Friday, May 27, 2016

MAU MENOLONG SEKALIGUS DAPAT DUIT? INILAH CARANYA (BELAJAR JUALAN PART 1)

Selamat hari Jum'at saudara-saudara....

Untuk cowok muslim, jangan lupa yah hari ini untuk melaksanakan sholat Jum'at. Ya biar tambah ganteng gitu!
*Emangnya salon ...

Siang ini, kita akan bicara ngalor ngidul perihal salah satu usaha kecil-kecilan saya. Apa itu? Jualan sepatu gaes :)

Kok salah satu mas? Ya biar dapat nilai 90 gaes... Mbuehehe....

Ya kebetulan saya kan tidak hanya jualan sepatu, tapi saya juga jualan kaos, pakaian, celana, cawet , jualan jablay (mbuehehe) dan lain sebagainya. Intinya jualan men!

Sebenarnya sih saya biasa posting perihal curhat bisnis di blog saya yang lain, www.amalanampuh.com.

Tapi karena salah satu tagline di blog ini adalah ENTREPRENEUR (Blogger, Writer, Entrepreneur), maka salah satu tanggung jawab saya sebagai pemilik blog ini adalah memposting perihal entrepreneur. Disamping itu, saya adalah juga salah satu pelaku di dunia entrepreneur ini.

Jujur saya tidak terlalu pede buat nulis hal-hal yang berkaitan dengan entrepreneur ini. Karena saya terlalu ganteng dan merasa belum sukses dan masih belajar di jalur yang satu ini.

Oleh karena itulah hal-hal yang saya tulis di postingan ini adalah tulisan yang saya dasarkan atas pengalaman diri saya pribadi dan juga pengalaman kimcil-kimcil saya... Halah! Pengalaman teman-teman yang seprofesi dengan saya, yaitu para bakul/pedagang tentunya :)

Oh ya sebelum terlalu jauh kita membicarakan hubungan ini, eh... terlalu jauh bercerita perihal dagang mendagang ini, izinkanlah saya barang sesaat untuk menghirup kopi segar yang sedari tadi belum ada di meja kerja saya.... #kamfret!!!!

Ada salah satu entrepreneur (mohon maaf saya lupa tepatnya siapa, apakah Coach Dewa, bang Motty, om Fikry F, atau bang Djay...) pernah bilang bahwa dagang itu tidak sekedar mencari keuntungan.

Pada dasarnya pedagang itu adalah juga penolong terhadap sesama. Maksudnya gemana nih mas? Ribet amat kayak hubungannya nona Missy dengan Dokter Rodolfo?

Begini saya kasih ilustrasinya. Suatu hari tiba-tiba saja mantan kamu datang ke rumah kamu. Saking bencinya kamu sama sang mantan, kamu merasa kalau kamu harus dengan sesegera mungkin untuk melarikan wajah dan alat kelamin kamu. *wekekekek....

Nah, disaat seperti itu, tiba-tiba saja ada pedagang disamping rumah kamu yang menawarkan obat pengganti muka. Kira-kira apa yang bakalan kamu lakukan? Pasti kamu akan secepat kilat untuk membeli obat dari pedagang itu biar kamu bisa melakukan penyamaran di hadapan mantan kamu. Iya nggak seeh?

Dari ilustrasi tersebut, maka pedagang adalah dewa penolong bagi kamu. Dia tidak sekedar berdagang, tapi sekaligus bertindak sebagai penolong bagi konsumen edan macam kamu... Iyaa... kamu... #terdoditdodit

Beberapa hari yang lalu, salah satu sahabat yang juga merupakan konsumen saya memposting sesuatu yang menyenangkan sekaligus mengharukan bagi saya. Berikut penampakannya....


Benar-benar kamfret kan? Mbhahahaha.....

Ceritanya, kang Agus memesan sepatu CT kesaya. Pernah saya ulas sedikit perihal sepatu itu di blog ini. Kebetulan juga ada acara pelantikan pramuka di tempat kerja saya. Begitu melihat saya bertambah gagah dan menawan dikarenakan saya memakai sepatu CT ini, akhirnya tanpa pertimbangan dari dewan presiden, dia langsung memesan sepatu ini ke saya. 

Alasannya simpel, biar gagah dan berwibawa seperti kakek saya katanya.... Wekekekek....

Beberapa hari yang lalu, saya langsung antar sepatu itu ke rumahnya yang syahdu. Alhamdulillah, selain dibayar pakai duit, saya juga berhasil merampok satu kantong plastik kacang godhog dari rumahnya. Hahaha....



Baiklah, kita tinggalkan sejenak Kang Agus yang ngakunya masih jomblo itu. Kembali ke tema postingan ini....

Sesungguhnya pedagang itu tidak hanya sekedar berdagang, tapi dia adalah penolong bagi seseorang yang sedang mencari sesuatu yang diinginkan/dibutuhkan.

Karena itulah, jangan sekali-kali terbesit rasa malu ketika kita memutuskan untuk berprofesi menjadi pedagang. Selain pintu-pintu rezeki akan dibuka lebar-lebar (9 dari 10 pintu rezeki adalah berdagang~Hadits) pedagang juga bisa menolong orang yang sedang membutuhkan/meinginginkan barang.

Nah, jika kita jeli, dari cerita dan ilustrasi ini, ada beberapa kesimpulan yang bisa didapatkan. Salah satunya adalah...... Jika kita hendak berdagang/usaha, maka jualah barang/jasa yang benar-benar sedang banyak diiginkan/dicari oleh para konsumen/calon konsumen.

Jika kita memutuskan untuk berjualan online misalnya, maka kita harus melakukan penelitian/riset tentang barang/jasa apa yang paling banyak dicari di internet. Bagaimana menurut kalian? Hehehe...

Keep spirit dan sukses selalu untuk kita semua :)








Thursday, May 26, 2016

WELCOME RAMADHAN

Assalaamu 'alaikum pemirsa semua :)

Bagaimana kabar kalian malam ini? Sudah makan? Kalau belum makan, silahkan ke rumah saya. Disini banyak anggur dan pisang yang masih terbungkus rapi. Serapi senyuman kekasihmu. #pret!

Wah tak terasa, bulan mulia Sya'ban akan segera berakhir (kalau tidak salah). Apa tandanya wahai saudara-saudara? Tandanya sebentar lagi akan datang bulan yang tak kalah mulianya, bahkan lebih mulia dari bulan Sya'ban. Bulan apakah itu? Jawab.... Bulan Ramadhan :)

Puasa dong?

Ya itu bagi kalian yang merasa muslim dan merasa butuh.

Kok butuh?

Ya iya lah, kan puasa itu pada akhirnya juga untuk kebutuhan diri kamu sendiri. Bukan untuk Tuhan! Dia kagak butuh puasa elu. Tapi elu yang sesungguhnya butuh puasa itu.

Kok bisa mas?

