Thursday, April 27, 2017

Selamat Jalan Pak......

Direktur Politeknik yang bersahaja itu telah kembali ke pelukan Sang Pecinta tuk slamanya.....
;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;;

Syahdan, di suatu sore yang menawan, saya beserta beberapa mahasiswa lainnya sedang bersenda gurau di depan teras kampus.
Kampus yang juga menjadi kantor Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Banyumas tersebut selalu ramai di setiap akhir pekan, terutama menjelang ashar.
Di jam seperti itulah biasanya kami bersantai menikmati sore sembari bercerita ini dan itu...Jarang membahas materi perkuliahan bro... Ndak guna! Hehehhee...
Lagi asyik-asyiknya ngobrol, perlahan sebuah angkot berhenti di depan kampus.
Seorang lelaki tua dengan tas jinjing ala pemuda tahun 70-an turun dari angkot tersebut.
Celana "cutbre" dan gaya rambut yang "tanpa gaya" menjadi salah satu ciri lelaki tinggi dan kurus tersebut.

Wajah "sangar" dengan kumis tebal melintas menjadi daya tarik tersendiri bagi kami.
Setelah membayar pada supir, kulihat lelaki itu sesekali batuk ketika mulai melangkahkan kakinya. Usianya tiada lagi muda...
Kata petugas administrasi di kampusku, lelaki tua yang masih tampak gagah itu adalah mantan salah satu pejabat di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto.
Pejabat?
Sungguh pertanyaan yang menggelitik hati saya....
Perlu kalian ketahui, sekelas karyawan (bukan dosen lho) yang bekerja di sana saja bisa dengan mudah membeli mobil... Tapi lho kok orang ini malah ngangkot saban hari?


Entahlah....
Seingatku, Beliau memang punya mobil. Tapi jangan membayangkan kalau mobilnya adalah mobil yang wah! Tidak....Dan seingatku juga, paling sebulan atau bahkan dua bulan sekali lelaki tua ini berangkat ke kampusku menggunakan mobilnya... Padahal rumahnya terbilang jauh dari kampus tempat kuliahku itu.
Lelaki tua yang sederhana itu adalah Direktur Politeknik kami, Bapak Saechan....
Konon, berdirinya kampus kami dan juga politeknik Cilacap tak bisa dilepaskan dari peran Beliau.

Kembali ke cerita....
Tanpa dikomando siapapun, aku dan teman-teman kuliahku berdiri menyambut Beliau...

Assalaamu 'alaikum....
Salam yang begitu tulus dengan wajah yang "biasa-biasa saja" (Beliau jarang tersenyum soalnya... Hehehehe) terucap dari Beliau.
Sontak kami menjawab salam tersebut... Tanpa babibu, satu persatu dari kami mencium tangan Beliau yang... ah, kasar ternyata..... Dan itupun menjadi salah satu pertanyaan batinku...
Dalam lain waktu, saya diajak oleh salah satu teman kuliahku, Barok namanya, untuk bersilaturahmi ke dalemnya Beliau.
Temanku Barok itu, mau menjagokan diri menjadi perangkat desa di kampungnya. Berhubung kuliahnya belum selesai, ia bermaksud meminta tanda tangan pada lembaran kertas yang bertuliskan "Surat Keterangan Kuliah."

"Wong sudah jelas-jelas kuliah, ngapain pakai surat keterangan rok? esih peteng apa?" (masih gelap apa). Ledek ku ke Barok...

"Halah mbuh!" Jawab dia... Enek kayaknya dia.. hahahhaaa....

Dengan menggunakan sepeda motor matic ku, meluncurlah kami ke dalemnya pak Saechan, direktur politeknik kami.

Berhubung kami belum tahu dalemnya, kamipun bertanya ke si anu dan si itu.
Tak lama, sampailah kami di dalemnya Beliau.
Lagi-lagi, bayangan ku salah... Rumah Beliau tak seperti yang aku bayangkan...
Beberapa anak muda sedang mengutak-atik mobil di depan rumah Beliau.
Yupz, ternyata bagian depan rumah Beliau dijadikan sebagai bengkel. (Ndak tahu sekarang masih ada apa tidak).

