Friday, February 24, 2017

JEGLONGAN SEWU (Jilid 2)

Dear para bikers yang super duper lemper pempers... Huek! 

Semoga para bikers semua lagi dalam kondisi waras, bregas, dan masih bisa sepuas-puasnya tarik gas.

Sebelum tulisan ini saya lanjutkan, ada baiknya sampeyan-sampeyan siapkan secangkir kopi ataupun teh tubruk yang dikasih gula. Ada baiknya lagi, sampeyan-sampeyan siapkan sapu dan juga batu. Siapa tahu tulisan ini bikin marah. Setelah itu, bolehlah kalian timpuk gadget, laptop, ataupun PC yang sedang sampeyan gunakan untuk membaca postingan ini. Nah, ada hadiah menarik berupa sapu lidi yang berbentuk pantat sapi buat kalian yang berhasil menimpuk. Yeah! Gemana gak asyik coba? Wkwkwkwk.

Okey, sebenarnya postingan ini adalah lanjutan dari postingan yang lalu. Postingan apa tuh mas? Postingan tentang JEGLONGAN SEWU. Wkwkwkwk.

Entahlah, sebenarnya saya bosan, bahkan cenderung males untuk menulis perihal masalah ini. Tapi mau bagaimana lagi, sebagai biker sejati yang saban hari bergelut dengan jalan raya, tampaknya artikel ini bisa sedikit mengobati "luka hati luka diri" yang saya alami. Eaaa....

Setidaknya unek-unek saya sebagai warga negara yang hensem alias caem bisa saya keluarkan disini. Toh, ini era demokrasi. Kata nenek, demokrasi adalah ..... Ah, sudahlah. Yang jelas saya sudah kepalang basah menulis beberapa kalimat demi terciptanya satu postingan yang berkualitas. Mbuehehehe....

Perihal jeglongan sewu alias seribu lubang kedengarannya memang sangat hiperbolis. Bahkan cenderung hoax. Pertama kali saya menggunakan istilah ini ketika waktu itu ada pembinaan dari para pejabat salah satu dinas yang ada di kabupaten Banyumas ini.

Pembinaan teruntuk beberapa pegawai yang berada di lingkungan dinas tersebut berlangsung khidmad, bahkan cenderung cair dengan beberapa guyonan/joke-joke yang dilontarkan oleh salah pejabat tersebut.

Pembinaan berlangsung di salah satu kecamatan dimana tempat kerja saya termasuk dalam wilayah kecamatan tersebut. Kurang lebih 40 kilo meteran jarak yang ditempuh oleh para pejabat tersebut ke kecamatan yang dijadikan sebagai salah satu lokasi pembinaan.

Nah, dalam acara itulah salah satu petugas pembina nyeletuk soal wahana baru... wisata baru... bernama...JEGLONGAN SEWU. Ekekekekeke.....



Emang sih bukan kalimat baru. Buktinya beberapa dari pegawai yang dibina ternyata langsung ngeh dengan guyonan tersebut.

Perlu diketahui, saat ini sedang ada perbaikan jalan pada beberapa titik jalan yang memang sangat membahayakn para pengguna kendaraan tersebut. Untuk kamu hey penikmat pacaran sembari nyel-nyelan di jalan raya, WASPADALAH...WASPADALAH! 

Bisa-bisa bukan kenikmatan yang kalian dapatkan, tapi nyawa yang melayang sia-sia di tengah jalan. Ini akut! Sungguh akut..... ihhh... akut... #takut sum!

Beberapa hari yang lalu saya pulang malam. Bukan karena habis gendhakan ataupun selingkuhan, tapi lembur mengerjakan daftar nominatif sementara peserta ujian nasional.

Jam sembilan malam saya baru pulang. Nah, di sekitar bendung gerak serayu, jalan yang saya hafal sekali banyak JEGLONGAN SEWU nya, sebuah mobil sedan yang berjalan (janda kelessss berjalan), di belakang saya mabur alias terbang. INI SERIUS!

Kronologisnya seperti ini....
Saya berada di antara dua mobil dan satu sepeda motor. Mobil tersebut berada di depan dan di belakang saya. Sedangkan sepeda motor yang satunya tepat berada di depan saya persis. Pada salah satu tikungan yang banyak lubang, saya dan kendaraan yang berada di depan saya berusaha melambatkan laju kendaraan kami.