Ya bisa lah. Wong tujuan dari puasa itu adalah membentuk manusia yang bertaqwa.

Nah, jika kalian pada bertaqwa, maka dengan otomatis kalian juga akan disayang oleh Tuhan. Nah lho.....

Jika sudah disayang sama Tuhan, siapa yang akan berani macam-macam sama kalian?

Mantan?

HO HO HOH HO...

Jangankan mantan, singa saja bakalan akan ditundukkan oleh kamu, tentu saja dengan seizin Tuhan.

Pernah ngaji ndak? 

BELUM!!!!

Ya udah, kita lanjutkan saja....

Kyai saya pernah bercerita perihal keutamaan manusia yang bertaqwa.

Konon, pada zaman dahulu, ada seorang ulama yang tersesat di hutan belantara. Dan anehnya, ketika dia bertemu dengan singa, singa itu justru duduk memberikan penghormatan kepada ulama ini. Singa tersebut sama sekali tidak berani menyentuh sang ulama.

Apakah karena ulama tersebut sangat sakti?

Ternyata sang singa tidak berani mengganggu karena sang ulama adalah manusia yang sangat taat (bertaqwa) pada Allah SWT. Dan Allah SWT menundukan singa itu dihadapan sang ulama.

Barang siapa yang taat  pada Allah SWT, maka DIA akan menundukkan apa saja yang dikehendaki-NYA.... Ditundukkan kepada hamba-NYA yang bertaqwa.

Ruarrr biasah....
 Itu baru segelintir contoh keutamaan dari sesuatu yang bernama taqwa :)

Dan sebelum Ramadhan tiba, perkenankanlah saya mohon maaf yang setulus-tulusnya pada sahabat-sahabat semua. Semoga puasa kita dilancarkan dan mendapat karunia berupa predikat manusia yang bertaqwa.

Oh ya, buat kamu wahai muslimah.... Persiapkan hijab kamu sekarang juga....



Selamat berpuasa.....

Wassalaamu 'alaikum wr.wb.


Friday, May 20, 2016

Ini dia, 5 hal yang harus dilakukan ketika bertemu calon mertua

Dear para blogger yang super lemper...

Mendekati malam Minggu, ternyata banyak teman cowok saya yang lagi bingung dibuatnya.

Jomblo? Bukan!

Justeru beberapa teman yang lagi bingung itu bukanlah jomblo macam elu!

Udah jomblo, gak punya pacar lagi... Mengenaskan sekali hidupmu nak. Sudah sana makan roti yang banyak. Jangan lupa sianidanya. *Jahat banged yak gue?




Yups, temans yang lagi bingung sebelas keliling lapangan itu adalah teman yang akan disidang oleh orang tua si gadis alias calon mertua (ini kalau jadi nikah lho) pada malam minggu besok.

Sidang-nya sederhana, hanya bahas pendapatan perbulannya berapa, tapi rasa geroginya itu lho yang bikin pusing. Apa yang harus dilakukan ketika bertemu calon mertua?

Ya seumur-umur (kata mereka sih), baru pertama kalinya sobats kita itu mendapat panggilan istimewa dari penyidik (calon mertuanya). Kagak biasanya mendapat panggilan istimewa tersebut. Biarpun sudah bekerja dan sedikit uangnya, toh berhadapan langsung dengan mertua sembari mendapatkan pertanyaan-pertanyaan seputar rimba percintaannya dengan sang anak merupakan persoalan yang tidak sepele.

Apalagi temans itu selalu canggung jika berhadapan dengan ortu si gadis. Ah, kampungan pisan... Katanya sih selain takut ada salah-salah kata, dia juga takut salah-salah tingkah dan tata krama. Maklumlah kita bangsa ketimuran yang kebetulan tinggal di jawa, kampung lagi, jadi masalah tata krama, unggah-ungguh, merupakan salah satu hal yang kudu diperhatikan dalam pertemuan kali ini. so what gitu lhoh? Ahhh.. pokoknya tak sesederhana mencuci bulu ketek...

Mungkin ada beberapa sobat yang akan mengalami nasib serupa, harus bertemu dan berbincang serius mengenai hubungan percintaan kalian dengan calon mertua kalian. Nah, berikut lima hal yang harus dilakukan ketika bertemu calon mertua.

Semoga tips ini berguna buat kalian dan juga mantan ;)

Pertama, Mandi dan gosok gigi.
Ini bukan masalah sepele saudara-saudara. Kelakuan seseorang akan tercium dari bau badannya dan juga bau mulutnya. Misalnya badan elu bau minyak, itu berarti kamu tukang minyak. Tukang yang suka kobar-kobarin masalah. Wkwkwkwk
Jika mulutmu bau naga, itu berarti elu type cowok yang suka minum minuman keras. Minum batu bata misalnya. Pokoknya, mandilah dan gosok gigilah!

Kedua, Pakailah wewangian yang harum warnanya.... eh, baunya
Jangan sampai ketika akan bertemu dengan calon mertua kamu pakai balsam gosok cap nenek-nenek. NO NO NO!
Jangan.... Itu hanya akan menurunkan kredibilitas dan imunitas tubuh kamu selaku calon menantu. Pakailah wewangian yang mengandung unsur seni. Minyak nyonyong misalnya. Selain minyaknya minyak betulan, minyak nyonyong juga biasa digunakan sebagai wewangian orang mati. Harum sekali baunya.

Ketiga, Berpakaianlah dengan sopan
Kalau tidak dengan sopan, dengan Ranti juga boleh. Bebas kok!
Pakaian sopan disini bukan berarti pakaian kamu harus baru. Bukan! Tidak harus mengenakan baju baru kok. Baju lama juga boleh. Yang penting baru... Halah....
Ingat pepatah orang jaman dulu, Ajining raga dumadi saka busana.... Maka, berpakaianlah dengan sopan agar kamu juga mendapatkan penghormatan/diajeni.
Lalu seperti apa sih kriteria baju sopan itu? Tak ada yang spesifik sih mengenai baju sopan ini. Karena pada dasarnya, pakaian itu dibuat bukan hanya untuk menutupi aurat belaka, tapi juga ada nilai etika dan estetika didalamnya. Jadi, biarpun kamu pakai kaos, menurut saya juga tidak apa-apa.
Yang penting kaosnya dibilangin kek gini, "Os..os... untuk sementara kamu menyamar dulu yah menjadi hem! Gak papa kan. Ini juga demi kebaikan mantan."
Celana juga jangan lupa untuk dipakai. Baik celana jins maupun celana setan, tak ada bedanya. Yang penting dipakai!

Keempat, cium tangan calon mertua.
Walaupun saya tahu kalau kamu itu bajingan, apa salahnya kalau kamu berpura-pura alim seperti perampok kapak jingga. Cium tangan calon mertua memang tidak langsung menunjukkan sifat asli kamu. Biarpun demikian, berdasarkan pengalaman, para ortu akan senang jika ketika kita salaman, pantat dan sendalnya  juga dicium.... eh, tangannya juga kita cium maksud saya.
Bagi orang timur, cium tangan kepada orang tua adalah salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan kepada mereka. So, buat apa malu-malu buat cium tangan.