Dengan mengenakan sarung dan menggunakan kaos oblong yang kelewat sederhana menurutku, Beliau menemui kami berdua.

Ah, sungguh pemandangan yang lagi-lagi menohok hati. Seorang direktur dan mantan pejabat kampus kok sesedehana ini.... Ah, jadi malu saya :(

"Mau daftar jadi perangkat mas?" Tanya Beliau ke Barok.
"Injih pak... Ikhtiar..." Jawab barok.
"Kalau ikhtiar yang sungguh-sungguh!"
Singkat tapi begitu dalam kata-kata Beliau itu.

Begitu Beliau selesai menandatangani surat keterangan kuliah tersebut, Beliau menasihati kami agar tetap bersemangat dalam mencari ilmu, khususnya kuliah kami di politeknik. Jangan sampai ndak selesai... Kata Beliau.

Sebenarnya masih banyak lagi cerita-cerita perihal kesederhanaan, perjuangan, dan aneka cerita lainnya yang masih tersisa.
Tapi belum bisa aku ceritakan semuanya disini....
Pagi ini, aku baru membuka WA......
Dan grup politeknik berada di urutan pertama...
Dan inilah pesan yang langsung muncul di grup tersebut :



"Innalilahi wa inalillahi rojiun.
Telah berpulang ayahanda kami tercinta Drs. H. Saechan,MSc pd hari rabu,26 April 2017 jam 23.41. Jenazah di semayamkan di rumah duka Jln Suparto 37 Purwosari. Dan akan di kebumikan di pemakaman umum desa Nusajati kec Sampang Cilacap berangkat dari rmh duka pukul 09.00 WIB"


Pesan tersebut muncul di beranda paling atas di grup itu.
Tiba-tiba, bayangan wajah Beliau yang tegas dan sederhana langsung muncul dihadapanku.... Beragam cerita tentang Beliau seakan terajut satu demi satu...
Melalui tulisan ini, saya sampaikan terima kasih yang tiada terhingga untuk Bapak :(
Bapak bukan hanya guru, dosen ataupun direktur... Tapi Bapak adalah ayah bagi kami semua di kampus...

Selamat jalan pak :(


اَللهُمَّ اغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ وَاَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرْدِ وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ اْلاَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ وَاَبْدِلْهُ دَارًاخَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَاَهْلاً خَيْرًا مِنْ اَهْلِهِ وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَاَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ وَاَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَفِتْنَتِهِ وَمِنْ عَذَابِ النَّارِ. اَللهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيِّتِنَا وَشَاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرَنَا وَكَبِيْرَنَا وَذَكَرِنَا وَاُنْثَانَا. اَللهُمَّ مَنْ اَحْيَيْتَهُ مِنَّا فَاَحْيِهِ عَلَى اْلاِسْلاَمِ وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى اْلاِيْمَانِ. اَللهُمَّ لاَتَحْرِمْنَا اَجْرَهُ وَلاَتُضِلَّنَا بَعْدَهُ بِرَحْمَتِكَ يَآاَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.


Friday, April 21, 2017

Ikut Lomba Masak di Hari Kartini, Dor.... Pemenangnya?

Met malem penduduk bumi yang bercelana kolor. Apa kabarnya nih? Sudah pipis?

Sebelumnya saya ucapkan selamat Hari Kartini buat para perempuan-perempuan nusantara dimanapun kalian berada. Semoga segala perjuangan Raden Ajeng Kartini menjadi inspirasi buat Anda semua.

Seperti biasa, setiap tanggal 21 April, kita sebagai bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini. Sudahlah, saya tidak akan membahas perihal perjuangan RA Kartini. Sudah banyak yang posting lho. He he he.

Tapi postingan ini masih ada hubungannya lho dengan hari Kartini. So, cekidot!

Ceritanya nih, kemarin pas hari Kamis saya ndak masuk kerja. Bukan karena apa-apa, memang pengen ndak masuk saja. Halah.... Kmvrt!