Namun sedan yang berada di belakang kami, tak lihat dari kaca spion justru menambah kecepatanya. Wah, ini akut.... batin saya.

Sebagai bikers yang sudah terbiasa untuk menggunakan keputusan dengan cara yang secepat-cepatnya namun benar, sayapun akhirnya kembali menambah kecepatan dengan cara banting stang ke sebelah kiri dari mobil dan sepeda motor yang ada di depan saya.

Pikiran saya, jika sedan yang berada di belakang saya masuk ke lubang dengan kecepatan seperti itu, maka salah satu akibat terburuk dari kejadian itu, ini menurut saya, sedan itu akan terbang menabrak saya. 

Maka dengan secepat kilat saya gas sembari banting stang ke kiri. 

Dan benar juga.... KRAK!!! 

Begitu sedan itu masuk ke lubang, karena kecepatan yang lumayan tinggi tersebut, terbanglah alias njundhal itu sedan. Kejadian tersebut terlihat dari kaca spion saya. Dan dengan sedikit menoleh, karena saya khawatir sedan itu masuk ke sungai, saya lihat sedan itu terbang menuju arah kanan dari mobil yang tadi ada di depan saya. 

Jesss....

Untunglah tak ada kendaraan dari arah depan. Kalau ada..... Argh, na'u dzubillah.....

Dan masih untung juga sedan tersebut tidak nyemplung ke kali Serayu.

Untungnya lagi, tak ada korban dari kejadian tersebut. Sedan berjalan seperti biasa beberapa meter dari tempat kejadian perkara. Hmmmmm....

Itu baru satu kejadian. Masih ada beberapa kejadian lagi. Tapi saya tidak ceritakan disini. Takut pada hamil. Gkgkgkgkgk.....


Saya pikir sampeyan-sampeyan yang saat ini biasa melewati jalur PURWOKERTO-WANGON via Rawalo sudah familiar dengan keadaan jalan yang rusak tersebut. Atau jangan-jangan sampeyan tidak familiar lagi, tapi sudah bertunangan. Mbuehehehe...

Warta bagusnya, beberapa hari yang lalu saya baca di salah satu media lokal, konon katanya pada bulan Maret nanti pekerjaan untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak itu akan selesai. 

So. masih ada sekitar satu bulan lebih untuk menguji kesabaran kita (elu kali), yang saban hari melalui jalur ini.

Bagaimana? Apakah ada yang marah dengan postingan ini? Kalau ada... Syukurin!

Kalau ndak ada? Mungkin sampeyan kurang PEKA (Pekarangane amba)
Wkwkwkwkwk...




PERINDU NIRWANA

Jilbabmu masih saja bercengkrama dengan anggunnya jiwamu
sementara celotehan merpati tak lagi kau hiraukan

Di awan sana, sepasang malaikat menatapmu dengan senyumnya yang jingga
kepakan sayapnya membawa berjuta aroma suwarga

Duhai wanita perindu nirwana
apalagi yang kau nanti
bergegaslah berlari
selagi nafas masih tersimpan di hati

Wednesday, February 22, 2017

OBJEK "WISATA" INI SEDANG MENJADI VIRAL DI DUNIA MAYA

JEGLONGAN SEWU

Jeglongan artinya Lubang (Lubang yang tidak pada tempat yang seharusnya), sedangkan Sewu berarti seribu. Kalau dipadukan, jeglongan sewu berarti seribu lubang alias jebakan Betmen. Wkwkwwk.

Inilah penampakan objek "wisata" berupa jeglongan sewu tersebut. Maaf, saya ambil satu gambar saja. Malu saya harus memberitahukan keadaan ini ke seluruh pelosok dunia. Wkwkwkwk....



Monday, February 6, 2017

Setiap Bertemu Orang Itu

Met malem gaes...
Udahlah, tanpa babibu dan kambingbu, apalagi wedhus-bu, saya mulai cerita ini dengan begitu antusias, berkelas, dan berimbas.

Untuk menyamarkan pelaku yang sebenarnya, maka saya diganti menjadi gue... Kalian diganti dengan elo pade, kamu diganti dengan elu.