WARNING : INI BERLAKU HANYA UNTUK CALON MERTUA LELAKI SAJA GAES... KALAU BUAT MAMAH PACAR KITA YANG MASIH MUDA DAN CANTIK, CUKUP LAMBAIKAN TANGAN... LALU BILANG........ I MISS YOU SO MUCH.. MMUUAAACH :)

Kelima, Jaga tutur ucapan kamu.
Jangan bicara kotor walau kamu sering berbuat mesum dengan pacarmu itu hai kutu kurap. Stay cool men :)
Kalau bisa, lebih banyaklah mendengar daripada berbicara. Bila kamu sudah bosan untuk mendengar ceramah calon mertua kamu, cukup anggukan tanganmu lalu bilang..... "Sudah malam pak. Saya pengen ML. boleh kan pak!"  *PLAKKKKK!!!!

SUDAH GUE BILANG JAGA TUTUR UCAPAN KAMU.... 
BANGKE LO!!!

Itulah lima hal hal yang harus dilakukan ketika bertemu calon mertua kamu. Semoga tidak bermanfaat.

Adapun hal-hal yang mengakibatkan kerugian dan sebagainya karena postingan ini, saya tidak mau kawin bolak balik. Dah dulu yah... mau ML (Makan Lemper)
:)






Thursday, May 19, 2016

JADI KULI PASIR SAMPAI KERJA KANTORAN

Hei gaes, apa kabar kalian hari ini? Jangan selingkuh dulu yah! (Prolog apa-apaan ini).

Pada obrolan ngalor ngidul kali ini, saya akan berbagi pengalaman dengan kisanak dan nyisanak semua. 

Pengalaman jihad di Syria? Atau pengalaman nglonthe di Gang Sadar? 

Bukaaaan!!!! Bukan itu!!!

Pengalaman yang saya maksudkan disini adalah pengalaman pribadiku yang semoga bisa menambah gairah kehidupan aku dan kamu... Iyaaaa... kamuuu!  #terdodit-dodit.

Jujur saja, blog ini memang sangat urakan dan sedikit sadis. Tapi berhubung saya kece, maka akan saya bagikan tuturan-tuturan bengis yang justru menjadikan hidup saya menjadi manis. Tentu saja menurut versi kamus Bahasa Indonesia yang sudah sesuai EYD. Mbuehehe...

Yupz, bagi saya blog bukan hanya sebagai ajang menampang wajah semata (hikz), tapi juga sebagai ajang untuk berbagi pengalaman dan inspirasi. Dan semoga pengalaman yang akan saya bagikan ini berguna bagi mantan, nusa, dan bangsa.... Amiin.....

Mungkin kalian pernah dengar kata jablay, eh.... malah ngomongin jablay.... Mungkin kalian pernah mendengar atau bahkan pernah membaca sesuatu yang bernama POSITIF THINKING. Kalau dalam bahasa agama saya biasa disebut dengan khusnudzon. Kurang lebih artinya adalah berbaik sangka/berpikiran positif.

Nah, saya punya pengalaman tentang positif thinking ini. Sebelumnya, tanpa keraguan dan tanpa kemaluan... eh tanpa malu, saya sampaikan ke sampeyan-sampeyan pada bahwasanya saya bukanlah lelaki yang dilahirkan dalam lingkungan yang bertabur uang alias sugih binti kaya raya.

Memang sih, salah satu leluhur saya adalah orang terkaya di zamannya dan di kampungnya. Buyut saya dari pihak almarhum ayah adalah salah satu pedagang kaya. Terbukti dengan banyaknya tanah yang dimiliki oleh buyut saya. Bahkan sampai sekarang, tanah-tanah yang luas itu sebagian besar juga masih dinikmati oleh anak keturunannya. Namun saking banyaknya anak keturunan dan tentu saja kebutuhan, maka warisan kekayaan buyut saya itu tidaklah sebesar pada zaman kejayaan Beliau dulu. Banyak yang dijual dan ditumbuhi bangunan (halah) untuk tempat tinggal.

Dari jalur ibu saya, almarhumah nenek dan almarhum kakek saya alhamdulillah adalah menungsa yang mendapat aliran rezeki yang melimpah. Menurut cerita nenek dan kakek saya, di zaman penjajahan dulu, apalagi ketika penjajahan Jepang, banyak warga kampung saya yang makan minum dan berpakaian seadanya.

Jarang yang mampu membeli nasi, apalagi lauk pauk.

Bahkan banyak dari tetangga kakek dan nenek saya yang memakai karung untuk sekedar menutup aurat mereka. 

Lalu bagaimana dengan keadaan keluarga saya waktu itu? Alhamdulillah kakek dan nenek saya makan nasi dan lauk setiap harinya. Walaupun hanya sekedarnya saja. Dan pakaian Beliau berdua adalah pakaian yang terbuat dari kain, bukan karung. Alhamdulillah. Bahkan kakek dan nenek saya bisa mengecap bangku sekolah di zamannya. Kakek saya bahkan ditawari untuk menjadi guru di zaman Belanda dulu karena sering mendapatkan prestasi waktu sekolah dulu... Tapi beliau tidak berkenan :) 

Walaupun begitu, keluarga saya bukanlah termasuk kategori keluarga yang kaya raya, ya cukupan- lah gitu. Hehehe...

Lalu bagaimana dengan kehidupan saya dan orang tua saya? Ibu adalah pedagang yang ulet, tentu saja di zamannya (sekarang sudah tidak berjualan lagi). Faktor keturunan kali yak? Soalnya almarhumah nenek dan kakek saya (ibu dan ayah dari ibu saya) adalah juga pedagang dan tipe pekerja keras. 

Sedangkan ayah saya bekerja pada salah satu perusahaan oto bus antar kota dalam provinsi (Terakhir, sebelum Beliau berpulang ke haribaan illahi robbi, bekerja pada PO antar kota dalam provinsi, Purwokerto-Jogjakarta). Beliau adalah awak bus yang jujur.

Secara ekonomi, tentu saja keluarga kami bukanlah golongan borjuis yang necis. Sekadar melanjutkan sekolah saja, keluarga saya harus menjual kambing. Hahahaha.... Serius ini. Itu terjadi ketika saya masuk SMA. Sedangkan ketika saya masuk ke SMP, nenek saya menjual ayam untuk biaya masuk ke SMP nya. Hehehehe.... So, sudah ketahuan kan bagaimana keadaan ekonomi keluarga saya waktu itu. Namun alhamdulillah, ada saja rezeki yang mengalir dari Yang Maha Kuasa ke keluarga kami.