Yah, namanya juga ndak masuk kerja, akibatnya saya ndak tahu acara Jum'at tadi. Yang saya tahu, Jum;at tadi adalah Hari Kartini. Wes, gitu tok!

Apalagi WA, FB, BB, dan twitter tidak saya buka, alias gulung tikar.... Alhasil, lelaki yang di atas motor ini tidak tahu apa-apa perihal perayaan Hari Kartini di tempat kerjanya...
Ini dia lelaki tamvan ituh!


"Nyesek banget yah lihat mukanya? Mbuehehhee...."

Barusan sampai di tempat kerja, langsung ada yang ngomel kayak jerapah Arab...
"Ngapain masuk ndel! Pulang saja sana!"

Ah, suara yang uasyuuu pisan... Ndak tahu apa kalau saya memang kepengin balik ke rumah lagi. Mending nganu-nganuan sama si anu dari pada udah berangkat kerja, eh malah dikasih tahu kalau hari ini ada perayaan hari Kartini berupa lomba memasak bagi para bapak-bapak... Kamvrt pisan yakin!

Aseli tadi saya pengen balik kanan maju selokan. Lah apaan kiyeh, kerjaan lagi menumpuk, tugas kuliah juga berjubel, belum lagi kepengin beol, ah.... Malah disuruh ikut lomba masak. Nggatelinya lagi, saya ndak tahu kelompok saya siapa sajah.... Kamvret!

Tapi sebagai lelaki yang ganteng dan suka ngibulin menolong teman, dengan sisa-sisa semangat pilkada (huekkkk) saya bertekad untuk ikut lomba memasak tersebut. Toh, hobi saya adalah memasak dan menyeterika cawet. Wkwkwkwk....

Setelah ck dan ricek, ternyata saya satu kelompok dengan wa Sadit, Husen, dan Kaki Gatot. 

Wa Sadit adalah petugas jaga malam. Husen guru nadak jelas Agama, dan kaki Gatot adalah guru BK yang ke beka-bekaan.. Halah!

Tidak saya tunjukan muka mereka satu persatu. Disamping muka-muka mereka yang boros, kuota juga tinggal sedikit. Ihir...

Bukan kita-kita namanya kalau tidak ada keseruan. Di setiap kegiatan di tempat kerja, pastilah ada hal-hal heboh suasana gembira (emang lagu dangdut remix tahun 2000-an).

Pada acara masak kali inipun terjadi kehebohan yang luar bi(n)asa. Ada yang kesurupan mas? TIDAK! 

Justeru para setan yang kesurupan karena dimasuki mereka... Wkwkwkwk...

Walaupun lomba masak, tapi keseruan dan kehebohannya seperti piala dunia yang tertunda selamanya.

Mari kita lihat penampakannya!


Gambar di atas memperlihatkan seorang lelaki muda yang juga tercatat sebagai peserta lomba masak yang sedang bersiap-siap untuk salto ke wajan masak... Kelihatannya dia waras :P


Tapi apa yang terjadi saudara-saudara... Setelah api berhasil dinyalakan dengan menggunakan tenaga kentut, itu lelaki malah ndak jadi salto je... Malahan dia membakar tikus sebagai salah satu hidangan tambahan... Ckckckck.....  Kelihatannya yang nulis lumayan waras!


Kelihatannya bapak yang satu ini sedang memasak... Padahal, dia lagi bikin nasi goreng!


Peserta yang satu ini sungguh luar biasa.... Lelaki yang berprofesi sebagai tukang urut pohon jambu itu memasak menggunakan cawet tangan kosong.... Ruarr biasa...


Kalau lelaki yang satu ini malah lagi main hape..... Argh, payah!


Kalau yang satu itu, yang mulutnya mangap-mangap adalah chef enternasional... Dia sudah bekerja sebagai tukang tambal cawet selama 7 bulan di negara Ma roko(k)  .... Ini pasti pemenangnya...

Yah, namanya juga lomba.... Ndak Afdhol kan kalau ndak ada juri....
Dan inilah jurinya...