Bagaimana, setuju? Sedelapan? Sekarepmu lah...

Sebelum saya melanjutkan cerita ini, kisah, pelaku, maupun tempat dan kejadian hanyalah khayalan belaka. Jika ada kesamaan nama tokoh, tempat dan peristiwa, berarti itu benar apa adanya. Terima kasih.

(Untuk menyamarkan pelaku yang sebenarnya, maka saya diganti menjadi gue... Kalian diganti dengan elo pade, kamu diganti dengan elu.)

Setiap bertemu dengan orang itu, gue benar-benar ingin meremas-remas dan mengaduk aduk isi dompetnya. Bagaimana tidak, setiap pagi ketika gue bertemu dengan dia, maka ucapan seperti inilah yang keluar dari bibirnya yang merekah seperti orang lagi buang aer besar.

"Selamat pagi oom Darsono yang ganteng....."

Huft!

Bagaimana tidak kepengin ngambil dompet tuh anak, coba baca sekali lagi sapaan dia ke gue... Aarghhh... Kemfret pisan!

Dia bilang oom ke gue... Padahal gue udah oom oom....

Kalimat kedua yang bikin gue pengen ngantem bibirnya dengan bibir gue...halah...

Ganteng?

Kata apa pula itu?

Bagi gue, kalau ada yang bilang gue ganteng, ada dua hal yang patut disimpulkan.

1. Butuh kacamata minus
2. Pengen dapet ilmu pelet dari gue

Wkwkwkwkwk...

Jujur sih, muka gue gak jelek-jelek amat. Tapi kalau ganteng? Bah! Itu adalah salah satu fitnah dalam hidup gue... Ganteng?

Lo pade bisa lihat dech wajah gue kayak apa... Noh liat!



Enggak banget kang....

Eh, salah upload... Ini dia!


Gue yang ditengah...

Asal tahu saja, mereka berdua adalah pacar gue!
*somplak!!!

Itulah kenapa kalau gue denger ada yang bilang ganteng ke gue, maka tiba-tiba burung daraku melesat menghujam ke bawah mencari kutu kupret.... Argh.... benar-benar pitnah!

Elu tahu kan, kalau ngomong yang kagak sesuai dengan kenyataan, namanya pitnah binti ngapusi...


Dan kata-kata manis yang tidak sesuai dengan keadaan, apalagi yang disertai janji ini dan itu, anu dan ano, dan belakangnya NOL alias kagak ada buktinya sama sekali maka itu sungguh TERLALUUUU....

Nah, gue sih asyik-asyik aja dibilang ganteng...Toh pada hakikatnya tak ada manusia jelek di muka bumi ini. Jika ada manusia jelek, maka sama halnya elu lagi menjelek-jelekkan Tuhan elu sendiri... Kan yang nciptain elu adalah Tuhan... #alhamdulillah ya, sholeh....

Tapi tolonglah sesuai dengan kadarnya... Jangan berlebihan dan jangan dikurangkan... Jangan diperpanjang dan jangan diperlebar. Sesuai porsi makan siang di pabrik saja... Halah!

Itulah kenapa kalau gue bertemu dengan orang itu, gue langsung baper kaya anak ayam yang kehilangan duitnya...

Untuk elo pade, cobalah bermanis-manis dihadapan siapa saja. Tapi ingat, yang tulus. Jangan asal kalau ada jandanya saja kalian mau. Paham? TIDAAKK!!!

Oke dulu postingan dari gue, semoga berimbas pada elo pade. plis dech jadi orang yang kagak munafik. Biasa ajah lah. Toh hidup hanyalah jembatan menuju rumah gebetan elu...halah....

Be a wiseman :)

*ngomong opoooo kuwiiiii....



Thursday, February 2, 2017

GERIMIS

Tahukah kau, ada banyak tempat untuk menikmati rintihan gerimis

Namun di pembaringan ini, aku lebih leluasa menikmati rintihannya...

Bukan karena sepinya ruang...

Apalagi sempitnya hati...

Tahukah kau kenapa?

Karena disinilah semua rindu itu bertemu....



Ditulis juga di twitter saya : @dachodarsono