Setamat SMA saya tidak diterima di PTN manapun. Waktu itu ayah saya menyuruh saya untuk kuliah keguruan di salah satu Universitas swasta di Purwokerto, namun saya menolak! Bagaimana tidak menolak, lha wong guru saya saja banyak yang menyarankan saya untuk tidak bekerja menjadi guru. Waktu itu, gaji guru sangat miris...

 Jadi wajarlah jika guru saya justru menyuruh agar saya tidak bekerja menjadi guru. Kalau bisa menjadi karyawan perusahaan besar saja. Biar mapan katanya. Kalau tidak ya jadilah pengusaha. Karena salah satu takdir pengusaha adalah KAYA RAYA.

Oleh karena itulah, sewaktu saya mengikuti UMPTN dulu, saya mengambil jurusan Ekonomi dan Komunikasi. Kenapa saya memilih jurusan itu? Karena cita-cita saya waktu itu hanya dua, kalau tidak menjadi manajer ya jadi wartawan. Heuheuheu....

Alhasil kedua pilihan itu tak ada yang lolos sensor :)

Makanya almarhum ayah menyuruh saya untuk kuliah keguruan :)

Tekad sudah bulat, saya tidak mau menjadi guru.
 TITIK!

Akhirnya saya berniat untuk mengikuti seleksi UMPTN di tahun depannya lagi. Sembari menunggu tahun depan, saya mengambil kursus setara Diploma satu di salah satu sentra pendidikan bisnis di Purwokerto. 

Setelah menyelesaikan kursus saya tersebut, ternyata cita-cita saya berubah lagi. Tidak ingin menjadi manajer ataupun wartawan, tapi menjadi entrepreneur! 

Bukan tanpa sebab, sebabnya ya karena kursus yang setahun itu. Gemana tidak bercita-cita menjadi entrepreneur, lha wong setiap masuk kelas, instrukturnya selalu bilang seperti ini,
" Jika Anda sudah masuk di kelas ini, maka Anda bukanlah mahasiswa maupun karyawan. Anda adalah para pengusaha yang sedang menjalankan bisnis besar. Camkan itu!" #jlebz....

Gayungpun bersambut.... Setelah saya menyelesaikan program diploma satu tersebut, ada salah satu instruktur saya yang mengajak saya untuk mendirikan CV. Tanpa babi-bu apalagi gajah-bu, saya langsung join dengan instruktur saya tersebut. Saya hutang gaes ke bank... HUTANG!!!

Akhirnya perusahaan saya itu BANGKRUT hanya dalam waktu hitungan bulan. Silahkan baca kisah kebangkrutan saya tersebut di tautan ini.

Marah, stress, bingung dan perasaan negatif lainnya bercampur padu menggempur jiwa saya saat itu...
Apalagi ketika itu wanita yang saya cintai jadian sama lelaki lain....
#Kamfret banget hidup gue!

Setelah kebangkrutan itu, saya bekerja apa saja. Sesungguhnya ayah saya menyuruh saya untuk kuliah. Tapi saya tidak mau menyusahkan lagi untuk kesekian kalinya. Tanggungan di bank saja akhirnya ayah dan ibu saya yang ikut melunasi :(

Saya bekerja apa saja, mulai dari kuli batu bata, kuli pasir,jualan jamu pace, hingga jualan produk kecantikan.

Semuanya mengesankan, tapi yang paling mengesankan adalah ketika jualan jamu pace/mengkudu dan jualan produk kecantikan. Jalan kaki men!

Pernah saya keliling dalam kota Purwokerto. Sehari penuh gaes.... dan hasilnya NOL! Hahahaha....
#hasyuuu....

Selain tak berpengalaman, waktu itu memang saya tak cukup lihai menjual kata-kata persuasif. Ah... sudahlah...

Hingga suatu saat, ketika saya bersama sepupu saya sedang bekerja menjadi kuli pasir, tiba-tiba saja saya berkata kepada sepupu saya, " Tol, suatu hari nanti, saya pasti akan kerja kantoran!"

Lantas apa kata sepupu saya...." Sakarepmu! Wong edan!..." 

Hahahaaa.... lantas kamipun tertawa bersama...

Kalian tahu gaes kenapa saya berani berkata seperti itu?
Yupz, karena saya yakin seyakin yakinnya bahwasanya Tuhan adalah Maha Adil. Tidak mungkin Dia mengingkari janji-Nya. Janji bahwasanya Ia akan meninggikan beberapa derajat bagi hamba-Nya yang berilmu dan beriman.

Bukannya saya sombong, tapi bagaimana mungkin orang berpendidikan seperti saya (walaupun cuman kursus setara D1) akan dikasih pekerjaan yang menyusahkan. Bukannya saya menghina teman-teman yang berprofesi sebagai kuli, saya hanya berpikiran positif, khusnudzon sama janji ALLAH SWT.... Apalagi waktu itu saya kondisi tubuh saya sering sakit-sakitan. So, mana mungkin Tuhan akan merepotkan saya? Ndak bingit lah.... Begitu gumam saya dalam hati.

Beberapa tahun setelah itu, akhirnya saya bekerja disini. Bekerja dalam ruangan ber AC. Dan sepupu saya yang waktu itu nguli pasir sama saya, sekarang bekerja sama dengan saya dalam bisnis jual beli sepeda motor dan pakaian distro saya :)

Pikiran-pikiran positif selalu saya bangun ketika saya masih dalam fase hidup "susah" ketika itu. Saya yakin bahwa Tuhan akan memberikan "penghargaan" pada hamba-Nya yang mau berikhtiar.



Jujur, ada sebab lain lagi yang menjadikan saya bekerja disini sekarang.... Suatu saat jika ada kesempatan, akan saya ceritakan :)

Intinya POSITIF THINKING terus gaes.  Jangan lupa untuk senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan dan berikhtiar terus tanpa kenal lelah tentunya.

Semoga bermanfaat.........








Monday, May 16, 2016

PRIA INI MENGGUGAT TUHAN KE PENGADILAN

Selamat siang duhai penduduk yang berwawasan luas. How deep is your life?

I hate Monday sepertinya tidak berlaku buat saya pada hari Selasa. Apalagi dihari Rabu... Tidak banget!

Pada Senin yang mulia ini, rasa kantuk tiba-tiba mengetuk hati saya. Kalau di hari Minggu atawa Ahad sih no what what alias tidak apa-apa, lha ini, hari Senin, kerja pula! Jam 10 pagi udah ngantuk banget.

Mending kalau ada cewek cantik yang mijitin hidung saya, lha ini adanya cuman mbah Sukirno yang lagi ketak-ketik inventaris warisan leluhur dari jaman purba sampai dengan kiriman minggu kemarin yang belum masuk ke dalam kartu inventaris barang. Ngenes pisan mbok?
#air mana?......... air!!!!