Sebenarnya jurinya banyak....
Namun karena wanita berkebayak kuning itu berhasil mengalihkan wajahku dari hutang-hutangku, terpaksalah ia yang harus masuk blog ini... Wkwkwkwkwkk...
Sekedar mengingatkan, wanita itu pernah muncul di postingan sebelumnya.... ini dia penampakannya!





Akhirnya, perlombaan masak-memasak dengan menu utama masakan western (nasi goyeng) selesai sudah. 

Dan pemenangnya adalah........................ TIDAK TAHU!
Belum diumumkan di majalah pria dewasa...

Nah, sekian dulu postingan dari saya, setelah kalimat ini selesai, akan saya posting hasil jepretan lomba lainnya yang diikuti oleh anak-anak peserta didik.

Lomba apakah itu? KAKANG MBEKAYU BANYUMASAN!

Cekidot!
siapa tahu ada wajah mantanmu disitu... Wkwkwkwkk...

























Sekian postingan mengenai perayaan hari Kartini di tahun ini. Semoga semangat Kartini senantiasa tumbuh pada generasi-generasi muda bangsa ini.

Selamat Hari Kartini!
















Thursday, April 20, 2017

Setelah Pilkada Berakhir

Hingar bingar pilkada Jakarta selesai sudah. Memang sih belum sepenuhnya selesai, masih ada tahapan penghitungan suara real dari KPU yang konon akan rampung pada awal bulan depan.

Sebagai golongan putih alias golput, hampir setiap hari, baik menjelang coblosan maupun sesudah coblosan saya pantau terus lini masa berbagai media sosial dan networking yang saya punya.

Tunggu dulu mas, tadi sampeyan kok bilang golput? Emangnya ndak nyoblos?

Ya ndak lah! Saya kan bukan warge Jakarte bang! Masa nyoblos? Palingan ya nyoblos nganu.... Ihir.... *Sudahlah, jangan dibahas... Saya sudah pipis ;)

Inilah pilkada yang kata sebagian orang pinter adalah pilkada yang berasa pilpres.

Jujur saya ndak tahu kenapa mereka berkata seperti itu. 

Mungkin karena Jakarta adalah ibu kota kali ye? Atau mungkin karena di pilkada Jakarta, semua tokoh nasional, termasuk tokoh besi dan bangunan (wwkwkwkwk) turut serta dalam perhelatan akbar ini? 

Entahlah... Yang pasti, setelah pilkada ini, Jakarta akan memiliki Gubernur baru dengan wajah baru. Anis Baswedan. Make Insya Allah ah.... kan perhitungan resminya belum selesai ;)

Tapi berdasarkan pengalaman dan pengamatan, hasil quick qount pilkada hampir selalu tepat.

Kenapa hampir? Karena pas pilpres kemarin hasilnya pada beda-beda mengikuti arah kentut kemana tentunya. Wkwkwkwk...

So, bisa dipastikan kalau gubernur baru yang akan menjabat selama lima tahun ke depan (kalau ndak nyapres) adalah Pak Anis Baswedan, mantan menteri di era pak Jokowi dulu.

Namun, masih ada hal yang menurut saya harus segera diselesaikan oleh semua pihak, khususnya adalah pemimpin baru Jakarta nanti. Apa itu? Masalah disintegrasi sosial!

Seperti yang telah sama-sama kita ketahui, pilkada Jakarta kemarin sarat dengan isu-isu SARA.

Jujur, sebagai pribadi manusia Indonesia saya sangat menyayangkan isu-isu negatif tersebut. Memang benar, salah satu senjata yang dianggap ampuh untuk menumbangkan lawan di pilkada Jakarta lalu adalah isu sara. Tapi apakah mereka, para dedengkot yang menggunakan isu ini tidak berpikir kalau isu sensitif macam sara ini bisa menjadi bom waktu yang mengerikan.

Isu-isu sara adalah isu yang paling sensitif. Ini masalah hati. Sulit memang untuk mengobati hati-hati yang terlukai. 

Dan inilah salah satu tantangan bagi gubernur baru Jakarta. Mengobati luka-luka hati tersebut. 

Pemimpin baru Jakarta dituntut untuk mampu merangkul semua elemen warga Jakarta. Karena , bagaimanapun juga, Jakarta tidak akan menjadi kota yang diimpi-impikan jika semua pihak tidak mau bergandeng tangan.

