sekarang dikenal dengan Desa Somawangi Kecamatan Mandiraja Kabupaten Banjarnegara. Desa dimana Ki Ageng Somawangi menerobos untuk menghindari kejaran Prajurit Banyumas, kemudian diberi nama “Panerusan”. 

Dengan demikian diketahui bahwa ada saat awal pembangunan Pendopo Si Panji sempat menimbulkan ontran-ontran tokoh Banyumas itu. 

Masyarakat Banyumas mempercayai bahwasanya salah satu tiang utama (saka guru) Pendopo Si Panji yang dikeramatkan, berasal dari hutan belantara di hulu Sungai Serayu. Dari cerita yang berkembang, kayu yang telah digunakan sebagai tiang itu ingin kembali lagi ke hutan yang sangat angker itu. Sampai saat ini saka guru yang masih kokoh itu katanya ada penunggunya berupa sosok ular dan seorang kakek berjenggot panjang.

Setelah ada penggabungan Kabupaten Banyumas dengan Kabupaten Purwokerto tahun 1936 atau prakarsa Adipati Arya Sudjiman Gandasubrata (Bupati Banyumas XX), pada Bulan Janauari 1937 Pendopo Si Panji dipindahkan dari Banyumas ke Purwokerto. Berdasarkan suara gaib dan petunjuk dari para sesepuh Banyumas dan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, maka pemindahan Pendopo Si Panji yang keramat itu tidak melewati Sungai Serayu, tetapi melewati pantai utara Jawa (Pantura), Semarang ke Barat, Tegal, Bumiayu, Ajibarang, kemudian sampai ke Purwokerto.

Dari rangkaian sejarah, ternyata sejak pembangunannya sudah ada aura mistis dan pertentangan tokoh, pernah menjadi pengungsian puluhan penduduk yang naik ke atas pendopo dan tidak ada kerusakan saat banjir bandang. Perjalanan sejarah selanjutnya pendopo yang keramat ini tidak mau melewati Sungai Serayu dan di arak lewat Semarang (Pantura) hingga ke kota Purwokerto. Suatu hal aneh dan menjadikan penasaran yang sampai saat ini belum terkuak adalah alasan mengapa pemindahanyya tidak boleh melewati Sungai Serayu, tetapi harus melewati ratusan kilometer memutar Jawa Tengah.


PROSESI RENGOS BOYONGAN SAKA GURU PENDOPO SI PANJI, APA ITU?

Merupakan acara yang menggambarkan mengenai prosesi pemindahan saka guru si Panji dari kota lama Banyumas ke Purwokerto.

Namun acara ini tidak seperti pada kenyataannya sesuai yang tadi kami ceritakan diatas.

Maksud saya, acara ini tidak melalui rute pemindahan sebenarnya, tapi tetap menyeberangi sungai Serayu melalui jembatan Kaliori, jembatan besar di atas Kali Serayu.

Acara budaya ini hanyalah simbol saja. Dengan salah satu harapan agar kita sebagai wong Banyumas senantiasa eling terhadap budaya adiluhung tanah Banyumas.

Acara rengos boyongan saka guru pendopo si Panji ini menjadi salah satu acara rutin hari ulang tahun Banyumas.

Acara yang menurut saya sangat keren ini semoga menjadi salah satu daya tarik tersendiri khususnya bagi para wisatawan yang belum paham benar tentang budaya Banyumas.

Dari pengamatan saya siang tadi, sepertinya acara ini, khususnya "marketing" nya perlu ditingkatkan. 

Ramai memang, tapi menurut saya masih kurang ramai dibanding grebek Suran misalnya. Semoga tulisan ini bisa sedikit membantu mengenalkan budaya Banyumas kepada khalayak luar sana. Semoga saja sih. Hehehe...


PROSESI RENGOS BOYONGAN SAKA GURU PENDOPO SI PANJI
Berangkat menggunakan motor kesayangan, saya mengira telat untuk melihat prosesi rengos boyongan saka guru si Panji ini.