Mbah Sukirno sedang akting jadi Kepala Sekolah.... Padahal sih kepala yang isinya entah apa... Kata Mbah Darlim, SUKIRNO itu kepanjangan dari SUKA MIKIR PORNO... HAHAHAHAHAHAAA........

Sudahlah, kita tinggalkan saja mbah Sukirno yang bekerja sebagai Pengurus Barang di tempat kerjaku ini. Siapa tahu nanti malem dapet nomer togel. Lumayan bisa buat beli kimcil satu almari. Wkwkwkwkwk....

Nah, gara-gara baca koran lokal dengan judul yang lumayan sentimentil, "Hidup Sengsara, Gugat Tuhan ke Pengadilan" tiba-tiba saja hidup saya serasa gemana gitu.... Mbuehehe....

Begini ceritanya, konon katanya menurut koran ini, ada seorang pria Israel bernama David Shoshan yang meminta pengadilan untuk menerbitkan surat perintah penahanan kepada Tuhan. 

Menurut situs berita Israel NRG, bang David ini menganggap Tuhan telah bersikap tak adil kepada dia. Dan selama ini polisi tidak bisa berbuat apapun. #nah lho..... kece banget kan orang ini :)

Lantas, apakah persidangan ini berlangsung saudara-saudara? Kita ikuti setelah pesan-pesan berikut ini..... eng ing oong.....................
========================================================

Dalam sidang di kota Haifa, wilyah utara Israel, bang David hadir untuk mewakili dirinya sendiri. Sementara itu, menurut sejumlah laporan, tentu saja Tuhan tidak hadir dalam persidangan tersebut. Hehehehe...

Didalam sidang itu, bang David berkeluh kesah mengenai perlakuan Tuhan yang dianggapnya kejam dan tidak adil kepada dirinya.

Namun bang David ini tidak menceritakan secara rinci perbuatan kejam dan tidak adil seperti apa yang dilakukan Tuhan kepada dia. 

Disamping itu, yang mencengangkan adalah ternyata David sudah beberapa kali melaporkan masalah ini kepada pihak kepolisian terkait tudingan "kejahatan" Tuhan ini.

Namun kepolisian, menurut David, hanya mengirimkan mobil patroli sebanyak sepuluh kali ke kediamannya. Hehehehe.... 

Dan pada akhirnya, polisi menganggap sebuah hal yang mustahil untuk menangkap Tuhan dan meminta David mencabut laporannya. Ternyata juga, para hakim pengadilan Haifa juga setuju dengan pihak kepolisian.

Lalu bagaimana akhir kisah ini saudara-saudara? 

Akhirnya hakim Ahsan Canaan menolak gugatan bang David ini dan menganggap permintaannya adalah delusi semata serta menilai kalau bang David itu membutuhkan bantuan dari pihak lain, bukan pengadilan. Nah lho....
(Seperti yang diberitakan di koran lokal Radar Banyumas, Selasa Kliwon, 10 Mei 2016).

Sumber : Koran Radar Banyumas, Selasa Kliwon 10 Mei 2016


Kelihatannya sih ada-ada saja yah bro/sist? Tapi sungguh itu adalah peristiwa yang benar-benar terjadi. Menggugat Tuhan ke pengadilan?

Mungkin aneh.... Tapi bukankah hal seperti itu bisa saja terjadi pada diri kita? 

Mungkin kita tidak melapor kepada polisi maupun pengadilan. Namun ketika kita merasa bahwa hidup kita sudah tidak ada artinya lagi, maka pada dasarnya, kita juga sudah menggugat Tuhan pada diri kita masing-masing.

Salam bahagia :)









Wow, Indonesia men.... Indonesia ini .... Semoga menang yak buat Mama Ana & Fia :)



Selamat Pagi Indonesia :)

Pagi ini dikejutkan dengan salah satu berita di salah satu televisi swasta nasional di negeri ini.... Apakah itu wahai kisanak?

Yupz, kemunculan dua wanita cantik asal Indonesia yang ikut ajang Britain's Got Talent di tahun 2016 ini.

Britain men... Tahu kan kalian? Negerinya Lady Di ini..... Bukan di RT sebelah!!! RRUARRR BIASAHHH....

Kenapa saya terkejut? Karena penampilan mereka luar biasa....

Silahkan tonton langsung channelnya!

Do'akan juga agar mereka memenangkan kompetisi ini...

Kapan yah saya tampil di acara kek gitu? Paling banter kan saya muncul di acara 17 an... Itu pun kebagian jadi juru bagi snack. Hahahaha.....

Kami bangga pada kalian berdua :)

Maju terus mama Ana dan Fida.
Kami mendoakan kalian :)

Sumber Video : https://www.youtube.com/watch?v=TZJfS02deFI

Monday, May 9, 2016

TRADISI-TRADISI PELAJAR KETIKA LULUSAN

Sebelumnya, sebagai manusia yang berbudi pekerti luhur dan berwibawa, saya ucapkan selamat pada kalian wahai anak-anak kelas dua belas SMA/SMK/MA atau apapun itu yang selevel dengan-nya yang pada tahun ini berhasil lulus. Plok plok plok.... Elu semua kece dari lahir :)

TRADISI LULUSAN
Entah bedebah siapa yang pertama kali mengajari dan mengamalkan perbuatan ini, corat-coret dan pilokisasi pada pakaian, bahkan badan... Wow... 

Dan sekarang, seiring kemudahan mempunyai sepeda motor yang tanpa uang sepeserpun (DP NOL) maka bukan hanya corat-coret dan pilokisasi saja yang menjadi acara ritual tahunan para generasi penerus bangsa ini, melainkan juga konvoi.

Mending kalau konvoinya satu atau dua makhluk saja, lha ini bisa ratusan peserta.

Maklumlah jika sudah berbau kelulusan, entah kenapa sekolah-sekolah yang biasanya murid-muridnya pada bermusuhan, pada tawuran, justru ketika lulusan mereka bersatu padu menggempur jalanan. Ruarrr biasaaahhhh!!!

Sebagai generasi yang agak tuaan dikit, gini-gini saya dulunya gaul lho pas SMA. Bergaul sama penjual jamu, bergaul sama abang-abang becak, dan juga bergaul dengan mamake penjual pecel keliling di kostanku dulu. Pokoke gue gaul banget men!

Pas lulusan SMA dulu, saya juga corat-coret dan konvoi gaes.... Hahahaha...

Konvoi dipusatkan di Baturraden. Keren banget kan? Weka weka!!!

Saya masih ingat betul, waktu itu dengan membonceng teman, maklumlah... saya masih miskol jadi ga punya motor sendiri, saya berkeliling kota Purwokerto. Tak lupa, jika berhenti di salah satu SMA maka saya dan teman-teman SMA saya mengajak anak-anak di SMA itu untuk ikut berkonvoi ria... Dasar propokator! Hahahahaha...