Dan adalah sia-sia kalau tugas berat tersebut hanya diserahkan kepada sang Gubernur baru semata. Diperlukan kerja sama semua elemen yang ada di Jakarta untuk bersedia dan suka rela turut serta mengobati hati-hati yang luka.

Hati-hati yang luka yang saya maksudkan bukan hanya hati-hatinya orang yang kalah pilkada saja. Tapi semua pihak, baik yang kalah maupun yang menang pasti merasakan sakit akibat pilkada kemarin.

Fitnah, hujatan, makian, bahkan terang-terangan bermusuhan baik itu di media sosial maupun dalam dunia nyata pastilah sama-sama mereka rasakan.

Itulah sebabnya mengapa persoalan-persoalan macam dendam dan kebencian harus segera diselesaikan. Jika tidak, maka semua warga Jakarta, baik yang menang maupun yang kalah akan sama-sama menanggung kerugian. Tidak kunjung membangun Jakarta, tapi hanya gontok-gontokan saling bermusuhan.

Sudahi semua itu!

Khusus bagi elit-elit politik, cobalah menjadi negarawan. Jangan hanya menjadi politikus.

Karena rakyat macam kami sudah terlanjur bosan dengan gaya-gaya kalian yang kadang bisa bikin keki. Wkwkwkwkwk...

Semoga Jakarta menjadi ibu kota yang memanusiakan manusia. Dan itulah pemimpin yang dibutuhkan Jakarta saat ini, memanusiakan manusia. 

Salam damai buat saudara-saudaraku semua yang ada di Jakarta.

Selamat menyongsong perubahan. Semoga janji-janji pemimpin yang baru segera direalisasikan.

Buat pak Ahok, salut atas jiwa besar Bapak yang dengan legowo sudah menyatakan selamat kepada pak Anis.

SAVE INDONESIA!







Wednesday, April 12, 2017

Wow, masih ada Bufon di Champions League!

Met sore prends... Ini mungkin postingan yang tidak biasa. Kenapa tidak biasa? Karena postingan kali ini berkisah, ceileh berkisah.... yups, berkisah tentang dunia sepak bola. Nah, jarang banget. Biasanya kan saya bahas mantan. Halah... Mup on mas! Mup on!

Halah..Mup on mah gampang... Yaang sulit itu, cari penggantinya! Ya nggak mblowww? *sembari ngangkat celana dalem bergambar Doraemon milik elu! Wkwkwkwk....


Ceritanya, tadi pagi (pagi-pagi bingit) saya terjaga dari mimpi basah bagus. Eh, bohong. Saya terjaga karena begitu bangun tidur, ndak tahu kenapa mata ini sulit saya pejamkan. Akhirnya, klik, saya pencet itu tombol granat televisi milik isteri saya. Wow... ternyata ada champions league brow... Dan nggak nanggung-nanggung, yang maen Juventus vs Barcelona... Wow... Mantabz bibir men!


Entah sudah berapa bulan saya ndak menikmatin yang namanya muke-muke pemain bola. Baik itu yang cantik maupun yang tampan. Apalagi yang ketampan tampanan macam Niki Setiawan. Wkwkwkwkk....  (Kemana ajah nih bocah...Ndak pernah nongol di rumah gue). Kamvrt!

Singkat kata singkat cinta, duduk manislah saya di depan tivi sembari nikmatin kopi ESPRESSO. (Moga-moga dapat project review dari pabriknya.... Mbuehehehehee........)

Ada yang bikin saya kaget, ada Bufon disitu? 

Kalian tahu siapa Bufon? Ya, dia adalah sepupu saya salah satu penjaga gawang kaporit favorit saya.

Lalu kenapa kaget? Biasa saja mas!

Ya kagetlah... Entah sudah berapa tahun saya ndak nonton yang namanya liga Itali. Dan jujur saja ini (mungkin malu-maluin) saya baru tahu kalau ternyata oom Bufon masih setia menjadi penjaga gawang.