Diluar dugaan, ternyata acara belum dimulai.

Teriknya matahari tak membuat para pengunjung untuk setia menunggu prosesi acara tersebut.

Sayapun demikian. Berhubung panasnya agak lumayan muyengi, sayapun memutuskan untuk menunggu acara tersebut di bawah pohon beringin yang berada di tengah alun-alun kota lama Banyumas.

Sekitar jam setengah sepuluh atau sepuluhan mungkin (Saya ndak sempat lihat jam) prosesi rengos dimulai.

Kerennya, acara ini didukung oleh para penggila mobil antik. Dan hebatnya nih, Bapak Bupati Banyumas pun menaiki salah satu mobil antik dalam prosesi kali ini.

Bahkan, semua jajaran pimpinan di Kabupaten Banyumas ini menggunakan mobil antik.

Cekidot!

Bupati Banyumas dan isteri

Mobil nya keren euyyyy :)

Wakil Bupati dan isteri





Ini dia, salah satu soko guru pendopo si Panji (duplikat)




Dari sudut kota Sokaraja 

Entah sampai jam berapa rombongan rengos boyongan pendopo si Panji ini sampai di kota Purwokerto.

Yang jelas, satu jam selang mereka berangkat, rombongan pembawa soko guru belum terlihat di wilayah Sokaraja.

Ya, setelah acara di alun-alun Banyumas selesai, saya mengambil gambar dari salah satu sudut kota Sokaraja. Baru rombongan mobil antik yang sudah sampai di Sokaraja. Untuk rombongan rengos yang notabene jalan kaki, belum sampai Sokaraja.

Salut buat para pengikut rombongan ini. Selain panas yang sangat menyengat, mungkin hayati lelah.. Hahahhaa...

Tapi mereka sangat bersemangat. 

Semoga prosesi rengos boyongan saka guru si Panji ini semakin meneguhkan budaya Banyumas sebagai salah satu budaya nusantara yang wajib kita pertahankan.

Salam ngapak...

Ora ngapak ora kepenak!











Friday, February 9, 2018

JADI POTOGRAPHER DADAKAN

Salam pramuka!

Yuhuy...

Sore ini merupakan sore yang istimewa bagi saya.

Kenapa saudara-saudara?

Karena sore ini saya jadi potograper prilenz buat anak-anak SPENDA JAYA. khususnya buat regu RAMA (Rajawali Matahari) Gudep SMP Negeri 2 Jatilawang.

Setelah lebih dari 2 tahun tidak menjadi pembina pramuka disini, aroma kebersamaan masih kentara sebagaimana waktu dulu.

Dan sore ini, kembali pergantian kepengurusan Dewan Penggalang dilaksanakan.

Ritual tahunan ini merupakan bentuk regenerasi anggota pramuka di lingkungan gudep SPENDAJAYA.

Nah, berhubung sore ini saya sedang nglembur DAPODIK dan menantikan mantan pacar datang ke sekolahan (huekkk) akhirnya saya berkesmpatan buat jeprat jepret acara serah terima pengurus DP.

Tanpa panjang dan tanpa lebar, inilah hasil jepretan potograper amatiran ala mas Darsono.... Yaaaeeee...









Jujur nih, agak kagok juga... Soalnya sudah lama banget tidak megang kamera DLSR yang keren kek gitu. Hahaha... biasanya cukup pakai smartphone yang keren ajah. Hahha...

Saya sampaikan selamat dech buat yang sudah terpilih menjadi anggota Dewan Penggalang atau DP yang baru. Semoga bisa memberikan kontribusi yang lebih baik untuk gerakan pramuka di pangkalan SPENDAJAYA.

Satyaku kudharmakan
dharmaku kubhaktikan..

Hokyahhh!!!


Thursday, February 8, 2018

Sorry... Gak Bantu kamu say!

Artis Dangdut Masa Lalu

Sorry... Gak bantu kamu say! Merupakan postingan saya kali ini.