Jujur saja, pada waktu itu yang saya pikirkan hanya happy-happy semata. Pokoknya, ibarat dunia milik anak SMA.Yang laen cuma mandor bangunan. Mbuehehhe...

Faktor lainnya seperti keselamatan dan sebagainya sama sekali tidak saya pikirkan. Pokoknya, this is our day... Hahahahha....

Kami merasa kurang afdhol jika lulusan hanya dirayakan kecil-kecilan... Makan snack di WC sekolah misalnya... Ah, kampungan... Wkkkkkkwwkwkkk

Tapi ya namanya juga generasi muda yang penuh prustasi, apapun dilakukan demi kebahagiaan kami ketika lulusan dahulu, termasuk berkonvoi tanpa memakai helm di kepala. Hanya helm tertentu saja yang saya pakai waktu itu. Mbuehehehe...

Dan ketika Sabtu kemarin saya terhambat pulang (macet coy) karena arak-arakan remaja-remaja putih abu-abu yang merayakan kelulusan itu, maka hati gue mengatakan....

" Gue pernah kek gitu kelessss.... bahkan gue lebih afdhol lagi... Karena gue harus menuntun beberapa teman yang kagak bisa berjalan secara sempurna... Bukan karena kakinya hilang dicuri jablay, tapi karena kebanyakan minum topi miring sama anggur kolesom cap orang itu... Bedebah sekali mereka! Coba kalau gue ikut mabok, kan gue tidak harus nuntun mereka... Kamfret!"

Sungguh, masa lalu yang kelam namun penuh penghayatan...

Tapi kalau gambar yang satu ini kayaknya mereka lebih afdhol dari saya dan teman-teman saya yang mabok sampai cepirit pada waktu lulusan SMA dulu dech....

Sumber : Harian Radar Banyumas hari ini

Bagaimana? Afdhol sekali kan mereka???

Oh ya, sabtu sore kemarin juga banyak anak-anak cewek yang pada pamer paha... Uhuyyy...

Kalian pamer KELULUSAN apa pamer KEMULUSAN hai para betina muda?

Terima kasih yah atas pemandangannya YANG INDAH ITU. wkwkwkwkk...

Entah fenomena apa yang sedang terjadi beberapa tahun belakangan ini. Tapi yang jelas, semua hal ada batasannya. Melalui postingan ini saya juga minta maaf jika pada waktu lulusan SMA saya dulu, banyak pihak yang dirugikan. 

Dan bagi teman-teman yang dulu saya tuntun, "Hey... Dimana kalian? Sini mendekat! Tak antemi siji-siji ngeneh!!!!  Nyusahin gue saja kalian!!! Hahahaha...."

Akhir kata, jadilah generasi yang smart dalam segala bidang. Sekali lagi, selamat atas kelulusan kalian. Semoga cita-cita kalian tercapai.

Ingat, lulusan bukanlah akhir perjuangan. Namun dari tahap inilah kalian akan menghadapi perjuangan hidup yang lebih dahsyat...

Tetap semangat!







Sunday, May 8, 2016

TAK ADA PERCAKAPAN DENGANMU MALAM INI

Tak ada percakapan denganmu malam ini....
Aku hanyalah seonggokan batu... 
Apakah kau rasakan itu?

Dan disela-sela kebisuan itu... 
hanya ada do'a indah yang teruntai untukmu... 
duhai kekasihku...


REVIEW BUKU CATATAN HATI IBUNDA (ASMA NADIA, DKK)

Bismillahirrohmaanirrohiim...

Assalamu 'alaikum wahai penduduk dunia nyata maupun dunia maya...


Pada malam yang dingin dingin empuk ini, kayaknya asyik yak kalau dibawa ngelamun sambil dengerin lagunya Kuburan Band...


"Lupa...lupa lupa lupa lagi cangcutnya!................"


Baiklah, kita hilangkan masalah cangcut mengcangcut. Sebenarnya sih tadinya mau ngesposting perihal salah satu karakter lelaki yang sudah tidak asing lagi.... yaitu, MUNAFIK. Hehehe...


Munafik disini bukan berarti.... Ah, sudahlah. Berdasarkan pertimbangan fashion dan tata boga, maka postingan tentang kemunafikan para lelaki tersebut saya masukan kedaftar isi salah satu buku saya yang tentu saja masih dalam tahap penggodokan di papan keyboard. Wekekekek... Jangan lupa untuk beli buku saya yak! Nanti tentunya kalau udah terbit di ufuk timur sono :)


Baiklah, kembali ke topik. Malam hari ini saya akan mereview buku yang ditulis oleh Asma Nadia dan kawan kawan ( Sofie Dewayani, Nadhira Khalid, Mariskova, Tria Barmawi, Bebu Haryanti Dewi, Novia Syahidah, Siska Susantrin, Sinta Yudisia, Okti Fitriana, Linda Nurhayati, Reni Nurul Aeni, Alifadha Pradana, Esti Handayani, Sari Meutia). Judul buku tersebut adalah CATATAN HATI IBUNDA.

Sumber gambar : kompas.com... karena foto saya resolusinya jelek :)

Wah, banyak juga yo penulisnya? Yupz, namanya juga dkk alias dan kawan kawan. Jadinya ya rombongan kek gitu dong ah :)


Dari judulnya kelihatan kalau buku ini adalah catatan hati pendekar syair berdarah... Halah!!!


Tentu saja buku CATATAN HATI IBUNDA ini adalah buku yang berhubungan dengan dunianya para ibu :)


"Kalau berhubungan dengan dunianya para ibu, kok mas Darsono bisa-bisanya dan mau-maunya ngebaca buku ini? Udah berubah jenis kelamin mas?"


"KAYAKNYA SIH IYA!" Mbuehehhee.......


Ceritanya begini... Setiap beberapa bulan kan ada pembaruan buku di Perpustakaan sekolah. Nah, setiap datang, buku-buku baru tersebut harus mampir dulu ke ruang tata usaha untuk dimasukan ke daftar inventaris barang. Nah... Pas buku itu dikeluarkan dari dus, tiba-tiba saja mata saya tertuju kepada nama pengarangnya, ASMA NADIA.


Siapa sih yang tak mengenal ASMA NADIA? emangnya sampeyan.... Kodok dipelataran rumahku saja tidak kenal kok sama sampeyan? heuheueheu....


So, secepat kilat saya ambil itu buku sebelum terbang ke perpustakaan. Hahaha... Jadi kesimpulannya saya baca buku CATATAN HATI IBUNDA ini karena pengarangnya? Oooh tentu bukan... Alasannya adalah;;;; Saya ingin menyelami lebih dalam mengenai perasaan wanita.... SO WHAT GITU LOCH?


Dan benar saja. Ketika saya baru membaca artikel pertama (artikel atau judul yah) yang bertitle A Confession of Terrible mom, seolah-olah saya telah dihipnotis oleh sang penulis (Asma Nadia) menjadi ibu muda yang merasa tak becus menjadi ibu... Hadeuh....