Asal lu tahu ajah ya men, semenjak saya SMA, Om Bufon sudah menjadi keeper. Artinya apa? Sudah lebih dari 15 tahunan (mungkin hampir 20) Beliau sudah tampil di liga Itali. Huft, ketahuan dech gue tuanya... Wkwkwkkwkwkwkwk.....

SUMBER : BROWSING MENGGUNAKAN GOOGLE CHROME


Itulah kenapa saya kaget! Ternyata, di usia yang tidak muda lagi, Om Bufon masih berlaga di dunia persepakbolaan eropah sanah... Warbiasah.... Padahal gue ajah nih, udah mengap-mengap kalau main putsal ;)

Lalu bagaimana performanya? Ternyata masih jos!

Dengan kepala dan gigi saya, saya lihat tuh om Bufon berhasil menghalau bola dengan sempurna...

Head to head dengan kang Iniesta, bola yang ditendang kang Iniesta beliau tampik dengan tangannya. Wow!

Suarez juga sama...

Beberapa tendangan, sundulan yang mengarah ke gawangnya berhasil dia halau. Warbiasah saudarah-saudarah... Hasil terakhir 3-0 untuk Juventus. 

Jujur saja saya rada kecewa juga. Karena tak satu golpun tercetak dari kaki sang Messiah... Arghhh...

Sudahlah, mup on ya Mes! :)

Mengingat waktu sudah sore dan saya harus pulang, saya cukupkan dulu postingan kali ini. Oh ya hampir lupa. Setelah peluit wasit berbunyi sebagai tanda selesainya pertandingan, terlihat juga salah satu mantan pemain Juve yang dulu menjadi salah satu pemain favorit saya di liga Eropa. Siapa dia? Pavel Nedved! Arghhh... Pagi yang indah. Karena saya bisa mengenang beberapa pertandingan hebat di liga Italy semasa sayah masih unyu-unyu di musim dahulu... Wkwkwkwkwkk...

SUMBER : BROWSING MENGGUNAKAN GOOGLE CHROME


Forza Nyonya Tua!

Halah.. apa kuwe artine? 
:)



Wednesday, April 5, 2017

DAMPAK NEGATIF MEMILIKI KARTU KREDIT

Selamat siang kakak.... Order yuuk! *Halah.

Nah, kalimat pembuka di atas sebenarnya ada hubunganya dengan obrolan ngalor ngidul kali ini. Yah walaupun mereka beda jenis, tapi hubungannya cukup manis. *Kamvrt banget yah kalimatnya?

Begini story-nya...

Saya punya teman tapi mesra wanita yang kebetulan dia sudah memiliki anak cewek yang baru saja menyelesaikan kuliahnya di salah satu kota ternama di negeri ini. 

Hebatnya si anak, dia tidak mau bekerja sebagai karyawan atau apalah itu. Anak cewek teman saya itu lebih suka jualan online ketimbang Nggodain saya bekerja pada orang lain maupun instansi pemerintah.

Namanya juga newbie dan belum punya produk, maka salah satu trik yang dia gunakan adalah menjadi reseller dan dropshipper. Strategi yang bagus tentunya :)

Sebagai anak yang sebenarnya manja, maka dia pun minta modal sama ibunya. Wajarlah. Wong saya saja dulu pinjem duit ke ibu saya buat mendirikan CV yang bergerak di dunia jual beli komputer.

Sebagai ibu yang bijak, akhirnya teman saya itu bersedia. Nah, ceritanya dimulai dari sini. *Emangnya dari tadi ngapain?

Si anak tadi berbelanja pada salah satu toko online dimana pembayaran produk-produknya harus melalui kartu kredit.

Akhirnya dengan susah payah sang ibu membuat kartu kredit untuk keperluan pembelian produk-produk reseller yang dijual oleh anaknya tadi.

Tak semudah yang dibayangkan... Setelah membuat kartu kredit, ternyata kartu kredit tersebut susah digunakan. 

Singkat cerita, setelah kartu kredit tersebut dapat digunakan, hampir tiap hari sang ibu ditelpon oleh orang-orang yang tidak ia kenal.

