Wednesday, March 14, 2018

MENIKMATI SORE DI KOMPLEKS STASIUN NOTOG

Kompleks Stasiun Notog

Bahagia tak harus mahal. Plesirpun ndak perlu jauh-jauh.
Setidaknya kalimat di atas sudah saya rasakan sendiri prends. Asli!

Bagi kalian, ini adalah berita bagus.
Kok bisa?
Yupz, saya anggap berita bagus karena kalimat yang saya utarakan dan selatankan tadi sudah teruji kebenarannya.

Bahagia tak harus mahal.
Plesirpun ndak perlu jauh-jauh.

Itu artinya, ngirit!
Good news kan bukan kalian. Hahaha....

Saya jadi inget salah satu tulisannya mbah Djiwo, Sang Presiden Jancukers, kurang lebihnya seperti ini.

Anak atau isteri kalian bisa jadi tidak ingin plesiran ke tempat jauh dengan biaya yang mahal. Cukup di rumah, nonton tivi atau bercengkrama bersama anggota keluarga, bisa jadi merupakan kebahagiaan yang diinginkan oleh anak isterimu.

Baper ketika saya baca itu.
Jomblo mas? Halah embuhhhh!!!! Hahaha...

Berawal dari perjalanan pulang pergi, suatu waktu saya melintasi jalur perbukitan ketika saya pulang kerja. Berangkatpun kadang melalui jalur itu. Jalur perjalanan yang saya maksud adalah jalur Banyumas-Jatilawang via Desa Karangendhep, Notog.

Jalur perbukitan mulai dari Karangendhep hingga daerah kecamatan Purwojati merupakan keasyikan tersendiir bagi saya. Selain jalunya rada sepi, suasana alam dan pegunungan sungguh mengagumkan.

Mulai dari hamparan sawah nan begitu indah, beberapa kali yang ditunggui batu-batu besar, dan hijaunya perbukitan menjadikan perjalanan melalui jalur itu sungguh memanjakan.

Ternyata bukan hanya saja yang sering melalui jalur itu. Rekan kerja saya juga sering melewati jalur itu. Apalagi kalau bulan puasa... Argh lumayan. Setidaknya mengurangi cacian yang biasa saya lakukan selama melewati jalur normal. Hahaha...

Pokoknya recommended sekali buat teman-teman yang hobi menikmati pesona alam yang bisa saya katakan masih lumayan perawan. Hehehe...

Dan sepengetahuan saya, beberapa jalur tikus di daerah tersebut justru lebih menarik lagi.

Beberapa pecinta motorcross sering menjadikan tempat tersebut sebagai area trabas.

Alam yang indah dan jalur pegunungan yang keren di jalur ini telah menarik banyak orang untuk senantiasa melewatinya. Satu lagi, ceweknya cakep-cakep ;)

Sutu sore saya kembali melalui jalur tersebut. Sampai di palang pintu kereta api, tepatnya di sebelah utara stasiun Notog (Kecamatan Patikraja Kabupaten Banyumas) saya melihat banyak sekali orang yang berkumpul disekitar situ.


Kebetulan ada area yang cukup luas. Yupz, area dimana pembangunan double track kereta api belum jua selesai dikerjakan, disitu banyak anak-anak kecil dan orang tua bermain dengan gembira.Setidaknya itulah pengamatan saya.

Ketika kereta api lewat, itu bocah pada teriak-teriak kegirangan.

Bukan hanya bocah kecil dan orang tuanya saja, anak-anak muda yang kece-kece pun banyak yang nongkrong disitu.

Lantas saya berpikir, kayaknya asyik juga menikmati sore di sekitar situ.

Syahdan, akhirnya saya pun berangkat ke tempat tersebut bersama Al (El dan Dul belum lahir). Hahahaha...


Di belakang kami itulah palang pintu kereta api yang saya maksud.
Dan rel kereta api yang kami lalui ini adalah rel yang belum dipakai... So, amanlah buat jalan-jalan.Mo nungging disini juga boleh. Wkwkwkwk...


Nah, stasiun Notog berada di belakang lelaki ganteng inih...
Pemandangan di belakang adalah salah satu view yang bisa kalian nikmati kalau jalan-jalan atau touring ke daerah Notog ini...


Bagaimana saya tidak kesengsem alias jatuh hati untuk tidak melewati jalur ini.
Sayangnya, karena saya kesitu menjelang maghrib, beberapa view tidak sempat saya jepret.
Semoga lain kali saya bisa menjepretnya untuk sekedar saya bagi di blog sederhana ini.

Lantas, apa yang kami rasakan ketika datang ke tempat ini?
Ternyata bahagia lho gaes...

Setidaknya bisa istirahat sejenak dari aktivitas jualan online ku yang mulai ramai di shopee dan bukalapak. Hahaha..

Bagi yang tokonya mau ramai, beli saja buku ini, JURAGAN MARKETPLACE.

Penulisnya adalah mas Weliyan, jutawan muda yang telah sukses berjualan di marketplace.
Buruan beli, mumpung lagi diskon 60 persen.

Harganya berapa?
Murah kok, di bawah 100 ribu rupiah (Harga diskon 60% ini bebatas waktu lho).

Cek disini untuk membelinya.

Okey gaes, sekian dulu cerita dari saya.

Catet yah, bahagia itu tidak harus mahal.
Cukuplah engkau menikmati segala "kemewahan" yang tlah diberikan oleh Tuhan.

Salam bahagia :)

Cuzzz!!!











Previous Post
Next Post

post written by:

2 comments:

  1. Kalau saya biasanya dipersawahan, sambil photo-photo itu petani yang lagi tanam padi. Ya, bahagia itu tidak harus mahal.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah... itu mengasyikkan bang.

      Yupz, bahagia itu murah bang.... Hehehe...

      Delete

Ini adalah tempat ngeluarin uneg-uneg.
Monggo yang mau nyerocos, saya persilahken :)

Oh ya, link hidup terpaksa saya cubit lho ...