Pada cerita itu dikisahkan tentang seorang ibu muda yang merasa bahwa dirinya bukanlah ibu yang perfect. Tak bisa masak masakan enak, panikan, seringnya bengong melihat keadaan rumah yang kayak kapal pecah, dan banyak menawarnya kepada pasangan.


Wah jujur, saya merasa menjadi perempuan ini. Maksudnya, betapa saya merasakan ternyata menjadi wanita itu tidaklah semudah yang dibayangkan.


Sekedar memasak masakan enakpun tidaklah semudah dan seenak yang memakannya :)


Emangnya elu.... langsung caplok saja terus bilang.... Mak nyuzzz!!!


Apalagi yang ini nih, soal tawar menawar. Sebagai perempuan kadang banyak yang merasa bahwa setiap perkataan, himbauan, dan nasihat pasangan harus langsung kita anggukan dan siap 86! Padahal sih dalam hati si wanita kadang ada yang mengganjal bahkan kadang tidak setuju. Hmmm.... so complicated.


Itu baru beberapa contoh. Pokoknya, saya benar-benar merasa terhipnotis menjadi wanita ini. Hahahaha....


Menginjak ke tulisan kedua, tulisan yang ditulis oleh Sofie Dewayani dengan judul BUKAN DERET ANGKA, semakin mengokohkan diri ini bahwa menjadi ibu itu bukanlah sesuatu yag mudah.


Terkadang harus berakting seolah-olah semuanya serba beres dan serba good bahkan best di depan anak-anak. Padahal sesungguhnya sang ibu sedang berbohong dengan harapan agar anak-anaknya menjadi anak yang perfect. Tapi pada akhirnya, justru anaklah yang sering berbohong pada kita tanpa sungkan-sungkan. Anak adalah cermin... Begitu salah satu sub bab pada tulisan ini.


Ah, sungguh jika kalian wahai kaum lelaki membaca buku ini, maka perasaan kalian dijamin berubah drastis satu derajat, eh! Pokoknya dijamin berubah dech. Kalau tidak berubah, berarti tak ada Superman dan Super dede di negara ini :)


Buku yang berisi tentang seabrek perasaan dan masalah-masalah seputar ibu dan perempuan ini menurut saya tergolong buku yang ampuh buat mengobrak abrik perasaan lelaki seperti saya ini. (Jangan beli yooo!) halah....


Buku yang menceritakan ujian dan tantangan yang mengintip hari-hari seorang ibu ini, konon merupakan kumpulan kisah nyata, Gemana ndak sadis wong isinya tentang rasa sakit, kekuatan, momen-momen indah bersama anak, momen-momen indah bersama pasangan, kecemasan, hingga kehilangan dan ajal.


Tulisan yang dikemas secara menarik ini sungguh menyentuh hati. Baru baca satu artikel saja, saya jamin kamu para lelaki akan geleng-geleng kumis karena kebakaran celana. Tata bahasa yang wow banget bakalan bikin kamu terhasut-hasut deh... Salut buat semua penulis di buku CATATAN HATI IBUNDA ini... Kalian berhasil meruntuhkan hati aku... Arghhh....


Kalimat sederhana dan mudah dimengerti merupakan salah satu ciri tulisan di buku ini. Selain itu, tulisannya sangat renyah buat dibaca. Apakah karena editornya? entahlah... Tapi yang jelas, beberapa dari penulis ini (Novia Syahidah dan Sinta yudisia) bukanlah nama yang asing di mata dan telinga saya. Sejak tahun 2001 saya berlangganan salah satu majalah yang berisi berbagai cerpen. Yupz, majalah Annida :) 


Kedua penulis itu pernah dibahas di majalah itu. Dan sepengetahuan saya, gaya tulisan mereka memang seperti apa yang ada pada buku CATATAN HATI IBUNDA ini :)

Buku dengan tebal 304 halaman ini sungguh mampu menghadirkan beragam inspirasi. Saya pikir buku ini recommended sekali buat i

bu-ibu untuk meng upgrade diri menjadi seorang ibu yang shalihah, kuat, dan smart :)

Bagi yang belum menikah, buku CATATAN HATI IBUNDA ini juga saya rekomendasikan ke kalian agar kalian wahai calon ibu mempunyai bekal terutama kekuatan mental untuk menapaki kehidupan pada jenjang berikutnya, menjadi seorang isteri dan ibu tentunya.


Buat kalian wahai lelaki jalang, buku ini saya rekomendasikan ke kalian agar kalian makin sayang sama isteri, makin paham bahwa menjadi ibu itu bukanlah sesuatu yang mudah, makin perhatian dan makin banyak kasih duit tentunya. Haahahaha....


Oh ya, di dalam buku ini juga disematkan hadits-hadits yang bermanfaat sebagai motivasi buat para pembacanya. Ciamik deh bukunya. So, tunggu apalagi.... buruan beli bukunya !!!!





Wassalaamu 'alaikum wr.wb



Saturday, May 7, 2016

Teluk Penyu Cilacap

Selamat siang wahai kisanak dan nyisanak. Sudahkah kalian mandi di pagi tadi? Jika belum, silahkan makan pagi dulu. Setelah itu, tidur lagi... Puas-puasin dech bau badan kalian... Mbuehehehe....

Entah sudah keberapa kalinya saya ke sini, Teluk Penyu Cilacap. Saking seringnya ke Teluk Penyu ini, saya benar-benar lupa sudah keberapa kalinya. Tidak membosankan! Begitu kalimat yang tepat untuk menggambarkan kesyahduan teluk ini.

Tahun 2014 ... kala masih ganteng... tentu saja dilihat dari jarak segini... mbuehehehe....


Teluk Penyu ini berada di kabupaten Cilacap. Ombaknya yang tenang dan tentu saja kulinernya yang ciamik menjadi andalan teluk ini.

Lupa tahun berapa ini.... yang jelas saya yang lagi merem itu....  kampret pisan yang moto gue.... dasar!!!

Selain itu, kalau kalian pengen lihat pulau yang penuh kematian (karena biasa dijadikan tempat mengeksekusi narapidana sejak zaman Belanda) silahkan naik saja perahu untuk menuju pulau Nusakambangan. Murah kok... Dan bisa ditawar tentunya. Sekedar bocoran saja, biasanya kalau mereka melihat calon penumpangnya pakai mobil bagus, akan dikasih tarif tinggi. Naiklah becak kesana! Hahahaha..., Ya itu sih hasil dari pengalaman saya dan bisik-bisik beberapa pengemudi kapal yang mengangkut saya ke Nusakambangan beberapa tahun yang lalu.

Oh ya, sebenarnya banyak sekali obyek wisata pantai yang ada di kabupaten Cilacap ini. Disamping teluk penyu, ada juga pantai Widara Payung dan Pantai Bunton yang terkenal dengan ombaknya yang besar.