Dari asuransi lah, dari perusahaan inilah, dari itulah... Pokoknya riweh dan mengganggu aktivitas. Begitu kata ibunya ke saya.

"Kok mereka bisa tahu nomor telepon saya yah mas?"

Begitu suatu hari ibunya bertanya ke saya.

"Mungkin data-data njenengan dijual." Jawabku sambil garuk-garuk upil... Wkwkwkwkk.... Dia pun tertawa penuh manja.

Saya saja bingung. Begitu sebenarnya jawaban saya yang sesungguhnya. Kenapa bingun? Ya karena saya sendiri pernah mengalaminya. Bahkan bisa dibilang lebih "aneh" lagi.

Kalau teman saya, ibu tadi, sudah bikin dan menggunakan kartu kreditnya, kalau saya baru didata nama dan nomor teleponya, ujug-ujug sudah ada suara wanita yang terdengar merdu sembari menawari pembalut produk jasa. Mending ketemu langsung, lah ini, cuman modal suara doang! Bagaimana saya bisa menikmatinya langsung percaya?

Yang bikin hati ini nyesek kayak habis diputusin adalah jam menelepon si wanita itu. Hampir disetiap jam kerja saya, dia pasti menelepon. Mbok sekali-kali wengi biar saya bisa uhuk ihik.  Kamvrt sekali saudara-saudara!

Saya siih tidak menyalahkan, namanya juga usaha. Tapi seharusnya dia juga tahu dirilah sedikit.... itu kan jam sibuk, ya bakalan bagus juga lho buat calon konsumen.

Nah, akhir cerita, sekarang teman saya dan anaknya sudah tidak menggunakan lagi kartu kreditnya. Tapi yang nelpon kok ya masih ada yah? Mbuehehe.

Sebagai salah satu marketer newbie, jujur saya kurang suka dengan model-model pemasaran kek gitu (telpontelpon di jam sibuk). Aseli... Nganggu banged!

Dan heranya saya, kok ya data-data saya bisa sampai ke mereka? Apakah pikiran buruk saya benar-benar terjadi?

DATA SAYA DIJUAL!

Entahlah... Yang jelas, dengan kejadian seperti itu, saat saya mulai berhati-hati dengan yang namanya kartu kredit dan permintaan data-data apalah itu. Kalau data buat kawin lagi kamu yang mau membeli buku saya ini , tentunya saya bagikan. *Pret!

Teruntuk jomblo, "Siapkan bekal... Karena PURA PURA BAHAGIA -pun butuh tenaga".

Ihik...






Monday, April 3, 2017

BROSUR, ALAT MARKETING YANG TERBUKTI MASIH AMPUH

BROSUR, ALAT MARKETING YANG TERBUKTI MASIH AMPUH-Assalaamu 'alaikum dan salam sejahtera untuk teman entrepreneur semuanya.

Pada malam hari ini saya akan melanjutkan postingan saya yang terdahulu perihal pemasaran melalui brosur. Bagi yang sudah lupa, silahkan baca kembali postingan saya terdahulu, Jurus-jurus jitu memasarkan jualan kita. 

Namun pertanyaanya, apakah metode pemasaran melalui brosur masih relevan di tengah kemajuan teknologi saat ini?

Kalau saya sih yes. Ndak tahu kalau mas Anank... Muehehe...

Kenapa saya yes? Buktinya ada tuh yang beli smartphone gegara brosur yang ia temukan di sembarang tempat. Jangan-jangan mantan kamu juga iya! Hayo ngaku? 

Nah, saya sendiri ketika hendak membeli sepeda motor, harus blingsatan kesana kemari untuk mengetahui harga dan cicilannya berapa melalui brosur yang pernah diberikan ke saya. Langsung dari salesnya  ;)

Iklan sedot WC juga masih banyak bertebaran tuh di tiang-tiang listrik dan telepon. Pertanda apakah itu?

Okey, sebelum kita bahas lebih lanjut, ada baiknya kalian baca ulang postingan yang dulu itu. 