Ini bukan cerita tragedi apalagi mangga manalagi. Ini adalah cerita dimana seorang wanita cantik yang... Argh sudahlah. Saya seruput dulu kopi manis buatan Maya...
Eaaaa.... Korban ini talkshow.

Bisa dibilang ini adalah cerita yang memilukan dan memalukan.

Memilukan karena entah siapa yang harus dikasihani, saya atau perempuan yang hendak saya ceritakan pada kesempatan kali ini.

Memalukan karena seharusnya sebagai seorang lelaki yang ganteng dan berotot kaya ikan pari-pari, saya lah... masa kamuh, tidak bisa memberikan sesuatu yang berarti untuk si cewek cantik yang akan saya urai satu demi satu dompet dan segalam macam isi di dalam celananya ceritanya.

Begini ceritanya....

Kemarin merupakan hari yang bisa dikatakan indah dalam kalender di kolam ikanku.

Bangun kesiangan... Mandi kegugupan (padahal ya anu ora adus), beres-beres perlengkapan kerja pun dengan tergesa-gesa.

Alhasil, salah satu andalan bepergian saya, yaitu mantel alias jas hujan akhirnya ketinggalan.

Dalam sepi aku berdo'a... Semoga hari ini dapat janda. Wkwkwkwk...

Do'a ku di pagi kemarin, semoga tidak hujan di hari ini....

Ternyata... Mungkin karena saya terlalu kotor, shubuh kesiangan, sehingga do'a ku pun tidak makjleb seperti yang sudah sudah... Hahahhaa.

Sore harinya ternyata hujan saudara-saudara... Selain hujannya besar, ya segede gajah hamil lah, petir pun menyambar-nyambar berbagai aneka hidangan kue di lemari gue... Ah, bangke!

Intinya.... Sore kemarin hujan dan saya ndak bawa mantel. Apa yang saya lakukan saudara-saudara?
Akhirnya saya menunda kepulangan saya sembari utak atik kerjaan yang tiada hentinya (aslinya sih ngintipin kebo mandi). Wkwkwkwk.

Syahdan...

Kurang lebih jam setengah delapan malam saya baru bisa pulang.

Masih sedikit gerimis. Tapi bagaimana lagi gaes... Saya sudah kebelet makan orang. Ya akhirnya berdasarkan rapat dewan galo, diputuskan bahwasanya gue harus pulang... Pokoknya harus pulang. Jangan sampai nunggu ayam jantan berbunyi.

Sembari menikmati rintihan gerimis yang menggoda, kupacu kuda besiku perlahan.

Disamping badan ini mulai kedinginan, aspal yang saya lalui juga terlihat licin. Ugh, coba ada jablay disitu, pasti jatuh dia... Wkwkwkwk.

Setelah mengisi bahan bakar di salah satu SPBU ternama di Jatilawang ini, saya kembali melanjutkan perjalanan.

Upz, hujan tambah membesar. Tapi raut muka masih kenceng bro, cuman nganunya saja rada "ngethether"... wkwkwk...

Tiba di sekitar Bendung Gerak Serayu, kulihat seorang bikers cewek terjatuh dari motornya. Untung ditepi jalan. Coba kalau jatuh di hatiku. Mati kutu aku... Wkwkwk.

Niatnya sih nolongin, Disamping cantik, tampaknya dia kesusahan untuk ngangkat motor yang menindih dia.

Untunglah biker di depanku langsung sigap. Dengan gagahnya dia menolong itu cewek. Lah aku ngapain? Ya cuman ngelihat ajah...

Jujur sih pengen nolong. Tapi si lelaki itu saya pikir bisa mengatasinya.

Disamping itu, rasa lapar dan dingin karena nggak pakai mantel benar-benar sedikit menyiksa perasaan aku... Huhuhu..

Jadilah saya tidak menolong perempuan cantik itu.

Aslinya sih rugi...Beneran!

Setidak-tidaknya, minimal sekali saya bisa dapet nomer WA nya. Iya kan cyiiin? Wkwkwk...

Sorry... Gak Bantu kamu say!