Sekedar saran, jika kalian berniat melakukan petualangan wisata pantai, jalur pantai selatan ini memiliki beberapa pantai yang menawan.

Pantai selatan dari jalur Cilacap sampai ke Kebumen, bahkan kalau diteruskan sampai ke daerah Jogjakarta Hadiningrat, merupakan deretan pantai yang indah. Bagi bikers yang hobby touring, biasa dicoba lho... Jalurnya keren broh!

Berikut beberapa momen ketika saya dan teman-teman pendekar lainnya berkunjung ke Teluk Penyu Cilacap. Photo diambil acak adri tahun berapa ke tahun berapa... ah..lupa pokoknya... Maklum, anak ganteng... Wkwkwkwkk...














Friday, May 6, 2016

WATU GAJAH

Selamat malam wahai penduduk yang sedang kehujanan :)

Kali ini, saya akan berjuang dengan penuh cinta untuk mengenalkan suatu tempat yang menurut saya easy going banget (apa pula itu).

Nama tempatnya adalah Watu Gajah. Dalam bahasa Indonesia berarti batu gajah (Watu=batu, Gajah = Gajah).

Pada minggu kemarin saya bersama tim advokasi (halah), saya bersama anggota Dewan Penggalang RAMA SPENDA berkunjung kesana. Tempat yang indah dan tidak terlalu jauh dari pangkalan kami menjadi salah satu alasan kesana. Selain itu, musim hujan memungkinkan adanya penampakan pelangi. Nah, kalau pelangi muncul biasanya banyak paman-paman pada mandi di sendang bukit sana. Wkwkwkwk...

Oh ya, obyek Watu Gajah berada di perbukitan antara Kalisadang-Gerduren-Tunjung. Sebuah perbukitan yang berada di wilayah 3 Desa (Gentawangi, Tunjung dan Gerduren). Tiga wilayah tersebut berada di Kecamatan Jatilawang dan Purwojati Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Secara, Watu Gajah ini belum dimasukan sebagai kawasan wisata resmi di Banyumas. Watu Gajah ini hanya diketahui oleh warga sekitar saja. Dan masih sepi pengunjung. Paling para pencari rumput dan petani sekitar yang biasa beristirahat disekitar watu itu. Siapa tahu, dengan muncul di blog ini, Watu Gajah bakalan jadi objek wisata resmi di kabupaten Banyumas ini. Mbuehehe...

Bukan tanpa alasan, kan sudah ada objek wisata berupa batu yang sudah terkenal sebelum Watu Gajah ini. Namanya Watu Meja. Silahkan kalian searching di google saja yah mengenai wisata Watu Meja ini :)

Dinamakan watu gajah karena watunya emang segede celeng, eh gajah lah tentunya :)

Berikut perjalanan ke watu gajah.

Dari SMP Negeri 2 Jatilawang kami berjalan ke arah utara (Kalisadang dan Tunjung melewati jalan setapak dan arel persawahan).







Untuk menyingkat waktu, kami melewati pekuburan china (Bong China).

Berikut beberapa jepretan saya ketika melewati bong China.






Setelah melewati bong china, trek berikutnya adalah jalan setapak yang menanjak tentunya. Ya namanya juga naik-naik ke puncak bukit :)








Baru berjalan sekitar setengah jam, tak terasa keringat dan air liur lelaki ini keluar juga. Ah, kasihan banget ini anak. Mari kita lihat penampakannya dari belakang. Untuk kepentingan investigasi, photo sengaja dibuat miring. Wkwkwkwk.

Ini photo Gueeeee!!!!!

Wah, ternyata lelaki itu adalah saya saudara-saudara. Hmmm... Maklumlah, selain sudah tampan, pendakian ini adalah pendakian yang terasa lama bagi saya. Padahal tingginya cuma seiprit saja alias gak tinggi-tinggi amat.

Mungkin karena saya sudah lama tak mendaki bukit kali yak. Terakhir melakukan pendakian, pada Desember 2006. Itu adalah pendakian terakhir saya. Waktu itu saya dan beberapa teman saya naik ke Gunung Slamet. Ahhh... Rindu kalian wahai temans....

Baiklah, kita lanjutkan lagi............
Ternyata, yang mengalami kelelahan bukan hanya saya saja. Beberapa riders juga kecapekan... Wkwkwkk...

Jadilah kami beristirahat sembari menikmati keindahan alam Jatilawang dari bukit Kalisadang. Photo-photo euyyy......

Menara masjid Baabul Qudus Alun-alun Jatilawang dilihat dari bukit Kalisadang








Setelah kurang lebih 15 menit beristirahat, sampailah kami di Watu Gajah. Tapi apa yang terjadi saudara-saudara? Ternyata batunya tertutup rerimbunan semak belukar... Ah, sayang sekali. Mungkin karena musim hujan sehingga banyak tumbuhan perdu di Watu Gajah.



Watu Gajah tampak dari sebelah selatan... Itu lho yang tertutup semacam tumbuhan perdu :) seperti gundukan tanah yang tinggi :)

Kecewa? Tidak juga sich.... Bagaimanapun juga perjalanan ke watu gajah ini sangat menyenangkan. Disamping cuaca sejuk, pemandangannya juga oke punya. Dari pada mandangin wajah elu! *huek!!!

Setelah tiba disana, kebetulan sekali ada tempat peristirahatan. Sebuah gubuk baru rupanya. Kembali kami menghabiskan waktu disana sembari mendengarkan lantunan lagu-lagu alam.... Suara burung kencing oy! Mbuehehe...









Sedang asyik-asyiknya menikmati suasana alam di watu gajah, tiba-tiba saja terdengar suara geledek menggelegar, Gerimispun turun perlahan. Lupakan sejenak cerita tentang biadadari dan pelangi, lha wong ini banyak anak orang yang kami bawa kesana, akhirnya demi keselamatan kami memutuskan untuk turun ke bawah. Kembali lagi ke pangkalan SMP Negeri 2 Jatilawang.

Eh, ada kisah lucu lho dibalik perjalanan kami kesana. Ceritanya, geng rempong (anak-anak penegak dari SMA Jatilawang yang merupakan alumni SMP Negeri 2 Jatilawang) hendak menyusul kami ke watu gajah. Tapi mereka TERSESAT saudara-saudara! Hahahaa....

Untung saja mereka tidak tersesat dihatiku! Eh tersesat di hutan... Masih di perkampungan tersesatnya So akhirnya kami bertemu mereka ketika kami sudah berada di lingkungan perkampungan ketika pulang.

Seperti biasa, namanya juga geng rempong, walaupun mereka terlihat capek, masih sempat--sempatnya photo-photo dikala hujan tiba dan bermain bola di lapangan sekolah....Hadeuhhh...

Beginilah penampakan mereka.








Sampai jumpa di petualangan berikutnya :)