BROSUR, ALAT MARKETING YANG TERBUKTI MASIH AMPUH.
Pada bagian akhir postingan saya tulis, bahwa untuk menerapkan metode marketing menggunakan brosur ini diperlukan beberapa tenaga ahli seperti designer brosur, ahli copywriting, surveyor, dan tentunya para tenaga marketing di lapangan yang tak kenal lelah.

1. Designer brosur
Biarpun ini adalah cara yang konservatif, bahkan sangat konservatif, bukan berarti kita melupakan sisi keindahan dari brosur marketing yang kita sebar itu. Saat ini, sudah banyak sekali ahli-ahli design grafis yang biasa mendukung pemasaran melalui brosur ini. Dari tangan merekalah kita bisa mendapatkan design yang sempurna, kekinian, dan eyes catching tentunya ;)

Jangan pernah ragu untuk menyewa mereka. Ingat, salah satu cost terbesar baggi usaha yang sedang kita jalankan adalah cost iklan. Bayar mereka biar iklan di brosur kita kelihatan okey.

2. Copywriter
Jangan sepelekan kata-kata yang ada pada iklan. INGAT, 3 DETIK PERTAMA ADALAH SAAT-SAAT PENENTUAN DIMANA IKLAN ANDA AKAN DILIHAT ATAU TIDAK!

Selain gambar yang oke punya, kalimat yang digunakan juga harus "menggigit."

Jika teman-teman sudah lihai untuk membuat copywriting, buatlah sendiri. Tapi jika teman-teman belum bisa, NDAK USAH TAKUT. Saya punya solusinya.

Beli saja Buku Easy Copywriting.  Beres!

Belinya dimana mas? DISINI SAJA! 

3. Surveyor 
Ini Juga tak kalah penting, surveyor alias tukang survey. Kebetulan sekali saya pernah bekerja sebagai surveyor.

Mereka ini ibarat tentara infantri, babat alas untuk produk yang akan kita jual. Jangan sembarang sebar atau tempel sebelum "infantri" ini memberikan informasi yang tepat untuk tempat-tempat yang biasa dikunjungi/rame yang bakalan menjadi tempat kita untuk membagi-bagikan brosur jualan kita. Ingat, jangan sembarangan!

4. Tenaga Marketing di Lapangan
Merekalah salah satu ujung tombak dari metode marketing menggunakan brosur. Tanpa mereka, apalah arti cintamu produkmu.

Jangan lupa, selain memberikan kesejahteraan kepada mereka, kita juga harus memberikan pelatihan demi pelatihan marketing agar brosur yang dibagi tidak sia-sia.

BROSUR, ALAT MARKETING YANG TERBUKTI MASIH AMPUH

Kesimpulan.
Model marketing dengan membagi-bagikan/menempelkan brosur terbukti masih ampuh.

Ingat, tidak semua orang menggunakan sosial media maupun membaca, mendengar, dan menonton media massa. 

Masih banyak orang yang ngarah kepenak (nyari mudahnya) ketika mereka akan mmebeli sesuatu. Mereka ibarat pencari ikan yang tidak suka dikasih kail maupun jaring. Mereka lebih suka langsung dikasih ikan dari si empunya.

Saya pikir bukan hanya di kampung-kampung saja model manusia beginian masih ada. Di kota-pun masih saya temui banyak orang yang seperti itu. 

Ingat juga bahwa semaju-majunya teknologi, tidak semua orang bisa mengaksesnya.

Bagaimana? Apakah kalian tertarik untuk melakukan pemasaran dengan model seperti ini?

Berikut beberapa contoh usaha penjualan, baik barang/jasa yang menurut saya masih bisa menggunakan metode penyebaran brosur secara manual.

1. Penjualan sepeda motor/mobil
2. Jasa penterjemah (saya pernah bagi-bagi brosur tersebut ke kampus-kampus ternama di Purwokerto dulu)
3. Jasa rental komputer
4. Laundry
5. Kursus komputer
6. Pijat... ehem!
7. Jasa copywriter

Masih ada yang lain ndak yah?

Hehehe....

Sekian postingan yang berjudul BROSUR, ALAT MARKETING YANG TERBUKTI MASIH AMPUH. Semoga bermanfaat.

Salam sukses!
Wassalaam.